Apakah Married at First Sight UK sebenarnya merupakan “bom waktu” yang sejak awal menunggu untuk meledak?
Pertanyaan besar itu mencuat setelah tiga perempuan peserta acara tersebut melontarkan tuduhan serius berupa pemerkosaan dan kekerasan seksual.
Kasus ini memunculkan sejumlah isu lebih luas, termasuk apakah polisi akan membuka penyelidikan—sementara Departemen Kebudayaan, Media, dan Olahraga Inggris menyatakan tuduhan tersebut “harus diselidiki”—serta apakah regulator media Ofcom akan meninjau lebih jauh sistem perlindungan peserta dalam acara reality show.
Secara lebih umum, kasus ini juga memicu perdebatan apakah aturan perlindungan dan kesejahteraan peserta di industri televisi Inggris sudah cukup kuat.
Tuduhan tersebut menempatkan Channel 4 di bawah sorotan, bukan hanya terkait prosedur perlindungan peserta, tetapi juga kondisi finansial dan bahkan masa depannya di tengah penurunan pendapatan iklan yang melanda industri media.
CPL Productions, perusahaan produksi di balik acara populer yang rutin ditonton lebih dari tiga juta orang itu, juga menghadapi tekanan besar dengan banyak pertanyaan yang masih belum terjawab.
Channel 4 mengatakan telah memerintahkan peninjauan eksternal terhadap sistem kesejahteraan di acara tersebut bulan lalu “setelah menerima tuduhan serius terkait pelanggaran”.
Sementara itu, CPL menyatakan protokol perlindungan peserta mereka merupakan yang “terdepan di industri” dan menegaskan perusahaan telah bertindak secara tepat dalam seluruh kasus tersebut.
Sejak investigasi Panorama ditayangkan, BBC mengaku dihubungi langsung oleh sejumlah mantan peserta Married at First Sight UK yang menyampaikan kekhawatiran mereka.
Di media sosial, beberapa mantan peserta menyatakan dukungan kepada para perempuan yang berbicara dan menyerukan tindakan lebih lanjut, meski ada pula yang mengatakan pengalaman mereka di acara itu berlangsung positif.
Apa yang diketahui pihak produksi dan kapan mereka mengetahuinya?
Menurut para perempuan yang melapor, sebagian tuduhan sebenarnya telah disampaikan selama atau tak lama setelah proses syuting berlangsung. Namun episode acara tetap ditayangkan.
Para kritikus mempertanyakan apakah peringatan tersebut ditindaklanjuti dengan cukup cepat.
Channel 4 mengatakan bahwa ketika muncul kekhawatiran terkait kesejahteraan peserta, “tindakan cepat dan tepat telah diambil berdasarkan informasi yang tersedia saat itu”, serta “membantah keras” tuduhan sebaliknya.
Stasiun televisi itu juga menyebut baru mengetahui adanya tuduhan pemerkosaan setelah serial tersebut tayang, sehingga “tidak tepat mengkritik keputusan yang diambil Channel 4 dan CPL berdasarkan informasi yang belum mereka miliki pada saat itu”.
Apakah format acara mendorong situasi tidak aman?
Pada 2021, Married at First Sight UK mengubah formatnya dengan menambahkan pesta makan malam, lebih banyak interaksi sosial, dan konsumsi alkohol dibanding format dokumenter sebelumnya.
Perubahan itu memicu pertanyaan apakah konsep acara tersebut justru memperbesar risiko dalam program yang oleh para pengkritik dianggap sejak awal memiliki potensi bahaya bawaan.
Ketua Komite Kebudayaan, Media, dan Olahraga Inggris, Caroline Dinenage, menggambarkan situasinya sebagai sesuatu yang “terasa seperti kecelakaan yang menunggu terjadi” ketika dua orang diharapkan langsung berbagi tempat tidur dan kehidupan segera setelah bertemu.
Seberapa efektif sistem perlindungan peserta?
CPL menyebut prosedur perlindungan mereka sebagai “standar emas”, sementara Channel 4 mengatakan acara tersebut memiliki sistem kesejahteraan yang “kuat”, termasuk pemeriksaan latar belakang, pemantauan harian, dan dukungan psikologis.
Namun jika para mantan peserta merasa perlindungan itu gagal melindungi mereka, muncul pertanyaan apakah sistem pengamanan apa pun benar-benar mampu mencegah kekerasan dalam format acara semacam itu.
Mantan menteri perlindungan Inggris, Jess Phillips, mengatakan Married at First Sight bukan hanya “penuh risiko”, tetapi juga menghadirkan persoalan serius terkait kebebasan memilih dan persetujuan ketika kontrak serta ekspektasi produksi ikut bermain.
Ia juga menyoroti hambatan bagi korban untuk melapor akibat rasa malu dan ketakutan.
Menurut Phillips, tampaknya “bahkan ketika prosedur kesejahteraan dijalankan, hal itu tidak menghasilkan tindakan substantif dan tidak menunjukkan adanya rasa ingin tahu lebih lanjut”.
CEO Channel 4, Priya Dogra, menegaskan bahwa ketika muncul kekhawatiran terkait kesejahteraan peserta, Channel 4 bertindak “cepat, tepat, sensitif, dan menempatkan kesejahteraan sebagai prioritas utama”.
Apakah respons Channel 4 dinilai keliru?
Sebelumnya, Channel 4 mengatakan bahwa tuduhan tersebut “sepenuhnya belum terbukti”, sementara Dogra menyampaikan “simpati” kepada korban dugaan pemerkosaan dan hubungan seksual tanpa persetujuan.
Ia juga mengatakan telah memulai investigasi setelah membagikan laporan mereka kepada Channel 4 bulan lalu.
Situasi ini menjadi sorotan karena Channel 4 sebelumnya dikenal agresif membongkar tuduhan kekerasan seksual, termasuk melalui dokumenter nominasi BAFTA, Russell Brand: In Plain Sight.
Brand sendiri kemudian didakwa dalam sejumlah kasus pemerkosaan dan kekerasan seksual, yang semuanya ia bantah.
Dalam kasus Married at First Sight UK, Channel 4 diperkirakan akan sangat berhati-hati secara hukum mengenai apa yang bisa mereka sampaikan karena tuduhan tersebut belum terbukti dan disebut dibantah oleh para pria yang terlibat.
Namun bagi sebagian pihak, sekadar menyampaikan “simpati” dianggap tidak cukup.
Akankah acara dibatalkan?
Musim terbaru Married at First Sight UK—yang menjadi musim ke-11—sebenarnya sudah selesai direkam dan dijadwalkan tayang pada musim gugur tahun ini.
Para produser tentu mempertimbangkan peserta yang telah meluangkan waktu mengikuti acara dan berharap memperoleh popularitas dari program tersebut.
Namun tekanan terhadap musim terbaru terus meningkat, terutama setelah sponsor utama acara menghentikan sementara keterlibatannya.
Jika acara itu benar-benar dihentikan, muncul pertanyaan besar mengenai program pengganti yang mampu menarik penonton muda sekaligus menghasilkan lebih dari 30 jam tayangan setiap musim.
Seberapa penting Married at First Sight UK bagi keuangan Channel 4?
Kasus ini juga kembali menyoroti kondisi rapuh media layanan publik yang selama ini bergantung pada pendapatan iklan—sektor yang mengalami penurunan tajam dalam beberapa tahun terakhir.
Titik terendah Channel 4 terjadi pada 2023 ketika laporan keuangannya menunjukkan defisit sebesar £52 juta.
Perusahaan kini mencoba beralih ke platform digital, tetapi seperti banyak perusahaan media lain, monetisasi pendapatan digital dinilai jauh lebih sulit dibanding model iklan tradisional.
Laporan keuangan terbaru Channel 4 dijadwalkan dipublikasikan pada Rabu.
