Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Wanita Inggris Divonis Enam Tahun Penjara di Hong Kong karena Laporan Pemerkosaan Palsu dan Pemerasan

    23/07/2026

    Gedung Putih Tuduh Moonshot AI China Curi Teknologi Anthropic untuk Kembangkan Model K3

    23/07/2026

    Setahun Tragedi Pesawat Tempur Jatuh di Sekolah Bangladesh, Keluarga Korban Masih Menuntut Jawaban

    23/07/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Wanita Inggris Divonis Enam Tahun Penjara di Hong Kong karena Laporan Pemerkosaan Palsu dan Pemerasan

      23/07/2026

      Gedung Putih Tuduh Moonshot AI China Curi Teknologi Anthropic untuk Kembangkan Model K3

      23/07/2026

      Setahun Tragedi Pesawat Tempur Jatuh di Sekolah Bangladesh, Keluarga Korban Masih Menuntut Jawaban

      23/07/2026

      Disensor di Dalam Negeri, Pecinta Hewan China Galang Dukungan Global Usai Kasus Pembunuhan Anjing Wang Wang

      23/07/2026

      Dari Pentungan Polisi hingga Meme, Cara Unik Generasi Muda India Mengabadikan Aksi Protes

      23/07/2026
    • TEKNOLOGI

      Gedung Putih Tuduh Moonshot AI China Curi Teknologi Anthropic untuk Kembangkan Model K3

      23/07/2026

      Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Larang Anak di Bawah 15 Tahun Menggunakan Media Sosial

      22/07/2026

      AI Akan Membantu Pekerjaan Manusia atau Justru Menggantikannya?

      22/07/2026

      Generasi 20-an Berani Ambil Risiko Besar di Saham Teknologi, Mengejar Keuntungan dari Ledakan AI

      21/07/2026

      Uni Eropa Desak Google dan Apple Buka Akses Asisten AI, Persaingan Teknologi Kian Memanas

      20/07/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Nasional»Bencana»Setahun Tragedi Pesawat Tempur Jatuh di Sekolah Bangladesh, Keluarga Korban Masih Menuntut Jawaban
    Bencana

    Setahun Tragedi Pesawat Tempur Jatuh di Sekolah Bangladesh, Keluarga Korban Masih Menuntut Jawaban

    joveBy jove23/07/2026No Comments4 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Hari itu seharusnya menjadi hari biasa bagi Nure Jannat Yusha, siswi kelas enam di Bangladesh. Namun, semuanya berubah ketika sebuah pesawat tempur milik Angkatan Udara Bangladesh jatuh menimpa sekolahnya di ibu kota Dhaka, menewaskan 36 orang, sebagian besar merupakan anak-anak.

    Dalam hitungan menit, Milestone School and College, sebuah sekolah swasta yang sebelumnya dipenuhi aktivitas para siswa, berubah menjadi lautan api dan kepanikan.

    Peristiwa tersebut menjadi kecelakaan penerbangan paling mematikan yang terjadi di Bangladesh dalam beberapa dekade terakhir.

    Pekan ini, keluarga korban dan para penyintas berkumpul untuk memperingati satu tahun tragedi itu. Banyak di antara mereka merupakan siswa yang mengaku masih kesulitan menjalani kehidupan seperti semula, termasuk Yusha.

    “Hingga sekarang, kalau saya pergi ke sekolah dan melihat pesawat, saya langsung ketakutan. Saya tidak bisa tidur pada malam hari. Dalam mimpi, saya merasa ada yang melempar saya ke dalam api,” tutur Yusha

    Yusha merupakan salah satu dari lebih dari 160 orang yang mengalami luka-luka dalam insiden di Milestone School. Ia juga hadir dalam acara peringatan yang digelar di sebuah rumah sakit di Dhaka pada Selasa waktu setempat, tempat keluarga korban kembali menyampaikan bahwa mereka masih menunggu kejelasan mengenai penyebab kecelakaan tersebut.

    Ibu Yusha, Yasin Akter, mengatakan putrinya dulu bercita-cita menjadi penari. Namun, impian itu kini telah sirna.

    “Anak saya terus berteriak sepanjang hari dan selalu ketakutan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Yusha kini hidup dalam kecemasan berlebihan dan terus dihantui ketakutan pesawat akan kembali jatuh dari langit.

    “Dulu dia sangat bersemangat belajar. Sekarang dia sudah tidak ingin belajar lagi.”

    “Tidak Ada yang Bisa Menjamin Pesawat Tidak Akan Jatuh Lagi”

    Pada 21 Juli 2025 sekitar pukul 13.00 waktu setempat, sebuah pesawat latih milik Angkatan Udara Bangladesh lepas landas dari pangkalan udara di Dhaka sebelum akhirnya jatuh tidak lama kemudian di kawasan Uttara.

    Foto-foto dari lokasi beberapa jam setelah kejadian memperlihatkan puluhan petugas penyelamat menyisir puing-puing bangunan yang hangus terbakar untuk mencari korban yang masih bisa diselamatkan.

    Pemerintah kemudian mengumumkan pembentukan tim investigasi untuk menyelidiki penyebab kecelakaan. Namun, dalam beberapa hari berikutnya, ratusan mahasiswa dan pelajar turun ke jalan dan bentrok dengan aparat kepolisian. Mereka menuntut pertanggungjawaban atas tragedi tersebut sekaligus mendesak perubahan aturan penerbangan latihan militer.

    Laporan hasil investigasi yang disebut telah diserahkan kepada pemerintah pada November tahun lalu hingga kini belum dipublikasikan.

    Salinan laporan lengkap yang diperoleh mengungkap sejumlah temuan penting, termasuk pelanggaran aturan bangunan oleh Milestone School. Laporan tersebut juga menemukan lebih dari 600 bangunan, termasuk sekolah dan rumah sakit, yang berada di sekitar bandara internasional Dhaka melanggar ketentuan batas ketinggian bangunan.

    Laporan itu juga menyimpulkan bahwa pilot tidak memiliki pelatihan terbang yang memadai serta tidak mendapat pengawasan yang layak dari petugas di darat. Selain itu, investigasi menyatakan tidak ditemukan kerusakan teknis pada pesawat, bertolak belakang dengan pernyataan awal militer Bangladesh yang sebelumnya menyebut pesawat mengalami gangguan mekanis sesaat setelah lepas landas.

    Hingga berita ini ditulis, Angkatan Bersenjata Bangladesh belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai temuan tersebut.

    “Tidak ada seorang pun yang bisa menjamin pesawat lain tidak akan kembali jatuh ke sekolah ini pada masa mendatang,” kata Mansur Helal, suami salah satu korban, saat berbicara dalam acara peringatan tersebut. Pernyataannya merujuk pada dokumenter yang mengulas isi laporan investigasi.

    “Ini benar-benar situasi yang mengerikan. Setiap hari sekitar 2.500 hingga 3.000 siswa belajar di sekolah itu.”

    Istri Helal, Mahreen Chowdhury, yang merupakan seorang guru di sekolah tersebut, meninggal dunia di rumah sakit akibat luka bakar parah yang dideritanya saat berusaha menyelamatkan para murid.

    “Bangunan tempat kecelakaan itu terjadi hanya memiliki satu pintu keluar. Bagaimana mungkin gedung yang menampung 800 hingga 900 siswa hanya memiliki satu pintu?” tambah Helal.

    Helal bersama keluarga korban lainnya mendesak pemerintah segera membuka laporan investigasi secara penuh kepada publik.

    Mereka juga meminta pemerintah memberikan dukungan yang lebih baik bagi para penyintas yang masih menjalani pengobatan serta menyalurkan kompensasi kepada korban selamat maupun keluarga korban meninggal. Rekomendasi tersebut sebenarnya sudah tercantum dalam laporan tim investigasi, tetapi hingga kini belum direalisasikan.

    Menteri Kesehatan Bangladesh, Sardar Sakhawat Hossain, yang menghadiri acara tersebut pada Selasa, mengatakan pemerintah akan terus membantu para penyintas yang masih memerlukan perawatan medis.

    Sementara itu, Zubaida Rahman, istri Perdana Menteri Tarique Rahman, memuji keberanian para penyintas dan menyebut mereka sebagai “sumber inspirasi bagi bangsa.”

    Meski demikian, banyak siswa yang menghadiri acara peringatan pekan ini, dengan bekas luka bakar masih terlihat di tubuh mereka, mengaku masih berjuang menghadapi kenyataan baru dalam hidup.

    Mehreen, siswi kelas lima, mengatakan dirinya sudah tidak mampu lagi bersekolah karena cedera yang dialaminya.

    “Kalau terkena sedikit sinar matahari saja, seluruh tubuh saya terasa terbakar. Karena itu saya sudah tidak bersekolah lagi.”

    Cedera yang dialaminya juga memengaruhi kualitas tidur dan kemampuan belajarnya.

    “Dulu saya bisa menghafal sesuatu hanya dalam dua menit. Sekarang, menghafal satu baris saja bisa membutuhkan waktu dua jam.”

    “Saya juga tidak bisa tidur pada malam hari. Kalaupun tertidur, saya sering bermimpi aneh. Sampai sekarang saya masih belum bisa melupakan kejadian itu.”

    India kecelakaan keluarga peristiwa
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hukum Kriminal

    Wanita Inggris Divonis Enam Tahun Penjara di Hong Kong karena Laporan Pemerkosaan Palsu dan Pemerasan

    23/07/2026
    Ekonomi & Pasar

    Gedung Putih Tuduh Moonshot AI China Curi Teknologi Anthropic untuk Kembangkan Model K3

    23/07/2026
    Hiburan

    Disensor di Dalam Negeri, Pecinta Hewan China Galang Dukungan Global Usai Kasus Pembunuhan Anjing Wang Wang

    23/07/2026
    Budaya

    Dari Pentungan Polisi hingga Meme, Cara Unik Generasi Muda India Mengabadikan Aksi Protes

    23/07/2026
    Lain Lain

    AS dan Arab Saudi Teken Kesepakatan Nuklir Bersejarah, Picu Kekhawatiran Proliferasi Senjata Nuklir

    23/07/2026
    Budaya

    Prancis Jadi Negara Uni Eropa Pertama yang Larang Anak di Bawah 15 Tahun Menggunakan Media Sosial

    22/07/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Wanita Inggris Divonis Enam Tahun Penjara di Hong Kong karena Laporan Pemerkosaan Palsu dan Pemerasan

    23/07/2026

    Gedung Putih Tuduh Moonshot AI China Curi Teknologi Anthropic untuk Kembangkan Model K3

    23/07/2026

    Setahun Tragedi Pesawat Tempur Jatuh di Sekolah Bangladesh, Keluarga Korban Masih Menuntut Jawaban

    23/07/2026

    Disensor di Dalam Negeri, Pecinta Hewan China Galang Dukungan Global Usai Kasus Pembunuhan Anjing Wang Wang

    23/07/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.