Israel berhasil melaju ke final Eurovision Song Contest lewat lagu pop romantis Michelle yang dibawakan penyanyi berusia 28 tahun, Noam Bettan.
Namun atmosfer meriah kompetisi musik tersebut kembali dibayangi kontroversi terkait aksi militer Israel di Gaza. Lima negara memboikot Eurovision 2026, termasuk Ireland yang merupakan tujuh kali juara ajang itu.
Bettan menerima sambutan yang terbelah saat tampil di semifinal Selasa malam. Sejumlah penonton terdengar mencemooh dan meneriakkan slogan anti-Israel, sementara sebagian lainnya meneriakkan namanya sebagai bentuk dukungan.
Sebelum tampil, Bettan mengatakan bahwa dirinya memilih fokus pada musik dan menganggap kritik yang datang hanya sebagai “suara latar”.
Reaksi negatif terhadap penampilannya terdengar jelas dalam siaran televisi setelah penyiar Austria, ORF, selaku tuan rumah acara, menyatakan tidak akan menyensor aksi protes maupun reaksi negatif terhadap peserta mana pun.
Dalam pernyataan setelah acara, ORF dan penyelenggara Eurovision, European Broadcasting Union, mengatakan seorang penonton berada “dekat dengan mikrofon” dan “secara keras menyuarakan pandangannya” baik saat Israel hendak naik panggung maupun ketika lagu dibawakan.
“Orang tersebut kemudian dikeluarkan petugas keamanan karena terus mengganggu penonton lain,” bunyi pernyataan itu.
“Tiga orang lainnya juga dikeluarkan dari arena karena perilaku mengganggu.”
10 Negara Lolos ke Final
Semifinal yang digelar di Wiener Stadhalle, Wina, menghasilkan 10 negara yang lolos ke grand final Sabtu mendatang.
Di antara yang berhasil lolos adalah duo Finlandia Pete Parkkonen dan Linda Lampenius lewat lagu penuh emosi Liekinheitin (Flamethrower), yang saat ini menjadi favorit juara.
Namun malam itu menjadi kekecewaan bagi bintang Inggris Boy George. Vokalis Culture Club tersebut tampil sebagai bintang tamu dalam perwakilan San Marino, tetapi gagal lolos dari pemungutan suara.
Berikut daftar peserta yang lolos ke grand final:
- Belgia: Essyla – Dancing on the Ice
- Kroasia: Lelek – Andromeda
- Finlandia: Linda Lampenius x Pete Parkkonen – Liekinheitin
- Yunani: Akylas – Ferto
- Israel: Noam Bettan – Michelle
- Lithuania: Lion Ceccah – Sólo quiero más
- Moldova: Satoshi – Viva, Moldova!
- Polandia: Alicja – Pray
- Serbia: Lavina – Kraj Mene
- Swedia: Felicia – My System
Sementara itu, Estonia, Georgia, Montenegro, Portugal, dan San Marino harus tersingkir.
Di antara peserta yang gagal lolos terdapat sejumlah nama lama Eurovision, termasuk grup Estonia Vanilla Ninja, perwakilan San Marino Senhit, serta trio Georgia Bzikebi yang pernah menjuarai Junior Eurovision 2008.
Sebanyak 15 negara lain akan tampil pada semifinal kedua Kamis mendatang untuk memperebutkan 10 tiket tambahan menuju final.
Tuan rumah Austria serta empat kontributor finansial terbesar Eurovision — Prancis, Jerman, Italia, dan Inggris — otomatis lolos ke babak final.
Malam Pembukaan Penuh Nostalgia dan Spektakel
Semifinal dibuka dengan film pendek menyentuh untuk merayakan ulang tahun ke-70 Eurovision. Film itu mengikuti kisah Toni, bocah Austria yang tumbuh besar bersama Eurovision dan tetap mencintai kompetisi tersebut selama puluhan tahun.
Menampilkan para pemenang legendaris seperti ABBA, Sandie Shaw, Conchita Wurst, dan Nemo, film itu ditutup dengan Toni memainkan lagu L’amour Est Bleu — lagu yang pertama kali dibawakan Vicky Leandros di Eurovision 1967, tahun pertama Austria menjadi tuan rumah.
Leandros kemudian muncul di panggung bersama paduan suara beranggotakan 70 orang dalam penampilan penutup yang emosional.
Kontes sendiri dimulai lewat aksi energik penyanyi Moldova Satoshi dengan lagu pesta Viva, Moldova!, lengkap dengan gerakan kamera yang sengaja dibuat kacau.
Penyanyi Swedia Felicia tampil berikutnya dengan wajah tertutup topeng saat membawakan lagu dance My System, tentang “terinfeksi cinta mematikan”.
Band perempuan Kroasia Lelek mengubah suasana lewat harmoni folk kuat dalam lagu Andromeda yang mengangkat tema penindasan perempuan pada era Kesultanan Ottoman.
Namun penyanyi Yunani Akylas menghadirkan konsep panggung paling ambisius malam itu, memadukan referensi patung Yunani kuno, budaya merajut, hingga penghormatan kepada Helena Paparizou — satu-satunya pemenang Eurovision asal Yunani sejauh ini.
Lagu Ferto miliknya membandingkan materialisme generasi media sosial dengan perjuangan keluarganya selama krisis finansial Yunani 2009–2018.
Finlandia Jadi Favorit Juara
Meski menjadi salah satu kandidat kuat, Akylas masih harus menghadapi Finlandia yang menurut bandar taruhan memiliki peluang menang mencapai 34%.
Duo Finlandia itu tampil penuh energi dan emosi pada Selasa malam, sekaligus mencetak momen langka di Eurovision.
Lampenius, seorang pemain biola konser klasik, mendapat izin memainkan biola Gagliano abad ke-19 secara langsung di atas panggung. Itu baru kedua kalinya alat musik live diizinkan tampil di Eurovision sejak 1998.
Di sisi lain, penyanyi Italia Sal Da Vinci mempersembahkan lagu disko Per Sempre Si untuk istrinya, sementara perwakilan Lithuania Lion Ceccah mengecat seluruh tubuhnya dengan cat perak untuk membawakan anthem manusia versus mesin berjudul Sólo Quiero Más.
Malam semifinal ditutup band metal Serbia Lavina yang tampil dengan kostum kulit dan teriakan keras khas metal yang membuat suasana berakhir dramatis.
Sistem Voting Baru Setelah Kontroversi
Sepuluh finalis dipilih melalui kombinasi suara penonton dan penilaian juri.
Sistem pemungutan suara dirombak tahun ini setelah muncul tuduhan kejanggalan voting pada Eurovision 2025.
Kini penonton hanya bisa memberikan maksimal 10 suara — turun dari sebelumnya 20 — dan diwajibkan memasukkan detail kartu kredit saat voting online.
Aturan baru itu diterapkan untuk memastikan suara benar-benar berasal dari negara tempat voting dilakukan.
Saat penghitungan suara berlangsung, penonton disuguhi pertunjukan akrobatik yang terinspirasi dari Wurstelprater di Wina, salah satu taman hiburan tertua di dunia.
Ada pula kemunculan singkat aktor Will Ferrell serta lagu unik tentang perbedaan Austria dan Australia yang sebagian besar membahas kanguru.
Semifinal kedua akan digelar Kamis mendatang dengan penampilan sejumlah favorit dari Denmark dan Prancis untuk pertama kalinya.
Pertunjukan itu juga akan menjadi debut bintang pop Australia Delta Goodrem, salah satu nama paling terkenal dalam daftar peserta tahun ini, bersama perwakilan Inggris Look Mum No Computer.
