Kemenangan Abdul El-Sayed dalam pemilihan pendahuluan (primary) Senat Partai Demokrat di negara bagian Michigan mengirimkan gelombang kejut hingga ke jajaran pimpinan Partai Demokrat di tingkat nasional.
Di tengah situasi ketika Partai Republik diperkirakan menghadapi tantangan elektoral yang cukup besar, para pemilih Demokrat justru memilih memberi kesempatan kepada sosok progresif berhaluan kiri. Hasil itu meningkatkan taruhan dalam pemilihan Senat pada November mendatang yang berpotensi menentukan siapa yang akan menguasai Senat Amerika Serikat.
Pertanyaan besarnya kini adalah apakah cara El-Sayed membangkitkan antusiasme basis pemilih Demokrat dan memanfaatkan kemarahan mereka juga akan efektif menarik pemilih dalam pemilu umum. Selain itu, muncul pula pertanyaan apakah kandidat Demokrat yang secara terbuka mengusung agenda politik kiri dapat memenangkan pemilu di negara bagian yang dikenal sebagai medan pertarungan utama atau swing state.
Pimpinan Partai Demokrat yang sebelumnya mendukung lawannya tentu berharap jawabannya adalah ya.
Hasil pemilihan pendahuluan di lima negara bagian pada Selasa waktu setempat menjadi gambaran suasana politik Amerika Serikat sekitar tiga bulan menjelang pemilu paruh waktu.
Berikut empat pelajaran utama dari hasil tersebut.
Munculnya Tokoh Baru dari Sayap Kiri Demokrat
Kemenangan Abdul El-Sayed dalam pemilihan pendahuluan Demokrat untuk kursi Senat di Michigan sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Selama beberapa pekan terakhir, ia memang unggul cukup nyaman atas anggota DPR AS Haley Stevens dalam berbagai survei.
Meski hasil akhir jauh lebih ketat dibandingkan perkiraan survei, yang kembali memunculkan pertanyaan mengenai akurasi jajak pendapat modern, kemenangan mantan pejabat kesehatan Michigan itu tetap menimbulkan dampak besar di tubuh Partai Demokrat.
El-Sayed, putra pasangan imigran asal Mesir, maju dengan platform politik progresif dan memperoleh dukungan dari sejumlah tokoh liberal terkemuka, seperti Senator Bernie Sanders, Senator Elizabeth Warren, dan anggota DPR Alexandria Ocasio-Cortez.
Sementara itu, Stevens mendapat dukungan dari pimpinan Partai Demokrat di Washington, memiliki rekam jejak sebagai pejabat terpilih di Michigan, serta didukung dana kampanye yang sangat besar, termasuk 32 juta dolar AS (sekitar Rp520 miliar) dari American Israel Public Affairs Committee (AIPAC). Kelompok-kelompok pendukung dari luar kampanye bahkan menggelontorkan dana untuk Stevens dengan perbandingan sembilan banding satu dibanding El-Sayed.
Namun semua itu tidak cukup.
Dalam debat maupun kampanye lapangan, El-Sayed dinilai tampil lebih meyakinkan. Para pemilih Demokrat juga tampak menerima berbagai gagasannya, mulai dari asuransi kesehatan yang dibiayai pemerintah, upaya menurunkan harga obat, pajak lebih tinggi bagi warga kaya, hingga reformasi pendanaan politik.
Slogan kampanyenya, “uang keluar dari politik, uang masuk ke kantong rakyat”, menjadi pesan yang banyak diusung kandidat progresif pada siklus pemilu kali ini.
Pada pemilu November nanti, El-Sayed akan menghadapi mantan anggota DPR dari Partai Republik, Mike Rogers, yang melaju tanpa lawan dalam pemilihan pendahuluan.
Kontestasi tersebut diperkirakan menjadi salah satu ujian terbesar untuk melihat apakah kandidat berhaluan kiri mampu memenangkan pemilu umum di negara bagian yang benar-benar kompetitif.
Karena kemenangan El-Sayed di pemilihan pendahuluan tidak terlalu besar, ia masih memiliki pekerjaan rumah untuk menyatukan Partai Demokrat sebelum pemungutan suara pada November.
Meski tampil kuat di kalangan pemilih liberal berpendidikan tinggi, El-Sayed masih harus merebut dukungan pemilih berpenghasilan rendah yang sebelumnya lebih banyak memilih Stevens, terutama di Detroit dan wilayah pedesaan. Kelompok pemilih inilah yang tampaknya kurang terpotret secara akurat dalam survei sebelum pemilu.
Jika El-Sayed kalah dari Rogers, harapan Demokrat merebut kembali kendali Senat akan terpukul keras. Pasalnya, Partai Republik belum pernah memenangkan pemilihan Senat di Michigan sejak 1994.
Sebaliknya, jika ia menang, hasil itu akan menjadi bukti bagi kubu progresif bahwa kandidat berhaluan kiri juga memiliki peluang besar memenangkan pemilu nasional, termasuk dalam pemilihan presiden 2028, dibandingkan kandidat moderat yang selama ini lebih sering diusung Partai Demokrat.
Posisi Michigan sebagai salah satu negara bagian awal dalam kalender pemilihan pendahuluan presiden Partai Demokrat juga membuat negara bagian ini berpotensi memiliki pengaruh besar dalam menentukan calon presiden partai tersebut.
Sejumlah Demokrat Pendukung Israel Mengalami Kekalahan
Haley Stevens menjadi kandidat paling menonjol yang didukung AIPAC tetapi kalah dalam pemilihan pendahuluan pada Selasa malam.
Dalam kontestasi lain yang tidak terlalu menjadi sorotan, hasilnya lebih beragam.
Di Michigan, kandidat Partai Demokrat Sosialis Donavan McKinney mengalahkan petahana Shri Thanedar yang dikenal sebagai pendukung kuat keberlanjutan bantuan Amerika Serikat kepada Israel. Thanedar menjadi anggota DPR petahana terbaru dari Partai Demokrat yang tersingkir dalam pemilihan pendahuluan.
William Lawrence, yang menyerukan penghentian segera penjualan senjata Amerika Serikat kepada Israel, juga mengalahkan dua kandidat Demokrat moderat di salah satu daerah pemilihan DPR di Michigan yang diperkirakan akan menjadi salah satu wilayah paling kompetitif pada November.
Jika pemilih Demokrat di Michigan, serta dalam sejumlah pemilihan sebelumnya di New York dan Colorado, mulai menjauh dari politisi yang mendukung Israel, situasi berbeda justru terlihat di Missouri dan Washington.
Di Washington, anggota DPR Marie Gluesenkamp Perez, yang mendukung bantuan militer kepada Israel, dengan mudah mengalahkan penantang dari sayap kiri. Ia merupakan salah satu dari sedikit anggota DPR Demokrat yang mewakili daerah pemilihan yang dimenangkan Donald Trump pada pemilu 2024, sehingga diperkirakan menjadi target utama Partai Republik pada November.
Sementara itu, di salah satu daerah pemilihan yang sangat liberal di Missouri, Wesley Bell menggagalkan upaya Cori Bush untuk kembali ke Kongres. Bush merupakan salah satu pendiri kelompok anggota DPR progresif yang dikenal sebagai “The Squad”. Dua tahun lalu, Bell berhasil mengalahkannya, sebagian karena kritik keras Bush terhadap Israel.
Pemilih Menolak Usulan Partai Republik di Negara Bagian Midwest
Selain pemilihan pendahuluan, terdapat dua pemungutan suara penting yang menunjukkan kecenderungan pemilih terus bergerak ke arah Partai Demokrat.
Di Missouri, pemilih secara telak menolak usulan yang akan mempersulit perubahan konstitusi negara bagian melalui inisiatif warga.
Dalam beberapa tahun terakhir, mekanisme tersebut digunakan untuk mendorong berbagai kebijakan yang didukung Demokrat tetapi sulit lolos di parlemen negara bagian yang dikuasai Partai Republik, seperti perlindungan hak aborsi dan kenaikan upah minimum.
Sementara itu, di Kansas, pemilih juga menolak usulan yang mewajibkan hakim Mahkamah Agung negara bagian dipilih langsung melalui pemilu. Saat ini, mereka ditunjuk oleh gubernur bersama sebuah komisi yang beranggotakan para pengacara.
Pada 2024, Mahkamah Agung Kansas memutuskan bahwa hak atas aborsi dilindungi oleh konstitusi negara bagian. Partai Republik menilai putusan tersebut tidak mencerminkan kehendak masyarakat.
Kedua usulan tersebut didorong oleh Partai Republik di tingkat negara bagian, tetapi sama-sama ditolak dengan selisih suara yang cukup besar.
Dukungan Donald Trump Masih Berpengaruh
Malam pemilihan juga menjadi kabar baik bagi sejumlah kandidat Partai Republik yang mendapat dukungan Presiden Donald Trump.
John James memenangkan pencalonan Partai Republik untuk pemilihan gubernur Michigan meski lawannya menghabiskan dana kampanye jauh lebih besar. Trump tidak hanya memberikan dukungan resmi, tetapi juga tampil bersama James dalam acara kampanye pekan lalu.
Di Kansas, para pemilih Republik memilih kandidat gubernur yang didukung Trump di tengah persaingan banyak kandidat.
Sementara itu, di negara bagian Washington, Amanda McKinney, kandidat pilihan Trump untuk menggantikan anggota DPR dari Partai Republik Dan Newhouse yang pensiun, juga berhasil finis di posisi pertama.
Newhouse yang berusia 71 tahun dikenal sebagai salah satu dari dua anggota DPR Partai Republik terakhir yang memilih memakzulkan Trump setelah kerusuhan di Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021.
Karena daerah pemilihan tersebut merupakan basis kuat Partai Republik, McKinney difavoritkan mengalahkan kandidat Demokrat pada November. Jika itu terjadi, fraksi Partai Republik di DPR diperkirakan akan semakin bergeser ke arah konservatif. Hasil tersebut juga menjadi bukti terbaru bahwa politisi Republik moderat seperti Newhouse semakin langka.
Meski demikian, Trump tidak selalu berhasil memenangkan semua pertarungan.
Di Michigan, Thomas Smith justru mengalahkan Amir Hassan, mantan aparat penegak hukum yang mendapat dukungan Trump dan sempat tampil bersamanya di panggung kampanye. Ironisnya, Smith berhasil menang meski telah mengundurkan diri dari pencalonan bulan lalu, sementara namanya tetap tercantum dalam surat suara.
