Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Shell Diserang Aktivis Iklim Usai Raup Profit ‘Durian Runtuh’ dari Perang Iran

    07/05/2026

    AS Tembaki Kapal Tanker Iran, Trump Ultimatum Teheran: Sepakat atau Dibombardir Lebih Brutal

    07/05/2026

    Trump Punya ‘Opsi Nuklir’ untuk Turunkan Harga BBM, Tapi Risikonya Bisa Menghantam Amerika Sendiri

    07/05/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      AS Tembaki Kapal Tanker Iran, Trump Ultimatum Teheran: Sepakat atau Dibombardir Lebih Brutal

      07/05/2026

      Trump Punya ‘Opsi Nuklir’ untuk Turunkan Harga BBM, Tapi Risikonya Bisa Menghantam Amerika Sendiri

      07/05/2026

      Hakim Buka Isi Surat Diduga Catatan Bunuh Diri Jeffrey Epstein

      07/05/2026

      Singapura Izinkan Guru Mencambuk Murid Usia 9 Tahun dalam Strategi Baru Anti-Bully

      07/05/2026

      Pajak Bir Lebih Besar dari Gas: Australia Diguncang Perdebatan Panas soal Raksasa Energi

      07/05/2026
    • TEKNOLOGI

      Shell Diserang Aktivis Iklim Usai Raup Profit ‘Durian Runtuh’ dari Perang Iran

      07/05/2026

      Krisis Tenaga Kerja, Industri Sampah Beralih ke Robot: Solusi atau Ancaman Baru?

      05/05/2026

      Ledakan Dahsyat Pabrik Kembang Api di Hunan Tewaskan 26 Orang, Puluhan Luka-Luka

      05/05/2026

      Spirit Airlines Gulung Tikar, Krisis BBM Akibat Perang Iran Jadi Pemicu, Maskapai Murah Lain Terancam Menyusul

      04/05/2026

      Wabah Mematikan di Kapal Pesiar Atlantik: Apa Itu Hantavirus yang Diduga Tewaskan Tiga Orang?

      04/05/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Nasional»Kemendikbud Hapus Jurusan IPA, IPS dan Bahasa Di SMA, Berikut Alasan Dan Kapan Kebijakan Mulai Berlaku
    Nasional

    Kemendikbud Hapus Jurusan IPA, IPS dan Bahasa Di SMA, Berikut Alasan Dan Kapan Kebijakan Mulai Berlaku

    joveBy jove20/07/2024No Comments3 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    MAYORITAS.COM – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) memutuskan untuk meniadakan mata pelajaran inti Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Bahasa pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). . .

    Sekretaris Badan Kurikulum Nasional dan Standar Penilaian Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (BSKAP) Anindit Aditomo mengatakan, jurusan SMA dihapuskan karena akan menimbulkan kesenjangan.

    Menurutnya, orang tua cenderung mendaftarkan anaknya pada jurusan sains agar pilihan program studinya lebih luas saat masuk perguruan tinggi.

    “Salah satunya (karena rata-rata orang tua memilih anaknya belajar IPA). Kalau jurusan IPA, bisa pilih jurusan lain,” kata Anindito, Selasa (Selasa Juli 2024). Kapan mata pelajaran inti SMP akan dihapuskan?

    Kapan jurusan SMA dihapuskan?

    Kemendikbud Ristek memutuskan untuk menghapuskan jurusan SMA mulai tahun ajaran baru 2024/2025. Kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum pendidikan unik yang ditetapkan sebagai kurikulum pendidikan nasional.

    Sekadar informasi: Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran in-kurikuler yang beragam dan muatan yang lebih optimal untuk memastikan siswa memiliki cukup waktu untuk mengeksplorasi konsep dan memperkuat keterampilan. Pak Anindito mengatakan, Kurikulum Merdeka diterapkan secara bertahap pada tahun 2021.

    Kebijakan ini akan diterapkan di 50% sekolah di seluruh Indonesia pada tahun 2022.

    Pada tahun ajaran 2024/2025, proporsi sekolah yang menerapkan kurikulum sendiri akan berkisar antara 90 hingga 95 persen, baik di SD, SMP, SMA, dan SMK. Dengan menghilangkan jurusan di pendidikan menengah, Anindit ingin memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih mata pelajaran berdasarkan minatnya.

    “Selama kelas saya tertarik pada IPS dan bahasa. Misalnya, seorang siswa yang tertarik pada sains dan ingin melanjutkan studi di program teknik dapat mengambil kelas pilihannya untuk mempelajari matematika atau fisika tingkat lanjut tanpa mengambil mata kuliah biologi.

    Tujuan Jurusan SMA Dihapus

    Begitu pula dengan mahasiswa yang ingin melanjutkan studi kedokteran. Anda dapat memilih mata pelajaran Biologi dan Kimia tanpa harus memilih mata pelajaran Matematika tingkat lanjut. Di sisi lain, penghapusan jurusan di pendidikan menengah juga akan membantu menghilangkan diskriminasi terhadap siswa di jurusan non-sains seperti IPS dan seni bahasa saat penerimaan.

    Seluruh lulusan SMA dan SMK dapat mendaftar ke semua program gelar melalui jalur ujian, tanpa dibatasi jurusan, asalkan bersekolah di sekolah dengan kurikulum yang unik. Anindit menuturkan adanya kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata pelajaran sesuai minatnya dan lebih fokus membangun basis pengetahuan yang relevan dengan minatnya serta rencana studi selanjutnya. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, Iptek beranggapan bahwa penerapan mata pelajaran seperti IPA, IPS, dan bahasa secara terus-menerus akan menyulitkan persiapan yang tepat sasaran dan menyeluruh.

    “Dengan menghilangkan mata pelajaran inti di sekolah menengah, kurikulum Merdeka mendorong siswa untuk mengeksplorasi dan merefleksikan minat, bakat dan tujuan karir mereka, memberi mereka lebih banyak fleksibilitas dalam mengambil mata pelajaran pilihan sesuai jadwal mereka

    Tantangan Penghapusan Jurusan SMA

    Salah satu sekolah yang menerapkan penghapusan mata pelajaran inti IPA, IPS dan Bahasa adalah sekolah SMAN 10 Yogyakarta. Kepala SMAN 10 Yogyakarta Sri Muerni mengaku pihaknya menghadapi kendala saat salah satu senior jurusan diberhentikan.

    Gangguan ini merupakan perselisihan antara orang tua dan anak mengenai pilihan jurusan pada saat masuk. Menurut Sri Muerni, misi sekolah adalah menjadi jembatan antara orang tua dan anak yang tidak bisa menemukan titik temu mengenai jurusan kuliah.

    “Jadi murid dan orang tuanya sudah tidak cocok lagi. Orang tua mungkin ingin anaknya masuk jurusan ini, tapi saya punya kecenderungan berbeda,” ujarnya, Jumat (19 Juli 2024).

    “Area yang paling sibuk (menampung mahasiswa pra-universitas) adalah area bimbingan dan konseling,” imbuhnya.

    Itulah jawaban dari Kemendikbud Ristek soal kapan jurusan SMA dihapus.




    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Ekonomi

    AS Tembaki Kapal Tanker Iran, Trump Ultimatum Teheran: Sepakat atau Dibombardir Lebih Brutal

    07/05/2026
    Ekonomi

    Trump Punya ‘Opsi Nuklir’ untuk Turunkan Harga BBM, Tapi Risikonya Bisa Menghantam Amerika Sendiri

    07/05/2026
    Hukum Kriminal

    Hakim Buka Isi Surat Diduga Catatan Bunuh Diri Jeffrey Epstein

    07/05/2026
    Gaya Hidup

    Singapura Izinkan Guru Mencambuk Murid Usia 9 Tahun dalam Strategi Baru Anti-Bully

    07/05/2026
    Gaya Hidup

    Pajak Bir Lebih Besar dari Gas: Australia Diguncang Perdebatan Panas soal Raksasa Energi

    07/05/2026
    Hukum Kriminal

    Israel Gempur Beirut untuk Pertama Kali Sejak Gencatan Senjata dengan Hezbollah

    07/05/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Shell Diserang Aktivis Iklim Usai Raup Profit ‘Durian Runtuh’ dari Perang Iran

    07/05/2026

    AS Tembaki Kapal Tanker Iran, Trump Ultimatum Teheran: Sepakat atau Dibombardir Lebih Brutal

    07/05/2026

    Trump Punya ‘Opsi Nuklir’ untuk Turunkan Harga BBM, Tapi Risikonya Bisa Menghantam Amerika Sendiri

    07/05/2026

    Hakim Buka Isi Surat Diduga Catatan Bunuh Diri Jeffrey Epstein

    07/05/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.