Jonathan Andic, putra mendiang pendiri raksasa mode Spanyol Mango, ditangkap pada Selasa terkait kematian ayahnya pada 2024.
Isak Andic, yang mendirikan Mango pada pertengahan 1980-an, meninggal dunia pada usia 71 tahun setelah terjatuh ke jurang sedalam sekitar 320 kaki pada Desember 2024 saat mendaki bersama putranya di dekat Barcelona.
Penahanan Jonathan Andic dikonfirmasi oleh Mossos d’Esquadra, kepolisian wilayah Catalonia, Spanyol. Jonathan saat ini menjabat sebagai wakil ketua dewan direksi Mango.
Juru bicara Pengadilan Tinggi Barcelona mengatakan dalam pernyataan pada Selasa bahwa kasus tersebut kini diselidiki sebagai pembunuhan.
Awalnya polisi menganggap kematian Isak Andic sebagai kecelakaan dan sempat menutup kasus itu pada awal 2025 sebelum kembali membukanya pada Maret tahun yang sama.
Associated Press melaporkan Jonathan Andic merupakan satu-satunya saksi dalam insiden tersebut.
Juru bicara keluarga Andic mengatakan kepada Reuters bahwa keluarga yakin Jonathan Andic tidak bersalah dan saat ini bekerja sama penuh dengan pihak berwenang.
belum dapat memverifikasi langsung pernyataan keluarga tersebut dan telah menghubungi Mango untuk meminta komentar.
Jonathan Andic muncul di pengadilan Martorell, di luar Barcelona, pada Selasa. Hakim menetapkan uang jaminan sebesar €1 juta atau sekitar US$1,16 juta, yang menurut juru bicara pengadilan “sudah dibayarkan”.
Hakim juga memerintahkan Jonathan menyerahkan paspornya dan mewajibkannya melapor ke pengadilan setiap pekan.
Lahir di Turki, Isak Andic mendirikan Mango pada 1984 dan mengubahnya menjadi salah satu perusahaan mode terbesar dunia sekaligus pemain utama industri fesyen Spanyol bersama Zara milik Inditex.
Perusahaan tersebut mencatat pertumbuhan dua digit tahun lalu dengan penjualan mencapai €3,8 miliar atau sekitar US$4,4 miliar.
Menurut Forbes, kekayaan Isak Andic saat meninggal diperkirakan mencapai US$4,5 miliar.
Keluarga Andic mengendalikan mayoritas kepemilikan Mango, dengan Jonathan Andic dan dua saudara perempuannya memegang 95 persen saham perusahaan, menurut Reuters.
Sementara itu, CEO Mango Toni Ruiz, yang menjadi ketua perusahaan pada 2025 setelah kematian Isak Andic, memiliki sisa 5 persen saham perusahaan.
