Dr. Stephen Kornfeld naik ke kapal MV Hondius di ujung selatan Argentina bulan lalu dengan harapan menikmati petualangan sekali seumur hidup: menjelajahi hamparan es luas dan pulau-pulau terpencil, serta melihat paus, lumba-lumba, dan penguin dari dekat.
Namun beberapa pekan setelah pelayaran melintasi Samudra Atlantik dimulai, dokter asal Oregon itu justru harus turun tangan merawat penumpang ketika wabah hantavirus mematikan mulai menyebar di kapal dan bahkan membuat dokter kapal jatuh sakit.
“Saya seperti tiba-tiba mengambil peran sebagai dokter kapal,” kata Kornfeld dari atas kapal yang kini tengah menuju Tenerife di Kepulauan Canary, wilayah Spanyol di lepas pantai barat daya Maroko.
WHO pada Kamis mengatakan lima infeksi hantavirus telah teridentifikasi di antara orang-orang yang terkait dengan kapal tersebut dan beberapa kasus lain masih diduga terinfeksi. Organisasi itu juga memperingatkan kemungkinan akan muncul lebih banyak kasus.
Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UK Health Security Agency) pada Jumat menyatakan mereka menemukan satu tambahan kasus suspek pada warga negara Inggris yang saat ini berada di Tristan da Cunha, bagian dari wilayah terpencil Saint Helena di Atlantik Selatan, tempat MV Hondius sempat singgah sebelumnya.
Tiga orang yang berada di kapal itu telah meninggal dunia, termasuk pasangan lansia asal Belanda yang diyakini tertular virus saat berwisata di Argentina sebelum naik kapal pesiar.
Sekitar 146 penumpang dan awak yang masih berada di kapal, termasuk 17 warga Amerika Serikat, sempat menghabiskan beberapa hari berlabuh dekat Praia di Cape Verde, lepas pantai Afrika Barat. Mereka dijadwalkan tiba di Tenerife pada Minggu sebelum melanjutkan perjalanan ke negara masing-masing.
Wabah ini memicu operasi pelacakan kontak global besar-besaran ketika otoritas kesehatan berusaha mengidentifikasi siapa saja yang mungkin terpapar virus langka yang ditularkan hewan pengerat tersebut. Virus ini dapat menyebabkan gagal pernapasan berat.
Meski begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan mereka tidak memperkirakan epidemi serupa Covid-19 akan terjadi dan menekankan belum ada bukti risiko penularan luas.
Kornfeld mengatakan kepada Erin Burnett bahwa ia menawarkan bantuan setelah mendengar salah satu penumpang Hondius jatuh sakit. Penumpang itu, pria Belanda berusia 70 tahun, kemudian meninggal di kapal pada 11 April.
“Dalam 12 hingga 24 jam, mulai terlihat ada sejumlah orang yang sakit dan kondisi mereka makin memburuk,” katanya.
Istri pria Belanda tersebut mengalami “gejala yang tidak spesifik,” kata Kornfeld, termasuk “kebingungan berat dan kelemahan fisik.” Ia dievakuasi dari kapal namun meninggal di rumah sakit di Johannesburg, Afrika Selatan, saat mencoba pulang ke negaranya.
Dua pasien lain, termasuk dokter kapal, mengalami “banyak gejala virus standar,” kata Kornfeld.
“Demam tinggi, kelelahan, tubuh memerah, beberapa masalah gastrointestinal, dan sesak napas.”
“Pada saat itu, keduanya belum terlihat kritis. Tapi yang menakutkan dari hantavirus adalah kondisi pasien bisa berubah dari sakit serius menjadi kritis dengan sangat cepat.”
Dokter kapal dipindahkan ke rumah sakit di Johannesburg bulan lalu dan masih dirawat di unit perawatan intensif, meski WHO menyebut kondisinya mulai membaik.
Tiga penumpang lain telah dievakuasi ke Belanda untuk mendapatkan perawatan. Satu penumpang yang turun lebih awal dari kapal dinyatakan positif hantavirus dan kini dirawat di Zurich.
Wabah ini dikaitkan dengan strain Andes dari hantavirus, virus langka namun berpotensi sangat berbahaya yang dalam beberapa kasus dapat menular antar manusia melalui kontak dekat.
Sekitar 30 penumpang meninggalkan kapal pada akhir bulan lalu sebelum wabah dipahami sepenuhnya, sehingga mempersulit upaya pengendalian penyebaran virus.
Otoritas kesehatan di sejumlah negara termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada kini memantau para penumpang Hondius untuk mendeteksi kemungkinan infeksi. Masa inkubasi hantavirus biasanya berlangsung satu hingga enam minggu sebelum pasien mulai menunjukkan gejala.
Presiden Donald Trump pada Kamis mengatakan wabah hantavirus itu “kami harap sudah sangat terkendali,” dan mengindikasikan pemerintah akan merilis informasi tambahan pada Jumat.
“Banyak orang hebat sedang mempelajarinya. Seharusnya semuanya baik-baik saja,” kata Trump.
Namun anggota DPR Oregon, Janelle Bynum, mengatakan pemerintah federal “gagal melindungi warga yang berada di kapal tersebut” dalam video yang diunggah ke platform X pada Kamis.
Bynum mengatakan ia telah berbicara dengan Kornfeld, yang merupakan konstituennya, dan menyebut belum ada satu pun warga Amerika di kapal yang menerima panduan tentang cara pulang dengan aman.
Ia mendesak CDC dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk “membuat rencana nyata” guna memulangkan mereka.
Kornfeld sendiri mengaku lega para penumpang yang sakit kini sudah dipindahkan dari kapal dan mendapat perawatan medis di rumah sakit.
“Dalam kasus hantavirus, peluang bertahan hidup benar-benar bergantung pada kemampuan mendapatkan perawatan kritis pada waktu yang tepat. Di atas kapal, itu tidak mungkin dilakukan.”
