Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Elektrifikasi Dunia Jadi Senjata Baru Lawan Krisis Iklim, Tapi Pertarungan Politik Mulai Memanas

    20/06/2026

    Polemik Pride Night di MLB Memanas, Baseball Amerika Kembali Terseret Perang Budaya

    20/06/2026

    Dunia Kehilangan 1,15 Miliar Barel Minyak, Pasar Energi Terancam Krisis Meski Selat Hormuz Dibuka Lagi

    20/06/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Elektrifikasi Dunia Jadi Senjata Baru Lawan Krisis Iklim, Tapi Pertarungan Politik Mulai Memanas

      20/06/2026

      Polemik Pride Night di MLB Memanas, Baseball Amerika Kembali Terseret Perang Budaya

      20/06/2026

      Dunia Kehilangan 1,15 Miliar Barel Minyak, Pasar Energi Terancam Krisis Meski Selat Hormuz Dibuka Lagi

      20/06/2026

      Ribuan Tewas dalam Perang AS-Israel Melawan Iran, Pakar Peringatkan Jumlah Sebenarnya Mungkin Jauh Lebih Besar

      20/06/2026

      Michael Fassbender Ungkap Bahaya AI dan Sulitnya Membedakan Fakta di Era Internet

      20/06/2026
    • TEKNOLOGI

      Elektrifikasi Dunia Jadi Senjata Baru Lawan Krisis Iklim, Tapi Pertarungan Politik Mulai Memanas

      20/06/2026

      Dunia Kehilangan 1,15 Miliar Barel Minyak, Pasar Energi Terancam Krisis Meski Selat Hormuz Dibuka Lagi

      20/06/2026

      Australia Akhirnya Terdeteksi Flu Burung H5N1, Virus Kini Resmi Menjangkau Seluruh Benua

      20/06/2026

      Lima Cara Kesepakatan Damai Iran-AS Bisa Mempengaruhi Hidup dan Keuangan Anda

      19/06/2026

      Warga Diminta Menyingkir demi Robot Pengantar? Gelombang Penolakan terhadap Robot Pengiriman Makin Meluas

      18/06/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Nasional»Kemendikbud Hapus Jurusan IPA, IPS dan Bahasa Di SMA, Berikut Alasan Dan Kapan Kebijakan Mulai Berlaku
    Nasional

    Kemendikbud Hapus Jurusan IPA, IPS dan Bahasa Di SMA, Berikut Alasan Dan Kapan Kebijakan Mulai Berlaku

    joveBy jove20/07/2024No Comments3 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    MAYORITAS.COM – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) memutuskan untuk meniadakan mata pelajaran inti Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Bahasa pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). . .

    Sekretaris Badan Kurikulum Nasional dan Standar Penilaian Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (BSKAP) Anindit Aditomo mengatakan, jurusan SMA dihapuskan karena akan menimbulkan kesenjangan.

    Menurutnya, orang tua cenderung mendaftarkan anaknya pada jurusan sains agar pilihan program studinya lebih luas saat masuk perguruan tinggi.

    “Salah satunya (karena rata-rata orang tua memilih anaknya belajar IPA). Kalau jurusan IPA, bisa pilih jurusan lain,” kata Anindito, Selasa (Selasa Juli 2024). Kapan mata pelajaran inti SMP akan dihapuskan?

    Kapan jurusan SMA dihapuskan?

    Kemendikbud Ristek memutuskan untuk menghapuskan jurusan SMA mulai tahun ajaran baru 2024/2025. Kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum pendidikan unik yang ditetapkan sebagai kurikulum pendidikan nasional.

    Sekadar informasi: Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran in-kurikuler yang beragam dan muatan yang lebih optimal untuk memastikan siswa memiliki cukup waktu untuk mengeksplorasi konsep dan memperkuat keterampilan. Pak Anindito mengatakan, Kurikulum Merdeka diterapkan secara bertahap pada tahun 2021.

    Kebijakan ini akan diterapkan di 50% sekolah di seluruh Indonesia pada tahun 2022.

    Pada tahun ajaran 2024/2025, proporsi sekolah yang menerapkan kurikulum sendiri akan berkisar antara 90 hingga 95 persen, baik di SD, SMP, SMA, dan SMK. Dengan menghilangkan jurusan di pendidikan menengah, Anindit ingin memberikan kebebasan kepada siswa untuk memilih mata pelajaran berdasarkan minatnya.

    “Selama kelas saya tertarik pada IPS dan bahasa. Misalnya, seorang siswa yang tertarik pada sains dan ingin melanjutkan studi di program teknik dapat mengambil kelas pilihannya untuk mempelajari matematika atau fisika tingkat lanjut tanpa mengambil mata kuliah biologi.

    Tujuan Jurusan SMA Dihapus

    Begitu pula dengan mahasiswa yang ingin melanjutkan studi kedokteran. Anda dapat memilih mata pelajaran Biologi dan Kimia tanpa harus memilih mata pelajaran Matematika tingkat lanjut. Di sisi lain, penghapusan jurusan di pendidikan menengah juga akan membantu menghilangkan diskriminasi terhadap siswa di jurusan non-sains seperti IPS dan seni bahasa saat penerimaan.

    Seluruh lulusan SMA dan SMK dapat mendaftar ke semua program gelar melalui jalur ujian, tanpa dibatasi jurusan, asalkan bersekolah di sekolah dengan kurikulum yang unik. Anindit menuturkan adanya kesempatan bagi mahasiswa untuk memilih mata pelajaran sesuai minatnya dan lebih fokus membangun basis pengetahuan yang relevan dengan minatnya serta rencana studi selanjutnya. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, Iptek beranggapan bahwa penerapan mata pelajaran seperti IPA, IPS, dan bahasa secara terus-menerus akan menyulitkan persiapan yang tepat sasaran dan menyeluruh.

    “Dengan menghilangkan mata pelajaran inti di sekolah menengah, kurikulum Merdeka mendorong siswa untuk mengeksplorasi dan merefleksikan minat, bakat dan tujuan karir mereka, memberi mereka lebih banyak fleksibilitas dalam mengambil mata pelajaran pilihan sesuai jadwal mereka

    Tantangan Penghapusan Jurusan SMA

    Salah satu sekolah yang menerapkan penghapusan mata pelajaran inti IPA, IPS dan Bahasa adalah sekolah SMAN 10 Yogyakarta. Kepala SMAN 10 Yogyakarta Sri Muerni mengaku pihaknya menghadapi kendala saat salah satu senior jurusan diberhentikan.

    Gangguan ini merupakan perselisihan antara orang tua dan anak mengenai pilihan jurusan pada saat masuk. Menurut Sri Muerni, misi sekolah adalah menjadi jembatan antara orang tua dan anak yang tidak bisa menemukan titik temu mengenai jurusan kuliah.

    “Jadi murid dan orang tuanya sudah tidak cocok lagi. Orang tua mungkin ingin anaknya masuk jurusan ini, tapi saya punya kecenderungan berbeda,” ujarnya, Jumat (19 Juli 2024).

    “Area yang paling sibuk (menampung mahasiswa pra-universitas) adalah area bimbingan dan konseling,” imbuhnya.

    Itulah jawaban dari Kemendikbud Ristek soal kapan jurusan SMA dihapus.




    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Bisnis

    Elektrifikasi Dunia Jadi Senjata Baru Lawan Krisis Iklim, Tapi Pertarungan Politik Mulai Memanas

    20/06/2026
    Hukum Kriminal

    Polemik Pride Night di MLB Memanas, Baseball Amerika Kembali Terseret Perang Budaya

    20/06/2026
    Ekonomi & Pasar

    Dunia Kehilangan 1,15 Miliar Barel Minyak, Pasar Energi Terancam Krisis Meski Selat Hormuz Dibuka Lagi

    20/06/2026
    Lain Lain

    Ribuan Tewas dalam Perang AS-Israel Melawan Iran, Pakar Peringatkan Jumlah Sebenarnya Mungkin Jauh Lebih Besar

    20/06/2026
    Hiburan

    Michael Fassbender Ungkap Bahaya AI dan Sulitnya Membedakan Fakta di Era Internet

    20/06/2026
    Hiburan

    Dari Latihan Brutal Enam Tahun hingga Mendunia, XG Ubah Industri Pop Jepang

    20/06/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Elektrifikasi Dunia Jadi Senjata Baru Lawan Krisis Iklim, Tapi Pertarungan Politik Mulai Memanas

    20/06/2026

    Polemik Pride Night di MLB Memanas, Baseball Amerika Kembali Terseret Perang Budaya

    20/06/2026

    Dunia Kehilangan 1,15 Miliar Barel Minyak, Pasar Energi Terancam Krisis Meski Selat Hormuz Dibuka Lagi

    20/06/2026

    Trump Klaim Reflecting Pool Lincoln Memorial Dirusak, Biaya Renovasi Membengkak hingga Rp240 Miliar

    20/06/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.