Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Serangan Pakistan ke Pusat Rehabilitasi Tewaskan 269 Warga Afghanistan, Keluarga Korban Tuntut Jawaban

    13/05/2026

    Israel Lolos ke Final Eurovision di Tengah Kontroversi, Boy George Justru Tersingkir

    13/05/2026

    Trump Membawa Para Raksasa Bisnis AS ke China, dari Elon Musk hingga Bos Apple

    13/05/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Serangan Pakistan ke Pusat Rehabilitasi Tewaskan 269 Warga Afghanistan, Keluarga Korban Tuntut Jawaban

      13/05/2026

      Israel Lolos ke Final Eurovision di Tengah Kontroversi, Boy George Justru Tersingkir

      13/05/2026

      Trump Membawa Para Raksasa Bisnis AS ke China, dari Elon Musk hingga Bos Apple

      13/05/2026

      Harga Rumah di Australia Makin Tak Masuk Akal, Pemerintah Kini Incar Penghapusan Insentif Pajak

      13/05/2026

      Satu Dekade Berselang, Trump Kembali ke China yang Lebih Kuat dan Semakin Percaya Diri

      13/05/2026
    • TEKNOLOGI

      Trump Membawa Para Raksasa Bisnis AS ke China, dari Elon Musk hingga Bos Apple

      13/05/2026

      Satu Dekade Berselang, Trump Kembali ke China yang Lebih Kuat dan Semakin Percaya Diri

      13/05/2026

      Sidang Musk vs OpenAI Bongkar Drama Internal: Mantan Orang Dekat Sebut Sam Altman Punya “Pola Konsisten Berbohong”

      12/05/2026

      AI Tak Benar-Benar Merebut Pekerjaan Anda Ini yang Sebenarnya Sedang Terjadi

      11/05/2026

      Internet Kelas Elite di Iran Picu Kemarahan Publik, Retak di Dalam Rezim Makin Terbuka

      11/05/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Ekonomi & Pasar»Perusahaan yang Meraup Keuntungan Miliaran Dolar dari Perang Iran
    Ekonomi & Pasar

    Perusahaan yang Meraup Keuntungan Miliaran Dolar dari Perang Iran

    adminBy admin09/05/2026No Comments4 Mins Read3 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Saat rumah tangga di seluruh dunia menghitung biaya dampak perang AS–Israel di Iran, sejumlah perusahaan justru menghitung lonjakan keuntungan besar.

    Ketidakpastian yang dipicu konflik tersebut, serta penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran, mendorong kenaikan biaya hidup dan menekan anggaran perusahaan, keluarga, serta pemerintah.

    Namun di saat sebagian pihak terdampak berat, perusahaan lain—terutama yang bisnis intinya diuntungkan oleh perang atau volatilitas harga energi—justru mencatat pendapatan rekor.

    Berikut sektor-sektor dan perusahaan yang meraup miliaran dolar selama konflik di Timur Tengah berlangsung.


    1. Minyak dan gas

    Dampak ekonomi terbesar dari perang sejauh ini adalah lonjakan harga energi. Sekitar seperlima minyak dan gas dunia melewati Selat Hormuz, namun pengiriman tersebut praktis terhenti sejak akhir Februari.

    Akibatnya, pasar energi mengalami fluktuasi tajam, yang justru menguntungkan perusahaan minyak dan gas besar dunia.

    Pihak yang paling diuntungkan adalah raksasa energi Eropa, yang memiliki unit perdagangan (trading) sehingga dapat memanfaatkan pergerakan harga yang ekstrem.

    BP melaporkan laba lebih dari dua kali lipat menjadi 3,2 miliar dolar AS untuk kuartal pertama tahun ini, didorong kinerja “luar biasa” dari divisi trading.

    Shell juga melampaui ekspektasi analis dengan kenaikan laba menjadi 6,92 miliar dolar AS.

    Perusahaan energi Prancis TotalEnergies mencatat kenaikan laba hampir sepertiga, mencapai 5,4 miliar dolar AS pada kuartal pertama 2026, didorong volatilitas pasar minyak dan energi.

    Sementara itu, raksasa Amerika Serikat ExxonMobil dan Chevron mengalami penurunan pendapatan dibanding periode yang sama tahun lalu akibat gangguan pasokan dari Timur Tengah, tetapi keduanya tetap melampaui perkiraan analis dan memproyeksikan kenaikan laba ke depan seiring harga minyak yang masih tinggi.


    2. Bank besar

    Beberapa bank terbesar dunia juga mendapat dorongan laba dari perang di Iran.

    Divisi perdagangan JPMorgan Chase mencatat pendapatan rekor 11,6 miliar dolar AS pada tiga bulan pertama 2026, membantu bank tersebut membukukan salah satu laba kuartalan terbesar sepanjang sejarahnya.

    Di antara “Big Six” bank besar AS—termasuk Bank of America, Morgan Stanley, Citigroup, Goldman Sachs, Wells Fargo, dan JPMorgan—seluruhnya mencatat kenaikan laba signifikan pada kuartal pertama tahun ini.

    Secara keseluruhan, enam bank tersebut membukukan laba gabungan 47,7 miliar dolar AS untuk periode tersebut.

    Menurut analis strategi investasi Susannah Streeter, lonjakan volume perdagangan sangat menguntungkan bank investasi seperti Morgan Stanley dan Goldman Sachs.

    Bank-bank Wall Street terdorong oleh meningkatnya permintaan transaksi, ketika investor mengalihkan dana dari aset berisiko ke aset yang dianggap lebih aman. Volatilitas pasar juga memicu aktivitas jual beli yang tinggi.

    Streeter menambahkan bahwa volatilitas akibat perang membuat sebagian investor menjual saham karena kekhawatiran eskalasi, sementara lainnya justru membeli saat harga turun, memicu reli pasar.


    3. Industri pertahanan

    Salah satu sektor yang paling cepat diuntungkan dari konflik adalah industri pertahanan.

    Menurut analis senior RSM UK Emily Sawicz, konflik ini menyoroti kesenjangan kemampuan pertahanan udara, sehingga mempercepat investasi pada sistem rudal, anti-drone, dan perangkat militer di Eropa dan AS.

    Perusahaan pertahanan Inggris BAE Systems menyatakan dalam pembaruan perdagangan bahwa mereka memperkirakan pertumbuhan kuat dalam penjualan dan laba tahun ini, didorong meningkatnya belanja pertahanan global.

    Kontraktor pertahanan besar AS seperti Lockheed Martin, Boeing, dan Northrop Grumman juga melaporkan backlog pesanan rekor pada kuartal pertama 2026.

    Namun, saham sektor pertahanan sempat melemah sejak pertengahan Maret akibat kekhawatiran bahwa valuasi industri tersebut sudah terlalu tinggi.


    4. Energi terbarukan

    Konflik ini juga memperkuat dorongan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, kata Streeter.

    Menurutnya, hal ini “meningkatkan minat besar terhadap sektor energi terbarukan”, bahkan di Amerika Serikat yang sebelumnya mendorong penggunaan bahan bakar fosil melalui slogan “drill, baby, drill”.

    Ia menyebut investasi energi terbarukan kini dipandang semakin penting untuk stabilitas dan ketahanan terhadap guncangan global.

    Salah satu perusahaan yang diuntungkan adalah NextEra Energy, yang sahamnya naik sekitar 17% tahun ini.

    Perusahaan energi angin Denmark Vestas dan Ørsted juga melaporkan peningkatan keuntungan.

    Di Inggris, Octopus Energy melaporkan lonjakan penjualan panel surya dan pompa panas hingga 50% sejak akhir Februari, sementara kenaikan harga bensin turut mendorong permintaan kendaraan listrik, terutama dari produsen asal Tiongkok.

    keuntungan perang iran perusahaan
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    admin

    Related Posts

    Hukum Kriminal

    Serangan Pakistan ke Pusat Rehabilitasi Tewaskan 269 Warga Afghanistan, Keluarga Korban Tuntut Jawaban

    13/05/2026
    Hiburan

    Israel Lolos ke Final Eurovision di Tengah Kontroversi, Boy George Justru Tersingkir

    13/05/2026
    Ekonomi & Pasar

    Trump Membawa Para Raksasa Bisnis AS ke China, dari Elon Musk hingga Bos Apple

    13/05/2026
    Hiburan

    Proyek Trump Tower Pertama di Australia Batal, Pengembang Sebut Merek Trump Kini “Toksik”

    13/05/2026
    Bisnis

    Krisis Air India Kian Memburuk Jelang Laporan Final Tragedi Jatuhnya Pesawat Ahmedabad

    13/05/2026
    Ekonomi & Pasar

    Harga Rumah di Australia Makin Tak Masuk Akal, Pemerintah Kini Incar Penghapusan Insentif Pajak

    13/05/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Serangan Pakistan ke Pusat Rehabilitasi Tewaskan 269 Warga Afghanistan, Keluarga Korban Tuntut Jawaban

    13/05/2026

    Israel Lolos ke Final Eurovision di Tengah Kontroversi, Boy George Justru Tersingkir

    13/05/2026

    Trump Membawa Para Raksasa Bisnis AS ke China, dari Elon Musk hingga Bos Apple

    13/05/2026

    Proyek Trump Tower Pertama di Australia Batal, Pengembang Sebut Merek Trump Kini “Toksik”

    13/05/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.