Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Ketika Rekrutmen Berubah Jadi Kompetisi, Pelamar Bersaing Demi Hadiah Berupa Pekerjaan

    08/09/2026

    Menara Eiffel Ditutup akibat Aksi Protes Staf soal Pemindahan Pekerja Perempuan

    08/09/2026

    Orang Tua Palestina Cemas, Anak-anak Terancam di Sekolah di Tengah Meningkatnya Serangan Pemukim

    08/09/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Ketika Rekrutmen Berubah Jadi Kompetisi, Pelamar Bersaing Demi Hadiah Berupa Pekerjaan

      08/09/2026

      Menara Eiffel Ditutup akibat Aksi Protes Staf soal Pemindahan Pekerja Perempuan

      08/09/2026

      Orang Tua Palestina Cemas, Anak-anak Terancam di Sekolah di Tengah Meningkatnya Serangan Pemukim

      08/09/2026

      Sidang Kasus Dugaan Pembunuhan Dua Peselancar Australia Dimulai di Meksiko

      08/09/2026

      Razia Makanan di India Bikin Pejabat Ini Jadi Bintang Media Sosial

      08/09/2026
    • TEKNOLOGI

      Bos Teknologi Terbesar Inggris: AI Bisa Temukan Obat Kanker, tetapi Kelangkaan Chip Jadi Hambatan

      08/09/2026

      Toronto Jadi Salah Satu Pusat AI Terpenting Dunia, Bukan Silicon Valley

      05/09/2026

      Nepal Pertaruhkan Listrik pada PLTA, Banjir Dahsyat Ungkap Risiko Ketergantungan

      05/09/2026

      Kamera AI Flock Safety Diklaim Bikin AS Lebih Aman, tetapi Warga Justru Mulai Menentangnya

      05/09/2026

      PBB Setujui Peta Dunia Baru yang Lebih Akurat Menggambarkan Ukuran Afrika

      05/09/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Nasional»Hukum Kriminal»Puluhan Tewas Jelang Pemilu di Kashmir Kelolaan Pakistan, Ketegangan Politik Kian Memuncak
    Hukum Kriminal

    Puluhan Tewas Jelang Pemilu di Kashmir Kelolaan Pakistan, Ketegangan Politik Kian Memuncak

    joveBy jove24/07/2026No Comments4 Mins Read2 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Naqash Zardad sebenarnya hanya berada di tempat yang salah pada waktu yang salah.

    Pegawai Dinas Pendidikan itu sedang berada di peternakan kerbaunya di Rawalakot, wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan, ketika bentrokan antara polisi dan para demonstran pecah di sekitar lokasi.

    Akibat jalan-jalan menuju peternakannya ditutup, Zardad tidak dapat pulang ke rumah.

    Tak lama kemudian, suara tembakan terdengar.

    Sebuah peluru nyasar mengenai pria berusia 30 tahun itu dan menewaskannya seketika, kata pamannya, Altaf Hussain

    Zardad merupakan satu dari sedikitnya 40 orang yang tewas menjelang pemilihan anggota legislatif di Kashmir yang dikelola Pakistan. Dari jumlah tersebut, 34 orang adalah demonstran, sementara enam lainnya merupakan anggota kepolisian dan aparat paramiliter. Rawalakot menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kekerasan paling parah.

    Para pengkritik menuduh aparat keamanan menggunakan kekuatan secara berlebihan terhadap para demonstran yang mengikuti aksi long march dan unjuk rasa yang diselenggarakan oleh aliansi kelompok aktivis bernama Joint Awami Action Committee (JAAC).

    JAAC mengajak masyarakat turun ke jalan untuk memprotes kebijakan penyediaan 12 kursi legislatif di majelis daerah bagi para pengungsi yang bermigrasi dari Kashmir yang dikelola India ke Pakistan beberapa dekade lalu. Pemerintah kemudian menetapkan JAAC sebagai organisasi terlarang berdasarkan undang-undang antiterorisme dan melancarkan operasi penindakan terhadap para pengunjuk rasa.

    JAAC sendiri menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kepentingan untuk ikut bertarung dalam pemilu.

    Polemik Kursi Khusus bagi Pengungsi

    Penyediaan 12 kursi tersebut, yang mencakup hampir seperempat dari total 53 kursi legislatif, telah lama menjadi sumber perdebatan di kawasan itu. Selain kursi tersebut, majelis juga memiliki 33 kursi yang dipilih secara langsung serta delapan kursi cadangan bagi perempuan dan kelompok lainnya.

    Kebijakan penyediaan kursi bagi warga Kashmir yang mengungsi berawal dari undang-undang yang diterbitkan pada 1970-an. Tujuannya adalah agar warga asal Kashmir yang dikelola India, yang menetap di Pakistan dengan harapan suatu hari dapat kembali apabila sengketa wilayah tersebut terselesaikan, tetap memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pemerintahan kawasan itu.

    Namun, banyak dari mereka yang berhak atas kursi tersebut tidak tinggal di Kashmir yang dikelola Pakistan. Akibatnya, warga setempat pada praktiknya tidak dapat mencalonkan diri untuk memperebutkan kursi-kursi tersebut.

    JAAC menuntut agar kebijakan itu dihapus karena dinilai melemahkan representasi masyarakat lokal. Mereka berpendapat seluruh kursi di parlemen daerah seharusnya diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar tinggal di wilayah tersebut.

    Di sisi lain, pemerintah menilai keberadaan kursi cadangan tetap diperlukan. Otoritas juga memastikan pemilu akan tetap dilaksanakan dalam tiga tahap, dengan pemungutan suara tahap pertama dijadwalkan berlangsung pada 27 Juli.

    Pada pemilu legislatif terakhir tahun 2021, partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) yang dipimpin Imran Khan meraih mayoritas mutlak. Namun, setelah Khan dijatuhkan melalui mosi tidak percaya di parlemen Pakistan pada 2022, wilayah tersebut telah mengalami pergantian empat perdana menteri dalam kurun empat tahun. Karena itu, hasil pemilu kali ini dinilai sulit diprediksi.

    Kampanye Berlangsung Tertutup di Tengah Kekerasan

    Muzaffarabad, menjelang pemilu dan menemukan suasana yang dipenuhi ketegangan serta rasa takut.

    Sebagian besar warga enggan membicarakan pemilu.

    Sebagian khawatir bahwa jika mereka menyatakan dukungan terhadap pemilu atau kandidat tertentu, mereka akan dicap sebagai pengkhianat atau “fasilitator” oleh JAAC.

    Di sisi lain, para pendukung JAAC juga mengaku takut menghadapi intimidasi dari aparat penegak hukum maupun badan intelijen.

    Situasi juga diwarnai aksi kekerasan.

    Kendaraan para kandidat dan sejumlah properti dibakar. Beberapa calon legislatif juga menjadi korban kekerasan. JAAC dituduh berada di balik seluruh insiden tersebut.

    Akibatnya, sebagian besar kandidat memilih menjalankan kampanye secara terbatas.

    Kegiatan kampanye lebih banyak dilakukan di ruang tamu rumah warga atau di sudut-sudut jalan, sementara banyak kandidat memilih tidak memberikan komentar mengenai situasi yang sedang berlangsung.

    Noreen Arif, satu-satunya calon legislatif perempuan dari partai berkuasa Pakistan Muslim League-Nawaz (PML-N), mengatakan bahwa seruan aksi protes dari JAAC membuatnya memutuskan menggelar pertemuan politik di rumah-rumah warga, bukan di ruang publik.

    Sementara itu, Sardar Mukhtar Khan dari Partai Rakyat Pakistan (PPP) mengatakan aksi JAAC sangat populer di kalangan anak muda sehingga dirinya juga tidak memiliki pilihan selain menjalankan “kampanye terbatas”.

    “Seorang calon anggota legislatif harus menyesuaikan langkahnya dengan suasana hati masyarakat di daerah pemilihannya,” ujarnya

    Baru pada pekan terakhir masa kampanye, para pemimpin PPP dan PML-N mulai menggelar rapat umum di wilayah tersebut, sangat berbeda dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya.

    Pemerintah Bersikeras Pemilu Tetap Digelar

    Meski situasi masih tegang dan kampanye berlangsung tanpa kemeriahan, Menteri Urusan Kashmir Pakistan, Ameer Muqam, menilai pelaksanaan pemilu tetap menjadi “satu-satunya solusi”.

    “Siapa pun yang dipilih rakyat harus memegang kekuasaan dan mengambil keputusan mengenai masa depan mereka. Wewenang itu tidak boleh hanya berada di tangan beberapa ratus atau ribu orang, tetapi harus berada di tangan jutaan penduduk Kashmir yang berhak menentukan siapa yang mereka inginkan untuk memimpin,” katanya

    Namun, tidak semua pihak di wilayah tersebut memiliki pandangan yang sama.

    Mantan Kepala Otoritas Pembangunan Muzaffarabad, Zahid Amin, menilai saat ini bukan waktu yang tepat untuk menyelenggarakan pemilu.

    Menurutnya, sekalipun pemilu tetap dilaksanakan, “hasilnya tidak akan memiliki kredibilitas” mengingat situasi keamanan dan politik yang sedang terjadi.

    demo pakistan pemilu politik timur tengah
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Bisnis

    Ketika Rekrutmen Berubah Jadi Kompetisi, Pelamar Bersaing Demi Hadiah Berupa Pekerjaan

    08/09/2026
    Hiburan

    Menara Eiffel Ditutup akibat Aksi Protes Staf soal Pemindahan Pekerja Perempuan

    08/09/2026
    Budaya

    Orang Tua Palestina Cemas, Anak-anak Terancam di Sekolah di Tengah Meningkatnya Serangan Pemukim

    08/09/2026
    Hukum Kriminal

    Sidang Kasus Dugaan Pembunuhan Dua Peselancar Australia Dimulai di Meksiko

    08/09/2026
    Budaya

    Razia Makanan di India Bikin Pejabat Ini Jadi Bintang Media Sosial

    08/09/2026
    Bisnis

    Bos Teknologi Terbesar Inggris: AI Bisa Temukan Obat Kanker, tetapi Kelangkaan Chip Jadi Hambatan

    08/09/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Ketika Rekrutmen Berubah Jadi Kompetisi, Pelamar Bersaing Demi Hadiah Berupa Pekerjaan

    08/09/2026

    Menara Eiffel Ditutup akibat Aksi Protes Staf soal Pemindahan Pekerja Perempuan

    08/09/2026

    Orang Tua Palestina Cemas, Anak-anak Terancam di Sekolah di Tengah Meningkatnya Serangan Pemukim

    08/09/2026

    Sidang Kasus Dugaan Pembunuhan Dua Peselancar Australia Dimulai di Meksiko

    08/09/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.