Tiga orang dilaporkan meninggal dunia setelah dugaan wabah hantavirus di sebuah kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik, menurut World Health Organization.
Sejauh ini, satu kasus hantavirus telah dikonfirmasi, sementara lima kasus lainnya masih dalam penyelidikan.
WHO menyatakan bahwa “penyelidikan rinci” terhadap kasus-kasus tersebut masih berlangsung, termasuk pengujian laboratorium lanjutan.
Wabah ini dilaporkan terjadi di atas kapal MV Hondius yang tengah berlayar dari Argentina menuju Tanjung Verde.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus adalah kelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat (rodent), dan umumnya menular ke manusia melalui udara yang terkontaminasi partikel dari kotoran, urin, atau air liur hewan tersebut yang telah mengering.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention, infeksi biasanya terjadi ketika partikel virus terhirup setelah menjadi aerosol dari kotoran atau urin tikus.
Dalam kasus yang jarang, penularan juga bisa terjadi melalui gigitan atau cakaran hewan pengerat.
Penyakit yang Ditimbulkan
Hantavirus dapat menyebabkan dua jenis penyakit serius:
1. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)
Penyakit ini biasanya diawali dengan:
- Kelelahan
- Demam
- Nyeri otot
Kemudian berkembang menjadi:
- Sakit kepala
- Pusing
- Menggigil
- Gangguan perut
Jika sudah menyerang sistem pernapasan, tingkat kematiannya mencapai sekitar 38%.
2. Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)
Jenis ini lebih parah dan terutama menyerang ginjal, dengan gejala lanjutan seperti:
- Tekanan darah rendah
- Perdarahan internal
- Gagal ginjal akut
Seberapa Banyak Kasus di Dunia?
Diperkirakan terdapat sekitar 150.000 kasus HFRS setiap tahun secara global, terutama di Eropa dan Asia, berdasarkan laporan National Institutes of Health. Lebih dari separuh kasus biasanya terjadi di China.
Di Amerika Serikat, sejak pemantauan hantavirus dimulai pada 1993 hingga 2023, tercatat 890 kasus.
Salah satu jenis hantavirus, yaitu Seoul virus—yang dibawa oleh tikus cokelat—ditemukan di berbagai belahan dunia, termasuk AS.
Bagaimana Pengobatannya?
Tidak ada pengobatan spesifik untuk infeksi hantavirus.
Penanganan yang dilakukan bersifat suportif, meliputi:
- Terapi oksigen
- Ventilator mekanis
- Obat antivirus
- Dialisis (pada kasus tertentu)
Pasien dengan gejala berat biasanya harus dirawat di unit perawatan intensif (ICU), dan dalam kondisi kritis dapat memerlukan bantuan pernapasan melalui intubasi.
Cara Pencegahan
Untuk mengurangi risiko infeksi, Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan:
- Menghindari kontak dengan hewan pengerat
- Menutup celah di rumah (terutama di loteng atau basement)
- Menggunakan alat pelindung saat membersihkan kotoran tikus
Kasus Terbaru yang Pernah Terjadi
Pada Februari 2025, Betsy Arakawa—istri aktor pemenang Oscar Gene Hackman—meninggal dunia akibat penyakit pernapasan yang terkait dengan hantavirus.
Penyelidik medis menyimpulkan bahwa ia kemungkinan terinfeksi HPS, jenis yang paling umum di AS. Sarang dan bangkai tikus ditemukan di area bangunan sekitar rumahnya.
Catatan kepolisian juga menunjukkan bahwa Arakawa sempat mencari informasi tentang gejala flu dan Covid sebelum meninggal dunia.
Kasus di kapal pesiar ini kembali menyoroti bahaya hantavirus, terutama di lingkungan tertutup dengan potensi paparan hewan pengerat. Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan sumber dan skala penyebaran wabah tersebut.
