Provinsi British Columbia, Kanada, menggugat OpenAI atas dugaan kegagalan perusahaan melaporkan interaksi pengguna ChatGPT yang dinilai mengkhawatirkan kepada pihak berwenang sebelum terjadinya penembakan massal di Tumbler Ridge.
Perusahaan tersebut sebelumnya telah meminta maaf karena tidak menandai akun Jessie Van Rootselaar kepada aparat penegak hukum sebelum remaja berusia 18 tahun itu membunuh delapan orang, termasuk enam anak-anak, pada Februari.
Jaksa Agung British Columbia Niki Sharma mengatakan gugatan yang diajukan ke pengadilan federal Amerika Serikat pada Senin itu menimbulkan pertanyaan tentang “tanggung jawab perusahaan teknologi ketika mereka mengetahui adanya ancaman kredibel berupa kekerasan serius”.
Keluarga para korban yang tewas atau terluka dalam penembakan tersebut juga telah mengajukan gugatan terpisah terhadap OpenAI.
Laporan media mengungkap bahwa aktivitas Van Rootselaar di ChatGPT telah ditandai oleh tim keamanan OpenAI beberapa bulan sebelum serangan karena merujuk pada kekerasan bersenjata. Namun, perusahaan tidak memberi tahu pihak berwenang setempat.
Pada April, CEO OpenAI Sam Altman meminta maaf kepada keluarga para korban.
“Saya sangat menyesal karena kami tidak memberi tahu penegak hukum,” tulis Altman dalam surat terbuka.
“Sampai saat ini, OpenAI belum mengambil langkah yang berarti untuk menangani kekhawatiran yang disampaikan para penyintas, keluarga korban, dan komunitas Tumbler Ridge,” kata Sharma dalam sebuah pernyataan.
“Perusahaan masih memiliki kesempatan untuk menunjukkan akuntabilitas dengan memperkuat perlindungan, meningkatkan transparansi, dan mengambil langkah konkret untuk membantu mencegah tragedi serupa di masa depan.”
Berbicara kepada wartawan pada Senin, Sharma mengatakan dirinya belum membaca isi percakapan Van Rootselaar di ChatGPT.
“Kami telah meminta OpenAI untuk mengungkap percakapan tersebut. Mereka menolak. Kita semua seharusnya bertanya kepada mereka: Mengapa?” katanya
Menurut AFP, Sharma mengatakan gugatan tersebut diajukan di California karena keputusan yang diduga diambil OpenAI untuk tidak melaporkan akun ChatGPT milik pelaku terjadi di negara bagian Amerika Serikat tersebut.
Sharma mengatakan kepada wartawan bahwa jika provinsi tersebut memperoleh ganti rugi finansial melalui gugatan itu, dana tersebut akan digunakan untuk membangun kembali sekolah menengah yang terdampak.
