Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Meta Ungkap Model AI Sempat Terhubung ke Internet dan Meretas Sistem Perusahaan Lain saat Pengujian

    06/08/2026

    Sheikh Hasina Siap Pulang ke Bangladesh Meski Terancam Hukuman Mati

    06/08/2026

    Iran Sebut Kesepakatan dengan Oman untuk Jalur Selat Hormuz Hampir Rampung

    06/08/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Meta Ungkap Model AI Sempat Terhubung ke Internet dan Meretas Sistem Perusahaan Lain saat Pengujian

      06/08/2026

      Kemenangan Abdul El-Sayed Guncang Partai Demokrat, Uji Arah Politik Kiri Jelang Pemilu AS

      06/08/2026

      Dilarang Bermain di Tanah Air, Tim Sepak Bola Putri Afghanistan Bangkit Kembali Sejauh 13.000 Kilometer dari Rumah

      06/08/2026

      Infantino Minta Maaf atas Kontroversi Investasi FIFA, tetapi Tetap Bertahan sebagai Presiden

      06/08/2026

      Biaya Hidup sebagai Lajang Kian Mahal, Banyak Orang Kini Patungan dengan Teman demi Punya Rumah

      05/08/2026
    • TEKNOLOGI

      Meta Ungkap Model AI Sempat Terhubung ke Internet dan Meretas Sistem Perusahaan Lain saat Pengujian

      06/08/2026

      Uji Keamanan Inggris Temukan AI Gunakan Penipuan dan Bertindak Mandiri untuk Mengelabui Manusia

      05/08/2026

      “Rasanya Seperti Menggali Kuburan Sendiri”: Pekerja Filipina Ceritakan Dampak AI yang Mengubah Industri Outsourcing

      05/08/2026

      Pekerja Teknologi Gaza Bertahan Lewat Ekonomi Digital, Menjadi Secercah Harapan di Tengah Perang

      04/08/2026

      Podcast Jadi Senjata Baru Polisi AS untuk Mengungkap Kasus Pembunuhan yang Belum Terpecahkan

      01/08/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Lain Lain»Sheikh Hasina Siap Pulang ke Bangladesh Meski Terancam Hukuman Mati
    Lain Lain

    Sheikh Hasina Siap Pulang ke Bangladesh Meski Terancam Hukuman Mati

    joveBy jove06/08/2026No Comments4 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina menyatakan tekadnya untuk kembali ke negaranya pada Desember mendatang, meski menghadapi ancaman hukuman mati atas vonis kejahatan terhadap kemanusiaan.

    Hasina, yang membantah seluruh dakwaan tersebut, diadili secara in absentia atau tanpa kehadirannya setelah melarikan diri ke India saat gelombang pemberontakan anti-pemerintah menggulingkannya pada 2024.

    Tepat pada peringatan dua tahun lengsernya dari kekuasaan, Hasina mengatakan melalui siaran audio yang diperdengarkan di hadapan peserta yang memadati sebuah klub pers di New Delhi bahwa ia “harus kembali” ke Bangladesh. Namun, ia belum bersedia mengungkapkan rencana maupun tanggal kepulangannya secara rinci.

    Partai yang dipimpinnya, Liga Awami (Awami League), terus melemah, sementara pemerintah India menghadapi tekanan agar mengekstradisi Hasina setelah pengadilan khusus di Dhaka menjatuhkan hukuman mati kepadanya tahun lalu atas tuduhan memerintahkan penggunaan kekuatan mematikan terhadap para demonstran.

    Pertemuan virtual Hasina dengan para jurnalis di Foreign Correspondents’ Club di New Delhi menjadi penampilan pertamanya di hadapan media sejak ia digulingkan setelah memimpin Bangladesh selama 15 tahun.

    Ia menyampaikan pidato melalui sambungan audio sebelum menjawab beberapa pertanyaan dari wartawan.

    “Saya tahu mereka mungkin akan memenjarakan saya atau bahkan membunuh saya. Apa pun bisa terjadi, tetapi saya tetap harus kembali,” katanya.

    Dalam pidatonya, Hasina menuduh sejumlah organisasi telah mengubah aksi protes mahasiswa pada 2024 menjadi “gerakan yang penuh kekerasan”. Namun, ia tidak menyertakan bukti untuk mendukung tuduhan tersebut.

    Sejak awal, Hasina selalu menegaskan bahwa seluruh dakwaan yang berujung pada vonis terhadap dirinya bermotif politik.

    Di sisi lain, penyelidik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan menemukan bukti bahwa Hasina dan pemerintahannya berusaha mempertahankan kekuasaan melalui penggunaan kekerasan sistematis yang menewaskan banyak orang.

    Dalam rekaman percakapan telepon yang telah terverifikasi, Hasina terdengar memberikan persetujuan atas tindakan keras terhadap para demonstran. Rekaman itu kemudian menjadi salah satu bukti penting yang digunakan jaksa hingga akhirnya Hasina dinyatakan bersalah.

    PBB memperkirakan hingga 1.400 orang tewas, sebagian besar akibat tembakan aparat keamanan, selama aksi protes yang awalnya dipicu penolakan terhadap sistem kuota dalam perekrutan pegawai negeri. Demonstrasi itu kemudian berkembang menjadi pemberontakan massal.

    Perempuan berusia 78 tahun tersebut melarikan diri dari Dhaka ketika puluhan ribu demonstran menggelar aksi besar-besaran dan menyerbu sejumlah gedung pemerintah, termasuk kediaman resminya. Peristiwa itu menyeret Bangladesh yang berpenduduk lebih dari 170 juta jiwa ke dalam krisis politik.

    Tak lama setelah Hasina digulingkan, pemerintahan sementara mengambil alih kendali negara. Dalam pemilu yang digelar pada Februari tahun ini, Partai Nasionalis Bangladesh (Bangladesh Nationalist Party/BNP) keluar sebagai pemenang dan pemimpinnya, Tarique Rahman, kini menjabat sebagai perdana menteri.

    Pemerintah Rahman sebelumnya telah memperingatkan media lokal agar tidak menyiarkan maupun mempublikasikan pernyataan Hasina. Setelah pidato tersebut disampaikan, pemerintah Bangladesh menyatakan “marah” karena India mengizinkan Hasina tampil dalam forum terbuka bersama media.

    “Dengan tegas rakyat kami telah bertekad bahwa bangsa ini tidak akan pernah kembali ke masa-masa kelam fasisme dan Bangladesh tidak akan pernah menjadi negara yang bergantung pada pihak lain,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Bangladesh.

    Keberadaan Hasina di New Delhi terus menjadi sumber ketegangan dalam hubungan Bangladesh dan India. Pemerintah Bangladesh menginginkan Hasina diekstradisi, sementara India menyatakan masih mempelajari permintaan tersebut.

    Kepulangan Hasina Berpotensi Memicu Gejolak Politik

    Apabila Hasina benar-benar kembali ke Dhaka, langkah itu diperkirakan akan menimbulkan dampak politik yang besar, termasuk potensi kerusuhan.

    “Ini merupakan risiko yang sangat besar bagi dirinya sendiri. Jika ia kembali ke Bangladesh, ia akan langsung ditangkap,” kata analis politik yang berbasis di Dhaka, David Bergman.

    Menurutnya, para pendukung Partai Nasionalis Bangladesh yang kini berkuasa, Partai Warga Nasional (National Citizens Party) yang dibentuk oleh kelompok mahasiswa, kelompok Islamis, dan berbagai kelompok lainnya kemungkinan akan menggelar demonstrasi menuntut agar hukuman mati terhadap Hasina segera dilaksanakan.

    Namun, bagi Liga Awami, risikonya juga tidak kalah besar apabila Hasina memilih tetap berada di luar negeri.

    Aktivitas partai tersebut dilarang tidak lama setelah Hasina melarikan diri dari Bangladesh, sehingga tidak diizinkan mengikuti pemilihan umum pada Februari lalu.

    Para petinggi Liga Awami menuduh ratusan pendukung mereka tewas akibat aksi kekerasan massa, sementara puluhan lainnya meninggal saat berada dalam tahanan aparat keamanan. Pemerintah Bangladesh membantah tuduhan bahwa pendukung Liga Awami menjadi sasaran penindakan secara sistematis.

    “Jika Ibu Hasina tidak kembali, kekerasan akan terus berlanjut dan mereka akan memusnahkan Liga Awami,” kata Mohammad Ali Arafat, mantan menteri dalam kabinet Hasina yang kini juga berada di luar negeri

    Di dalam tubuh partai sendiri, ketidakpuasan juga terus berkembang. Sebagian kader menilai banyak pemimpin puncak memilih meninggalkan Bangladesh, sementara para pengurus tingkat menengah dan pendukung di akar rumput harus menghadapi berbagai serangan tanpa perlindungan.

    “Ini kemungkinan berkaitan dengan kesadaran bahwa jika Hasina masih ingin memiliki peran dalam politik Bangladesh di masa depan, maka ia harus kembali ke Bangladesh dan menghadapi semuanya secara langsung,” ujar David Bergman.

    bangladesh politik
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Gadget

    Meta Ungkap Model AI Sempat Terhubung ke Internet dan Meretas Sistem Perusahaan Lain saat Pengujian

    06/08/2026
    Lain Lain

    Iran Sebut Kesepakatan dengan Oman untuk Jalur Selat Hormuz Hampir Rampung

    06/08/2026
    Lain Lain

    Kemenangan Abdul El-Sayed Guncang Partai Demokrat, Uji Arah Politik Kiri Jelang Pemilu AS

    06/08/2026
    Budaya

    Dilarang Bermain di Tanah Air, Tim Sepak Bola Putri Afghanistan Bangkit Kembali Sejauh 13.000 Kilometer dari Rumah

    06/08/2026
    Ekonomi & Pasar

    Infantino Minta Maaf atas Kontroversi Investasi FIFA, tetapi Tetap Bertahan sebagai Presiden

    06/08/2026
    Gaya Hidup

    Menatap Matahari Terbenam Ternyata Baik untuk Kesehatan, dari Menenangkan Pikiran hingga Meningkatkan Kualitas Tidur

    05/08/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Meta Ungkap Model AI Sempat Terhubung ke Internet dan Meretas Sistem Perusahaan Lain saat Pengujian

    06/08/2026

    Sheikh Hasina Siap Pulang ke Bangladesh Meski Terancam Hukuman Mati

    06/08/2026

    Iran Sebut Kesepakatan dengan Oman untuk Jalur Selat Hormuz Hampir Rampung

    06/08/2026

    Kemenangan Abdul El-Sayed Guncang Partai Demokrat, Uji Arah Politik Kiri Jelang Pemilu AS

    06/08/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.