Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Dari Pertengkaran hingga Dimutilasi di Kolam Tiup: Kronologi Tragis Akhir Hidup Singkat Celeste Rivas Hernandez yang Diduga Dibunuh Penyanyi d4vd

    21/07/2026

    Mantan Model Asal Uzbekistan Ungkap Dugaan Pelecehan oleh Jeffrey Epstein Saat Masih Menjalani Hukuman Penjara

    21/07/2026

    Andrew dan Tristan Tate Terancam Diekstradisi ke Inggris, Hadapi 38 Dakwaan Baru

    21/07/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Dari Pertengkaran hingga Dimutilasi di Kolam Tiup: Kronologi Tragis Akhir Hidup Singkat Celeste Rivas Hernandez yang Diduga Dibunuh Penyanyi d4vd

      21/07/2026

      Mantan Model Asal Uzbekistan Ungkap Dugaan Pelecehan oleh Jeffrey Epstein Saat Masih Menjalani Hukuman Penjara

      21/07/2026

      Andrew dan Tristan Tate Terancam Diekstradisi ke Inggris, Hadapi 38 Dakwaan Baru

      21/07/2026

      Banjir Bandang Terjang Afghanistan, Sedikitnya 20 Orang Tewas dan Lebih dari 100 Hilang

      21/07/2026

      AS Kembali Gempur Iran, Trump Ancam Balas Kematian Prajurit Amerika

      21/07/2026
    • TEKNOLOGI

      Generasi 20-an Berani Ambil Risiko Besar di Saham Teknologi, Mengejar Keuntungan dari Ledakan AI

      21/07/2026

      Uni Eropa Desak Google dan Apple Buka Akses Asisten AI, Persaingan Teknologi Kian Memanas

      20/07/2026

      Andrew dan Tristan Tate Ditangkap di Miami, Hadapi Permintaan Ekstradisi Inggris atas Tuduhan Pemerkosaan dan Perdagangan Seks

      20/07/2026

      Meta Jajaki Kesepakatan Senilai Miliaran Dolar dengan Anthropic, Bidik Bisnis Baru Penyewaan Infrastruktur AI

      18/07/2026

      Trump Tuduh China Bobol Data Pemilu AS, tetapi Rencana Kunjungan Kenegaraan Xi Jinping Tetap Berjalan

      18/07/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Lain Lain»Tentara AS Tewas dalam Serangan Iran di Irak, Ketegangan Washington-Teheran Kian Memanas
    Lain Lain

    Tentara AS Tewas dalam Serangan Iran di Irak, Ketegangan Washington-Teheran Kian Memanas

    joveBy jove20/07/2026No Comments4 Mins Read3 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Seorang personel militer Amerika Serikat tewas dan satu lainnya terluka setelah serangan Iran di Irak utara pada Sabtu waktu setempat. Insiden ini terjadi sehari setelah serangan terhadap sebuah pangkalan militer AS di Yordania menewaskan dua tentara Amerika dan menyebabkan satu personel lainnya masih dinyatakan hilang.

    Komando Pusat Militer Amerika Serikat (Centcom) menyatakan korban tewas terjadi saat proses “peledakan terkendali terhadap bahan peledak yang belum meledak” yang berasal dari drone serang Iran yang telah ditembak jatuh. Ledakan tersebut juga menyebabkan seorang personel militer lainnya mengalami luka-luka.

    Dalam pembaruan informasinya, Centcom menyebut pihaknya menemukan “jenazah yang belum teridentifikasi” setelah melakukan pencarian di lokasi serangan di Yordania pada Jumat waktu setempat. “Proses pemeriksaan untuk memastikan identitas jenazah tersebut masih berlangsung,” demikian pernyataan Centcom.

    Insiden terbaru ini terjadi ketika Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan selama delapan hari berturut-turut dalam eskalasi konflik yang terus meningkat.

    Kedua negara saling menuduh menyerang infrastruktur penting dalam beberapa hari terakhir. Sementara itu, Washington kembali memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sedangkan Teheran menyatakan Selat Hormuz ditutup serta melancarkan serangan terhadap sekutu-sekutu Amerika Serikat di kawasan. Situasi itu terjadi setelah gencatan senjata sementara yang disepakati kurang dari sebulan sebelumnya runtuh.

    Militer AS menyatakan serangan terbarunya dirancang untuk “mengurangi kemampuan Iran mengancam pelayaran komersial” di Selat Hormuz serta “memberikan hukuman cepat” kepada pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), yang dituding bertanggung jawab atas serangan di Yordania.

    Rekaman video yang telah diverifikasi dari dalam fasilitas militer di Yordania memperlihatkan sedikitnya dua titik hantaman disertai sebuah ledakan besar.

    Dengan insiden terbaru ini, jumlah korban tewas dari pihak militer Amerika Serikat dalam konflik tersebut meningkat menjadi 17 orang, setelah seorang pilot Angkatan Laut AS yang sebelumnya dinyatakan hilang pada awal bulan ini dipastikan meninggal dunia.

    Di Iran, sedikitnya 50 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 500 lainnya terluka akibat serangan Amerika Serikat selama tiga pekan terakhir, menurut Kementerian Kesehatan Iran.

    Serangan terus berlanjut pada Minggu waktu setempat. Media Iran melaporkan sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir yang masih dalam tahap pembangunan di Kota Darkhoveyn, Iran barat daya, menjadi sasaran serangan semalam. Pulau Qeshm juga dilaporkan diserang.

    Badan Pengawas Nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan semua pihak menahan diri. Lembaga itu juga menyatakan lokasi tersebut masih berada pada tahap pembangunan awal dan tidak menyimpan material nuklir saat inspeksi terakhir dilakukan.

    Militer Yordania kemudian mengumumkan telah menembak jatuh tiga rudal Iran, sementara satu rudal lainnya jatuh di kawasan terpencil. Kantor berita pemerintah Yordania melaporkan insiden itu terjadi setelah Amerika Serikat memperingatkan bahwa Pelabuhan Aqaba berpotensi menjadi target serangan.

    Pemerintah Yordania juga memanggil kuasa usaha Iran di Amman untuk menyampaikan protes keras dan menuntut penghentian segera atas apa yang disebut Kementerian Luar Negeri sebagai “serangan Iran yang tidak beralasan dan terang-terangan”. Yordania menegaskan bahwa keamanan nasionalnya merupakan “garis merah yang tidak boleh dilanggar”.

    Di sisi lain, militer Israel menyatakan telah meluncurkan beberapa rudal pencegat untuk menghancurkan puing-puing rudal yang mengarah ke wilayahnya setelah proyektil ditembakkan menuju Yordania.

    Militer Israel menambahkan bahwa serpihan rudal pencegat kemudian ditemukan di dekat Kota Eilat, Israel selatan, yang berbatasan dengan Yordania. Tidak ada laporan mengenai kerusakan maupun korban jiwa.

    Secara terpisah, IRGC menyatakan dua kapal telah mengabaikan peringatan Iran agar tidak melintasi Selat Hormuz sehingga kemudian mengalami “kecelakaan”.

    IRGC memperingatkan seluruh kapal yang “dipengaruhi” Amerika Serikat dan menggunakan “rute yang tidak aman” akan “dipastikan mengalami kecelakaan”.

    Di Kuwait, pejabat setempat menyatakan sebuah fasilitas pembangkit listrik dan pengolahan air yang diserang pada Sabtu kembali menjadi sasaran serangan sehingga memicu kebakaran.

    Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC), yang beranggotakan Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, sebelumnya menuduh Iran menyerang infrastruktur sipil melalui serangan pertama tersebut. Aliansi itu menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.

    Di pihak lain, Iran menuduh Amerika Serikat menyerang sejumlah jembatan, bandara, dan stasiun kereta api pada awal pekan ini. Washington membantah tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa serangan mereka “secara eksklusif ditujukan kepada target-target militer, termasuk infrastruktur logistik militer”.

    Berdasarkan hukum internasional, menyerang warga sipil maupun kawasan sipil merupakan tindakan yang melanggar hukum. Namun, dalam kondisi tertentu, objek sipil seperti jembatan atau pembangkit listrik dapat kehilangan status perlindungannya apabila digunakan untuk mendukung operasi militer pihak lawan.

    Washington dan Teheran sebelumnya mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari. Namun, kesepakatan yang dicapai pada Juni itu runtuh hanya dalam hitungan pekan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 8 Juli menyatakan perjanjian tersebut telah “berakhir”.

    Pada Sabtu malam waktu setempat, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dalam pernyataan tertulisnya mengatakan bahwa “pelanggaran berulang” yang dilakukan Amerika Serikat terhadap kesepakatan tersebut telah “mengungkap sebuah kenyataan mendasar bahwa tanda tangan presiden Amerika Serikat sama sekali tidak bernilai dan tidak memiliki kredibilitas.”

    amerika iran israel perang
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hiburan

    Dari Pertengkaran hingga Dimutilasi di Kolam Tiup: Kronologi Tragis Akhir Hidup Singkat Celeste Rivas Hernandez yang Diduga Dibunuh Penyanyi d4vd

    21/07/2026
    Hukum Kriminal

    Mantan Model Asal Uzbekistan Ungkap Dugaan Pelecehan oleh Jeffrey Epstein Saat Masih Menjalani Hukuman Penjara

    21/07/2026
    Hiburan

    Andrew dan Tristan Tate Terancam Diekstradisi ke Inggris, Hadapi 38 Dakwaan Baru

    21/07/2026
    Bencana

    Banjir Bandang Terjang Afghanistan, Sedikitnya 20 Orang Tewas dan Lebih dari 100 Hilang

    21/07/2026
    Hukum Kriminal

    AS Kembali Gempur Iran, Trump Ancam Balas Kematian Prajurit Amerika

    21/07/2026
    Gaya Hidup

    Ribuan Anak Muda Turun ke Jalan di New Delhi, Tuntut Menteri Pendidikan India Mundur

    21/07/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Dari Pertengkaran hingga Dimutilasi di Kolam Tiup: Kronologi Tragis Akhir Hidup Singkat Celeste Rivas Hernandez yang Diduga Dibunuh Penyanyi d4vd

    21/07/2026

    Mantan Model Asal Uzbekistan Ungkap Dugaan Pelecehan oleh Jeffrey Epstein Saat Masih Menjalani Hukuman Penjara

    21/07/2026

    Andrew dan Tristan Tate Terancam Diekstradisi ke Inggris, Hadapi 38 Dakwaan Baru

    21/07/2026

    Banjir Bandang Terjang Afghanistan, Sedikitnya 20 Orang Tewas dan Lebih dari 100 Hilang

    21/07/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.