Penumpang terakhir dan sebagian awak kapal pesiar Belanda yang menjadi pusat wabah hantavirus kini telah meninggalkan kapal setelah turun di Pelabuhan Granadilla, Tenerife tenggara, Spanyol.
Puluhan penumpang dari berbagai negara mulai kembali ke negara masing-masing.
Tiga orang — pasangan asal Belanda dan seorang perempuan Jerman — meninggal dunia setelah melakukan perjalanan dengan kapal tersebut. Dua di antaranya dipastikan terinfeksi virus hantavirus.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejauh ini melaporkan total sembilan kasus, terdiri dari tujuh kasus terkonfirmasi dan dua kasus dugaan.
Seorang warga Amerika Serikat dan seorang warga Prancis yang telah pulang ke negara masing-masing juga dinyatakan positif, sementara seorang warga Spanyol masih berstatus suspek.
Berikut langkah yang diambil berbagai negara dalam menangani wabah tersebut:
Inggris
Sebanyak 20 warga Inggris, satu warga Jerman yang tinggal di Inggris, dan satu penumpang asal Jepang tiba di Rumah Sakit Arrowe Park di Merseyside, Inggris barat laut, pada Minggu malam.
Mereka akan menjalani observasi medis dan tes rutin selama 72 jam sebelum diperbolehkan pulang dan menjalani isolasi mandiri selama 42 hari.
Rombongan diterbangkan ke Bandara Manchester menggunakan pesawat carteran, dengan Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) menyatakan “langkah pengendalian infeksi yang ketat” diterapkan selama perjalanan.
Menteri Kesehatan Masyarakat Inggris, Sharon Hodgson, mengatakan tidak ada penumpang yang menunjukkan gejala, namun mereka tetap dipantau secara ketat sebagai bagian dari masa isolasi pencegahan.
“Dengan tidak adanya kasus atau gejala di antara mereka serta pengawasan dan langkah isolasi yang ketat, risiko bagi masyarakat tetap sangat rendah,” ujarnya.
Sebanyak 31 warga Inggris — terdiri dari penumpang dan awak kapal — diketahui ikut dalam pelayaran tersebut. Sebagian telah turun dari kapal sebelum kasus pertama hantavirus dikonfirmasi pada 4 Mei.
Amerika Serikat
Sebanyak 18 penumpang asal Amerika Serikat telah kembali ke negaranya.
Enam belas orang, termasuk satu warga berkewarganegaraan ganda Inggris-AS, menjalani pemeriksaan di University of Nebraska Medical Center di Omaha, sementara dua lainnya berada di Atlanta.
Dua penumpang, termasuk satu orang yang mengalami gejala ringan dan dipulangkan menggunakan unit biokontainmen di pesawat carteran, kini dirawat di pusat penanganan patogen khusus milik Emory University.
Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) menyebut risiko bagi masyarakat umum “sangat, sangat rendah”.
Pejabat HHS, John Knox, mengatakan para penumpang akan menjalani berbagai pemeriksaan kesehatan sebelum menerima rencana penanganan individual, termasuk apakah perlu isolasi mandiri di rumah atau tetap dirawat di fasilitas khusus.
Dokumen dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan isolasi mandiri dan pemantauan selama 42 hari, termasuk pengecekan suhu tubuh setiap hari.
Belanda
Pedoman Uni Eropa serupa dengan kebijakan Inggris, yakni warga yang kembali diminta menjalani pemeriksaan medis oleh tenaga kesehatan terlatih.
Mereka kemudian harus menjalani isolasi mandiri dan memantau gejala selama enam minggu, serta segera mencari bantuan medis bila gejala muncul, menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC).
Di Belanda, warga negara yang meninggalkan kapal MV Hondius pada Minggu diterbangkan ke Eindhoven dan kini menjalani karantina.
Pemerintah mengatakan mereka diantar menggunakan van langsung ke rumah masing-masing, dan akan dihubungi setiap hari oleh petugas kesehatan terkait untuk memastikan gejala dapat segera terdeteksi.
Terdapat 13 warga Belanda — delapan penumpang dan lima awak kapal — di atas kapal saat bersandar di Tenerife.
Spanyol
Empat belas warga Spanyol yang diterbangkan dari Tenerife ke Madrid menjalani karantina wajib di rumah sakit militer di ibu kota.
Salah satu dari mereka dinyatakan positif sementara dalam tes awal, kata Menteri Kesehatan Spanyol Mónica García pada Senin.
“Individu tersebut tetap terisolasi, tanpa gejala, dan dalam kondisi umum yang baik,” ujarnya.
Ia menambahkan 13 penumpang lainnya menunjukkan hasil negatif sementara dan hasil final akan segera diketahui.
Warga Tenerife dan Kepulauan Canary sebelumnya sempat khawatir dengan keberadaan kapal pesiar tersebut. Namun WHO menegaskan risiko penularan luas tetap rendah “karena cara kerja virus ini”.
Penumpang dan awak kapal dipindahkan melalui Pelabuhan Granadilla yang jauh dari kawasan permukiman.
Prancis
Prancis mengonfirmasi kasus hantavirus pertamanya setelah seorang warga negara Prancis mengalami gejala saat berada di penerbangan carteran dari Tenerife ke Paris.
Menteri Kesehatan Prancis Stéphanie Rist mengatakan perempuan tersebut sedang menjalani isolasi di Paris dan kondisinya memburuk. Sebanyak 22 kontak erat telah dilacak.
Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu sebelumnya mengatakan lima warga Prancis yang kembali dari Spanyol akan “segera ditempatkan dalam isolasi ketat hingga pemberitahuan lebih lanjut”.
Jerman
Otoritas kesehatan Jerman mengatakan empat orang tiba di negara itu semalam dan dipantau di unit isolasi Rumah Sakit Universitas Frankfurt.
Kementerian Kesehatan Jerman menyebut keempatnya belum menunjukkan gejala dan sedang dipindahkan ke rumah masing-masing di Berlin, Baden-Württemberg, Bavaria, dan Schleswig-Holstein.
Mereka akan “dipantau secara ketat dan terus-menerus” terhadap munculnya gejala.
Kanada
Sebanyak enam warga Kanada berada di kapal tersebut.
Empat orang kembali ke British Columbia pada Minggu menggunakan penerbangan carteran dari Tenerife.
Mereka belum menunjukkan gejala, namun tetap menjalani isolasi mandiri minimal 21 hari sebagai langkah pencegahan. Badan Kesehatan Masyarakat Kanada menyatakan masa itu dapat diperpanjang menjadi 42 hari mengingat masa inkubasi hantavirus.
Gejala diketahui bisa muncul dalam rentang satu hingga delapan minggu.
Dua warga Kanada lainnya — pasangan suami istri — menjalani isolasi mandiri di Ontario. Menteri Kesehatan Sylvia Jones mengatakan keduanya belum menunjukkan gejala.
Swiss
Seorang pria yang turun dari kapal di Saint Helena dinyatakan positif hantavirus setelah kembali ke Swiss.
Warga Swiss tersebut kini menjalani perawatan, sementara istrinya yang ikut bepergian belum menunjukkan gejala namun tetap menjalani isolasi mandiri sebagai tindakan pencegahan.
Kantor Federal Kesehatan Masyarakat Swiss menyebut risiko bagi publik tetap rendah.
Argentina
Penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui asal mula wabah dan apakah virus berasal dari Argentina, titik awal perjalanan kapal.
WHO sebelumnya menyatakan dua kasus pertama sempat melakukan perjalanan ke Argentina, Chile, dan Uruguay dalam tur pengamatan burung yang mencakup wilayah habitat tikus pembawa virus.
Sejumlah pejabat Argentina menyebut hal itu sebagai hipotesis utama, meski belum ada kepastian.
Varian Andes dari hantavirus yang memicu wabah ini memang paling banyak ditemukan di Argentina dan Chile.
Filipina
Sebanyak 38 awak kapal MV Hondius berasal dari Filipina.
Hingga kini belum ada kasus hantavirus yang tercatat di negara tersebut, dan otoritas menyebut risiko penularan tetap “sangat rendah”.
