Gelombang serangan rudal Rusia pada Kamis dini hari menewaskan sedikitnya lima orang di Kyiv dan wilayah sekitarnya, menurut otoritas Ukraina.
Gedung apartemen dan gudang menjadi sasaran dalam “serangan besar-besaran” tersebut, menurut Layanan Darurat Negara Ukraina (DSNS). Sedikitnya 23 orang terluka dalam serangan itu.
Petugas kini berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan orang-orang yang mungkin masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang hancur. Tim penyelamat sejauh ini telah berhasil menarik satu orang yang selamat dari puing-puing.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan sebuah rumah sakit anak rusak akibat serangan pada malam hari. Sejumlah jendela pecah dan beberapa mobil di dekat lokasi terbakar.
Sebuah pusat industri di distrik Solomyanskyi, wilayah barat daya Kyiv, juga terkena serangan rudal, kata Klitschko.
Serangan di distrik Brovary, yang berada di wilayah Kyiv yang lebih luas, menewaskan seorang pria dan melukai satu orang lainnya, menurut Gubernur Kyiv Tymur Tkachenko.
Pemerintah daerah sebelumnya mengeluarkan peringatan pada malam hari dan meminta warga berlindung. Peringatan tersebut menyatakan: “Operasi pertahanan udara mungkin berlangsung di wilayah ini.”
Peringatan serangan rudal lainnya kemudian dikeluarkan oleh otoritas regional berdasarkan informasi peringatan dari Angkatan Udara Ukraina.
Serangan udara Rusia memutus aliran listrik ke ribuan properti pada malam hari dan membuat sejumlah wilayah di Kyiv gelap gulita. Para teknisi berpacu memperbaiki jaringan energi yang rusak.
Kyiv menghadapi serangan hampir setiap malam dalam beberapa pekan terakhir. Dalam sejumlah serangan, puluhan orang tewas dan mengalami luka serius.
Rusia juga menghadapi serangan rudal dan drone Ukraina, yang semakin meningkatkan tekanan terhadap Moskwa untuk terlibat dalam perundingan perdamaian guna mengakhiri perang yang telah berlangsung selama sekitar empat setengah tahun.
Dua serangan terpisah di Rusia pekan ini menewaskan sedikitnya 16 orang, termasuk seorang anak.
Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022 dan saat ini menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina, yang sebagian besar terkonsentrasi di kawasan perbatasan timur.
