China pada Rabu mengonfirmasi akan membeli 200 pesawat milik Boeing dan bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk menurunkan tarif perdagangan, sekaligus memperjelas sejumlah hasil dari kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing pekan lalu.
Kesepakatan yang berpotensi mengakhiri pembekuan penjualan pesawat Boeing ke China selama hampir satu dekade itu diumumkan oleh Kementerian Perdagangan China pada Rabu.
Kementerian tersebut juga menyatakan bahwa AS dan China tengah bernegosiasi untuk memperpanjang gencatan perang dagang yang dijadwalkan berakhir pada November.
Kedua negara juga disebut akan membahas kerangka kerja pengurangan tarif timbal balik terhadap barang senilai sekitar US$30 miliar.
Pernyataan Kementerian Perdagangan China sejalan dengan ekspektasi yang sebelumnya disampaikan pejabat pemerintahan Trump pada Jumat lalu, setelah berakhirnya pertemuan puncak dua hari di Beijing antara Trump dan Presiden China Xi Jinping.
Kunjungan tersebut menjadi pertemuan pertama antara pemimpin AS dan Xi sejak 2017, ketika Trump terakhir kali datang ke Beijing. Pertemuan itu dipandang sebagai momentum penting untuk meredakan ketegangan dan menstabilkan kebijakan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia.
China juga mengatakan akan bekerja sama dengan AS untuk memperluas perdagangan dua arah produk pertanian serta menjaga stabilitas pasokan logam tanah jarang dalam rantai pasok global, meski belum menjelaskan mekanisme detailnya.
Pasar penerbangan terbesar kedua dunia
Meski China belum merinci kapan pembelian dilakukan dan jenis pesawat apa yang akan dibeli, kesepakatan Boeing menjadi salah satu hasil paling konkret dari pertemuan Trump-Xi yang sangat dinantikan.
Namun saham Boeing justru turun setelah Trump pertama kali mengumumkan rencana penjualan tersebut pada Kamis lalu. Pasalnya, jumlah 200 pesawat dianggap lebih rendah dari ekspektasi pasar yang memperkirakan potensi kesepakatan hingga 500 unit.
Saat kunjungan Trump sebelumnya ke Beijing, AS sempat mengumumkan kesepakatan penjualan 300 pesawat Boeing ke China, namun sebagian besar rencana itu akhirnya gagal terealisasi.
Penjualan pesawat komersial Boeing ke China mulai tersendat setelah Trump memulai perang dagang dengan Beijing pada masa jabatan pertamanya pada 2017.
Kebuntuan semakin dalam setelah China menjadi negara pertama yang melarang operasional pesawat Boeing 737 Max pada 2019 menyusul dua kecelakaan fatal yang melibatkan model tersebut.
China merupakan pasar penerbangan terbesar kedua di dunia.
Pada 2024, Boeing memperkirakan maskapai-maskapai China akan membutuhkan hampir 9.000 pesawat baru dalam dua dekade mendatang.
Namun sejak 2018, Boeing hanya berhasil menjual 49 pesawat ke China—sebagian besar berupa pesawat kargo. Jumlah itu sangat kecil dibanding lebih dari 1.000 pesawat Boeing yang terjual ke pelanggan China dalam sepuluh tahun sebelumnya.
Menurut kedua pihak, AS dan China masih berupaya memfinalisasi pembentukan dewan perdagangan dan dewan investasi baru guna memfasilitasi kerja sama ekonomi bilateral.
Selama berada di Beijing, Trump juga mengundang Xi Jinping untuk berkunjung ke Amerika Serikat pada September mendatang.
