• AS dan Iran saling melancarkan serangan: Pasukan Amerika Serikat mengatakan mereka menargetkan fasilitas militer Iran yang disebut bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal perang AS di Selat Hormuz. Sementara itu, angkatan bersenjata Iran mengeklaim serangan udara tersebut menghantam wilayah sipil.
• Ancaman Trump: Presiden AS Donald Trump mengatakan gencatan senjata masih berlaku, tetapi memperingatkan bahwa Washington akan “menghancurkan mereka dengan jauh lebih keras dan lebih brutal” jika Iran tidak segera menandatangani kesepakatan. Hingga kini, Iran belum merampungkan responsnya terhadap proposal AS untuk mengakhiri perang.
• UEA diserang: Kementerian Pertahanan menyatakan Uni Emirat Arab saat ini tengah menghadapi serangan dari Iran. Dalam dua bulan terakhir, UEA disebut menerima serangan masuk dari Iran lebih banyak dibanding negara lain mana pun.
Awak kapal Iran dan Pakistan yang disita AS akan dipulangkan
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, mengatakan dirinya telah berbicara dengan mitranya dari Iran dan Singapura terkait pemulangan awak kapal yang disita Amerika Serikat.
Dar meminta bantuan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan untuk memfasilitasi pemulangan “11 pelaut Pakistan dan 20 pelaut Iran yang berada di atas kapal yang disita otoritas AS dan saat ini berada di dekat perairan Singapura,” tulisnya di platform X pada Jumat.
Dar juga berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan mengatakan Islamabad “siap memfasilitasi pemulangan aman warga negara Iran ke Iran melalui Pakistan.”
Dar tidak merinci kapal mana yang ditumpangi para awak tersebut. AS diketahui telah menyita beberapa kapal tanker yang terkena sanksi di Samudra Hindia.
Serangan udara Israel di Lebanon kembali menewaskan warga sipil
Kerusakan akibat serangan udara Israel di Lebanon terus berlanjut pada Kamis, dengan sedikitnya 12 orang tewas dan puluhan lainnya terluka, menurut kementerian kesehatan Lebanon.
Seorang paramedis dan seorang anak termasuk di antara korban tewas dalam 24 jam terakhir akibat serangan udara di sejumlah desa di Lebanon selatan, kata kementerian itu dalam pernyataan yang dirilis Kamis malam.
Rekan paramedis yang tewas di Majdal Selem termasuk di antara 37 orang yang terluka di wilayah tersebut.
Israel dan Hizbullah terus saling melancarkan serangan di Lebanon selatan meski gencatan senjata telah diumumkan sebelumnya.
Putaran ketiga perundingan antara Israel dan Lebanon dijadwalkan berlangsung Kamis dan Jumat pekan depan di Washington DC, menurut pejabat Departemen Luar Negeri AS dan seorang sumber Israel.
Kamala Harris kecam perang Iran Trump: “Semua ini omong kosong!”
Mantan Wakil Presiden AS Kamala Harris pada Kamis sore mengkritik perang yang dijalankan pemerintahan Trump terhadap Iran dengan mengatakan, “Semua ini omong kosong!”
“Ketika Anda melihat perang di Iran ini, yang tidak diinginkan rakyat Amerika, yang tidak mendapat otorisasi Kongres — bahkan jika mendapatkannya pun, perang ini seharusnya tidak dimulai,” kata Harris di hadapan peserta diskusi Partai Demokrat Nevada di Las Vegas.
“Dia bicara soal menghancurkan total, lalu bilang bahwa dia sudah melakukannya — semua itu omong kosong!” ujar Harris yang disambut tepuk tangan meriah.
“Saya janji tidak akan mengumpat lagi di depan publik,” candanya kemudian.
Komentar Harris muncul setelah Presiden Donald Trump memperingatkan Iran agar segera menandatangani kesepakatan menyusul serangan terhadap kapal perusak AS di Selat Hormuz.
“Anda ingin tahu siapa pemenang terbesar dari perang Iran ini? Rusia. Karena isu minyak, apa yang dia lakukan? Dia mencabut sanksi terhadap Rusia. Anda tahu artinya? Mereka menghasilkan uang dari penjualan minyak yang sebelumnya tidak bisa mereka jual,” kata Harris.
“Apa lagi artinya? Kita mengirim artileri, amunisi, dan pertahanan udara yang seharusnya dikirim ke Ukraina. Jadi konsekuensinya sangat besar,” lanjutnya.
“Saya tidak akan meremehkan dia sebagai orang bodoh. Dia berbahaya. Dia benar-benar berbahaya,” tambah Harris.
Mantan wakil presiden itu juga menyinggung putusan terbaru Mahkamah Agung AS terkait Voting Rights Act yang menurutnya akan memberikan “dampak besar” terhadap pemilu sela.
“Mereka sengaja membuat orang lebih sulit untuk memilih karena mereka tahu rakyat tidak bodoh dan memperhatikan harga bensin, harga rumah, dan biaya perang ini,” kata Harris terkait upaya Partai Republik mengubah pembagian distrik pemilu.
