Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Xi Jinping Perketat Disiplin Partai, China Catat Rekor 33 Pejabat Dipecat

    30/10/2026

    Pemimpin Hong Kong Minta Maaf atas Kebakaran Gedung yang Tewaskan 168 Orang

    30/10/2026

    Pelaku Penembakan di Pinggiran Paris Akui Sasar Warga Muslim dan Keturunan Afrika

    30/10/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Pemimpin Hong Kong Minta Maaf atas Kebakaran Gedung yang Tewaskan 168 Orang

      30/10/2026

      Pelaku Penembakan di Pinggiran Paris Akui Sasar Warga Muslim dan Keturunan Afrika

      30/10/2026

      Kontroversi Meme Mao Zedong Paksa Mbappé Minta Maaf, Sensor Internet China Picu Kebingungan

      30/10/2026

      Rumah Berhantu di Jepang Diburu Pembeli, Harga Sewa Bisa Lebih Murah Hampir 30 Persen

      29/10/2026

      Penumpang Berlumuran Darah dan Syok, Perjalanan Kereta Cepat di Spanyol Berakhir dengan Tragedi

      29/10/2026
    • TEKNOLOGI

      Anak Makin Jauh dari Orang Tua, Startup di India Hadirkan Layanan Perawatan Lansia

      30/10/2026

      Binance Bekukan Aset Kripto Senilai Rp50 Triliun di Tengah Dugaan Peretasan

      30/10/2026

      Laba Microsoft Melonjak hingga US$36,6 Miliar, Beberapa Hari Setelah Umumkan PHK Massal

      29/10/2026

      IPO Jio Senilai Rp52 Triliun Bisa Akhiri Era Internet Seluler Murah di India

      28/10/2026

      Apple Ganti iPhone Duo yang Bermasalah, Layar Ponsel Lipat Alami Kerusakan Beberapa Hari setelah Diluncurkan

      27/10/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Ekonomi & Pasar»Bisnis»Binance Bekukan Aset Kripto Senilai Rp50 Triliun di Tengah Dugaan Peretasan
    Bisnis

    Binance Bekukan Aset Kripto Senilai Rp50 Triliun di Tengah Dugaan Peretasan

    joveBy jove30/10/2026No Comments3 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Raksasa perdagangan mata uang kripto Binance mengatakan pada Kamis bahwa pihaknya telah membekukan aset digital senilai sekitar US$3 miliar (sekitar Rp49,5 triliun) untuk mencegah pencurian selama penyelidikan atas dugaan masalah keamanan berlangsung.

    Dalam serangkaian pemberitahuan yang disampaikan secara daring, perusahaan tersebut mengatakan seluruh aktivitas penyetoran dan penarikan dana untuk sementara dihentikan selama timnya melakukan pemeriksaan keamanan. Binance juga menegaskan akan menanggung seluruh kerugian yang timbul.

    Dua platform kripto besar lainnya, Tether dan Circle, juga menyatakan telah membekukan aset dengan nilai total sekitar US$2,4 miliar (sekitar Rp39,6 triliun) sebagai respons terhadap dugaan peretasan yang melibatkan Binance.

    Binance belum mengungkapkan jumlah dana yang kemungkinan telah dicuri. Namun, sejumlah pakar kripto memperkirakan nilainya mencapai lebih dari US$5 miliar (sekitar Rp82,5 triliun).

    Insiden keamanan tersebut berkaitan dengan Binance.com. Sementara itu, Binance.US, platform perdagangan kripto yang jauh lebih kecil dan secara khusus melayani penduduk Amerika Serikat, menyatakan tidak terdampak oleh masalah tersebut.

    “Ini memang terlihat seperti sebuah peretasan,” kata mantan CEO Binance, Changpeng Zhao, melalui platform X.

    Zhao, yang juga dikenal dengan nama CZ, sudah tidak lagi mengelola perusahaan tersebut, tetapi masih menjadi salah satu pemegang saham utamanya.

    Perusahaan penasihat aset digital Glassnode memperkirakan peretasan tersebut melibatkan aset kripto senilai total US$5,3 miliar (sekitar Rp87,5 triliun).

    Sementara itu, perusahaan analisis blockchain yang berbasis di New York, Chainalysis, memperkirakan lebih dari US$5,9 miliar (sekitar Rp97,4 triliun) telah dicuri.

    Nilai tersebut hampir empat kali lipat dibandingkan jumlah aset kripto yang dicuri dari bursa kripto Bybit yang berbasis di Dubai pada 2025. Insiden tersebut menjadi salah satu peretasan terbesar dalam sejarah dan dikaitkan dengan kelompok peretas yang memiliki hubungan dengan Korea Utara.

    Binance mengatakan jumlah dana yang dibekukan masih berpotensi meningkat. Tim perusahaan saat ini bekerja sama erat dengan aparat penegak hukum dan mitra lainnya untuk melacak serta menyita aset tambahan yang berkaitan dengan insiden tersebut.

    “Kami bekerja sepanjang waktu dan akan membagikan laporan lengkap mengenai insiden ini setelah penyelidikan selesai. Harap hanya mengandalkan saluran resmi Binance untuk mendapatkan informasi terbaru,” kata perusahaan tersebut. Binance juga menegaskan bahwa dana para penggunanya tetap aman.

    Binance merupakan bursa mata uang kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan harian.

    Harga Bitcoin turun sekitar 5% setelah pemberitahuan mengenai insiden tersebut disampaikan. Harga sejumlah mata uang kripto utama lainnya, termasuk Ethereum dan Solana, juga mengalami penurunan tajam.

    CEO Circle, Jeremy Allaire, mengatakan perusahaannya terus memantau secara saksama laporan mengenai kemungkinan eksploitasi keamanan yang melibatkan Binance. Circle telah membekukan aset senilai lebih dari US$800 juta (sekitar Rp13,2 triliun) yang berkaitan dengan insiden tersebut.

    Circle merupakan penerbit sekaligus salah satu pencipta USDC, salah satu mata uang kripto terbesar di dunia yang nilainya dipatok terhadap dolar AS.

    CEO Tether, Paolo Ardoino, mengatakan perusahaannya telah membekukan aset senilai sekitar US$1,6 miliar (sekitar Rp26,4 triliun) yang “berkaitan dengan kemungkinan peretasan bursa Binance”.

    “Melindungi industri dan mitra kami merupakan prioritas utama,” kata Ardoino. Perusahaannya merupakan penerbit mata uang kripto yang dikenal dengan nama USDT.

    Sejumlah pengamat industri kripto sebenarnya telah menyampaikan kekhawatiran mengenai kemungkinan peretasan Binance beberapa jam sebelum bursa tersebut mengonfirmasi adanya masalah keamanan.

    Binance didirikan oleh Zhao di China pada 2017. Platform ini memungkinkan pengguna memperdagangkan berbagai aset digital dan diperkirakan memiliki lebih dari 300 juta pengguna terdaftar di seluruh dunia.

    Bursa tersebut juga telah menjadi sasaran pengawasan regulator di berbagai negara.

    Pada 2024, Binance menyatakan memiliki aset dalam pengelolaan (assets under custody) senilai lebih dari US$160 miliar (sekitar Rp2.640 triliun).

    crypto keuangan teknologi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Lain Lain

    Xi Jinping Perketat Disiplin Partai, China Catat Rekor 33 Pejabat Dipecat

    30/10/2026
    Bencana

    Pemimpin Hong Kong Minta Maaf atas Kebakaran Gedung yang Tewaskan 168 Orang

    30/10/2026
    Budaya

    Pelaku Penembakan di Pinggiran Paris Akui Sasar Warga Muslim dan Keturunan Afrika

    30/10/2026
    Gaya Hidup

    Anak Makin Jauh dari Orang Tua, Startup di India Hadirkan Layanan Perawatan Lansia

    30/10/2026
    Budaya

    Kontroversi Meme Mao Zedong Paksa Mbappé Minta Maaf, Sensor Internet China Picu Kebingungan

    30/10/2026
    Bisnis

    Laba Microsoft Melonjak hingga US$36,6 Miliar, Beberapa Hari Setelah Umumkan PHK Massal

    29/10/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Xi Jinping Perketat Disiplin Partai, China Catat Rekor 33 Pejabat Dipecat

    30/10/2026

    Pemimpin Hong Kong Minta Maaf atas Kebakaran Gedung yang Tewaskan 168 Orang

    30/10/2026

    Pelaku Penembakan di Pinggiran Paris Akui Sasar Warga Muslim dan Keturunan Afrika

    30/10/2026

    Anak Makin Jauh dari Orang Tua, Startup di India Hadirkan Layanan Perawatan Lansia

    30/10/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.