Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Ketika Rekrutmen Berubah Jadi Kompetisi, Pelamar Bersaing Demi Hadiah Berupa Pekerjaan

    08/09/2026

    Menara Eiffel Ditutup akibat Aksi Protes Staf soal Pemindahan Pekerja Perempuan

    08/09/2026

    Orang Tua Palestina Cemas, Anak-anak Terancam di Sekolah di Tengah Meningkatnya Serangan Pemukim

    08/09/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Ketika Rekrutmen Berubah Jadi Kompetisi, Pelamar Bersaing Demi Hadiah Berupa Pekerjaan

      08/09/2026

      Menara Eiffel Ditutup akibat Aksi Protes Staf soal Pemindahan Pekerja Perempuan

      08/09/2026

      Orang Tua Palestina Cemas, Anak-anak Terancam di Sekolah di Tengah Meningkatnya Serangan Pemukim

      08/09/2026

      Sidang Kasus Dugaan Pembunuhan Dua Peselancar Australia Dimulai di Meksiko

      08/09/2026

      Razia Makanan di India Bikin Pejabat Ini Jadi Bintang Media Sosial

      08/09/2026
    • TEKNOLOGI

      Bos Teknologi Terbesar Inggris: AI Bisa Temukan Obat Kanker, tetapi Kelangkaan Chip Jadi Hambatan

      08/09/2026

      Toronto Jadi Salah Satu Pusat AI Terpenting Dunia, Bukan Silicon Valley

      05/09/2026

      Nepal Pertaruhkan Listrik pada PLTA, Banjir Dahsyat Ungkap Risiko Ketergantungan

      05/09/2026

      Kamera AI Flock Safety Diklaim Bikin AS Lebih Aman, tetapi Warga Justru Mulai Menentangnya

      05/09/2026

      PBB Setujui Peta Dunia Baru yang Lebih Akurat Menggambarkan Ukuran Afrika

      05/09/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Kesehatan»Ribuan Demonstran “Cockroach” Bersiap Kepung Parlemen India, Tuntut Reformasi Pendidikan dan Pengunduran Diri Menteri
    Kesehatan

    Ribuan Demonstran “Cockroach” Bersiap Kepung Parlemen India, Tuntut Reformasi Pendidikan dan Pengunduran Diri Menteri

    joveBy jove20/07/2026No Comments4 Mins Read4 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Ribuan mahasiswa, orang tua, aktivis, dan pemimpin politik dijadwalkan menggelar aksi long march menuju Gedung Parlemen India setelah Partai Cockroach Janta (Cockroach Janta Party/CJP) menyerukan reformasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan.

    Para demonstran telah berkumpul di lokasi aksi di New Delhi sejak Minggu waktu setempat. Aparat kepolisian dan pasukan paramiliter juga dikerahkan dalam jumlah besar untuk mengamankan jalannya demonstrasi.

    Ketegangan memuncak pada Sabtu ketika aktivis sekaligus pendidik Sonam Wangchuk, yang telah memasuki hari ke-21 mogok makan sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan CJP, dibawa paksa ke rumah sakit. Hingga kini ia masih melanjutkan aksi mogok makannya dari rumah sakit.

    Didirikan oleh Abhijeet Dipke, CJP muncul pada Mei lalu sebagai gerakan satir di media daring untuk memprotes kebocoran soal ujian dan berbagai dugaan kecurangan dalam sistem evaluasi pendidikan. Dalam waktu singkat, gerakan tersebut berhasil menarik dukungan luas dari masyarakat.

    Para peserta aksi menyebut diri mereka sebagai “kecoak” (cockroaches). Selama sebulan terakhir mereka menduduki kawasan Jantar Mantar, observatorium berusia sekitar 300 tahun di New Delhi, sebagai pusat demonstrasi. Sejumlah organisasi mahasiswa juga bergabung dengan Wangchuk dalam aksi mogok makan.

    Aksi mogok makan Wangchuk di tengah suhu musim panas New Delhi yang menyengat menyita perhatian publik. Selama berpuasa, ia hanya mengonsumsi garam dan air. Berat badannya turun lebih dari 9 kilogram dan kondisinya dilaporkan mengalami kesakitan.

    Meski kondisi fisiknya terus menurun, Wangchuk sebelumnya bertekad tetap ikut dalam long march menuju parlemen. Bahkan, ia sempat berkelakar kepada para pendukungnya bahwa jika dirinya meninggal, arwahnya akan tetap ikut berdemo.

    Namun, situasi berubah drastis pada Sabtu sekitar pukul 07.30 waktu setempat ketika puluhan polisi dan personel paramiliter mendatangi panggung tempat Wangchuk berbaring. Para demonstran yang berusaha menghalangi petugas didorong menjauh.

    Petugas kemudian menutupi tubuh Wangchuk dengan kain seprai sebelum mengangkatnya dari panggung. Ia dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Safdarjung, rumah sakit milik pemerintah.

    Istri Wangchuk, Gitanjali Angmo, mengatakan suaminya masih melanjutkan aksi mogok makan di rumah sakit dan tetap menolak makanan maupun minuman.

    Pada Minggu, Angmo menyatakan bahwa Wangchuk bersedia mengakhiri aksi mogok makannya apabila para pemimpin politik datang menemuinya di rumah sakit dan memberikan jaminan bahwa isu akuntabilitas pendidikan akan menjadi agenda utama dalam sidang parlemen.

    Meski Wangchuk tidak dapat mengikuti aksi, Abhijeet Dipke menegaskan long march pada Senin tetap akan dilaksanakan sesuai rencana.

    “Kalau mereka mengira membawa Wangchuk pergi akan mengakhiri gerakan ini, mereka keliru. Kami akan tetap bertahan di sini dan akan berjalan menuju parlemen pada 20 Juli,” ujarnya.

    Dipke juga memulai aksi mogok makan tanpa batas sejak Sabtu sebagai pengganti Wangchuk.

    Ribuan orang telah menyatakan akan bergabung dalam aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap para demonstran.

    Aksi CJP berfokus pada tuntutan pembatalan sejumlah ujian penting yang diduga diwarnai kebocoran soal.

    Pada awal Mei, ujian masuk fakultas kedokteran yang diikuti sekitar 2,28 juta peserta dibatalkan setelah muncul dugaan kebocoran soal. Ujian ulang kemudian digelar pada 21 Juni, tetapi menurut keluarga para korban, lebih dari 20 mahasiswa meninggal dunia akibat bunuh diri setelah kasus tersebut.

    Salah satu tuntutan utama demonstran adalah agar Menteri Pendidikan India, Dharmendra Pradhan, mengundurkan diri. Mereka menilai Pradhan harus bertanggung jawab secara moral atas berbagai kasus kebocoran soal yang terjadi.

    Pradhan menepis tuntutan tersebut dan menyebut CJP beserta para pendukungnya sebagai “tim B dari kelompok-kelompok yang bertujuan menciptakan kekacauan”. Hingga kini, pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi belum melakukan dialog dengan para demonstran.

    Setelah insiden pembawaan paksa Wangchuk ke rumah sakit pada Sabtu, CJP memperluas tuntutannya dengan mendesak Narendra Modi ikut mengundurkan diri.

    “Sebelumnya kami hanya menuntut pengunduran diri Dharmendra Pradhan. Namun setelah tindakan yang sangat memalukan ini, kini kami juga akan menuntut pengunduran diri Narendra Modi,” kata Dipke.

    Anggota parlemen dari sejumlah partai oposisi mengecam tindakan aparat terhadap Wangchuk. Mereka menyebutnya sebagai “kekerasan koersif negara yang mengejutkan” sekaligus “serangan terhadap demokrasi”.

    Dalam beberapa hari terakhir, tekanan dari partai-partai oposisi dan tokoh masyarakat sipil terhadap pemerintah terus meningkat agar segera membuka dialog dengan para demonstran.

    Sejumlah tokoh telah mengunjungi Wangchuk selama menjalani mogok makan dan menyatakan bahwa tuntutan para demonstran memiliki dasar yang sah. Mereka mendesak pemerintah untuk berdialog secara langsung guna memahami berbagai persoalan yang diangkat dalam aksi tersebut.

    demo India kesehatan protes
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Bisnis

    Ketika Rekrutmen Berubah Jadi Kompetisi, Pelamar Bersaing Demi Hadiah Berupa Pekerjaan

    08/09/2026
    Hiburan

    Menara Eiffel Ditutup akibat Aksi Protes Staf soal Pemindahan Pekerja Perempuan

    08/09/2026
    Budaya

    Orang Tua Palestina Cemas, Anak-anak Terancam di Sekolah di Tengah Meningkatnya Serangan Pemukim

    08/09/2026
    Budaya

    Razia Makanan di India Bikin Pejabat Ini Jadi Bintang Media Sosial

    08/09/2026
    Bisnis

    Bos Teknologi Terbesar Inggris: AI Bisa Temukan Obat Kanker, tetapi Kelangkaan Chip Jadi Hambatan

    08/09/2026
    Bencana

    Gedung Hunian Runtuh di Delhi, Puluhan Mahasiswa Diduga Masih Terjebak

    07/09/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Ketika Rekrutmen Berubah Jadi Kompetisi, Pelamar Bersaing Demi Hadiah Berupa Pekerjaan

    08/09/2026

    Menara Eiffel Ditutup akibat Aksi Protes Staf soal Pemindahan Pekerja Perempuan

    08/09/2026

    Orang Tua Palestina Cemas, Anak-anak Terancam di Sekolah di Tengah Meningkatnya Serangan Pemukim

    08/09/2026

    Sidang Kasus Dugaan Pembunuhan Dua Peselancar Australia Dimulai di Meksiko

    08/09/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.