Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Kabut Asap Karhutla Indonesia Meluas, Brunei dan Filipina Mulai Terdampak

    01/09/2026

    Harapan Keluarga Menipis, Tim Penyelamat Ledakkan Lereng untuk Mencari 600 Pekerja PLTA Nepal

    01/09/2026

    Serangan Rusia Hancurkan 12 Juta Buku Jelang Dimulainya Tahun Ajaran Baru di Ukraina

    01/09/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Kabut Asap Karhutla Indonesia Meluas, Brunei dan Filipina Mulai Terdampak

      01/09/2026

      Harapan Keluarga Menipis, Tim Penyelamat Ledakkan Lereng untuk Mencari 600 Pekerja PLTA Nepal

      01/09/2026

      Serangan Rusia Hancurkan 12 Juta Buku Jelang Dimulainya Tahun Ajaran Baru di Ukraina

      01/09/2026

      Lionel Messi Akhiri Karier Internasional Argentina: “Saya Sudah Tak Punya Apa Pun untuk Diberikan”

      01/09/2026

      Mereka Jatuh Cinta, Lalu Harus Memastikan Tak Ternyata Saudara Sedarah

      31/08/2026
    • TEKNOLOGI

      Berlin Jadi Sasaran Pemerasan Siber, Peretas Curi Data Kota dan Tuntut Tebusan

      29/08/2026

      PBB Desak Reformasi Media Sosial, Perubahan Meta Dinilai Harus Diikuti Platform Lain

      28/08/2026

      Waktu Makin Menipis, Raksasa Teknologi Desak Dunia Perkuat Pertahanan Siber Hadapi AI

      28/08/2026

      Operasi Otak Pertama dengan Bantuan AI Secara Langsung Berhasil Angkat Tumor Pasien

      27/08/2026

      Penyelesaian US$18 Miliar Meta Bisa Mempercepat Perubahan Besar soal Keselamatan Anak di Media Sosial

      27/08/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Hiburan»Lima Orang Ditangkap Setelah Polisi Hong Kong Menggerebek Toko Buku Independen
    Hiburan

    Lima Orang Ditangkap Setelah Polisi Hong Kong Menggerebek Toko Buku Independen

    joveBy jove16/07/2026No Comments3 Mins Read1 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Lima orang ditangkap setelah polisi Hong Kong menggerebek dua toko buku independen yang diduga menjual dan memajang buku-buku yang dianggap mengandung unsur “hasutan” atau sedisi.

    Pihak berwenang menyatakan publikasi tersebut memicu “kebencian” terhadap pemerintah Hong Kong, lembaga peradilan, dan aparat penegak hukum. Polisi juga menyita sejumlah buku dari kedua toko tersebut, demikian pernyataan resmi pemerintah.

    Kelima orang yang ditangkap terdiri atas dua pria berusia 37 dan 57 tahun serta tiga perempuan berusia antara 30 hingga 59 tahun.

    Mereka diduga melanggar undang-undang keamanan nasional dengan “bertindak dengan maksud menghasut”. Saat ini, kelimanya masih ditahan untuk menjalani penyelidikan.

    Apabila dinyatakan bersalah, mereka terancam hukuman penjara hingga tujuh tahun.

    Pemerintah tidak mengungkap identitas toko buku yang menjadi sasaran penggerebekan.

    Namun, wartawan melihat polisi menggiring seorang perempuan dengan tangan diborgol keluar dari toko buku Have A Nice Stay menuju sebuah mobil polisi.

    Toko buku yang berada di kawasan padat Mong Kok itu didirikan pada 2022 oleh sekelompok mantan jurnalis. Koleksi bukunya berfokus pada tema demokrasi, otoritarianisme, dan literasi media.

    Tutup Usaha karena “Garis Merah” yang Tidak Jelas

    Penggerebekan terjadi sehari setelah Have A Nice Stay mengumumkan akan menutup usahanya pada Agustus mendatang.

    Dalam pengumumannya, pengelola menyebut alasan penutupan adalah kesulitan keuangan serta keberadaan “garis merah” yang tidak jelas mengenai materi apa saja yang dianggap bermasalah oleh pemerintah.

    Media lokal juga melaporkan bahwa Greenfield Book Store, yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut, turut menjadi sasaran operasi polisi.

    Melalui halaman Facebook resminya, toko buku itu menyatakan menjual berbagai buku dari Hong Kong dan Taiwan yang mencakup bidang sastra, sejarah, filsafat, seni, sosiologi, hingga pengembangan diri.

    Kedua toko tersebut juga tidak berpartisipasi dalam Hong Kong Book Fair 2026 yang mulai berlangsung pada Rabu.

    Penggerebekan Berulang Sepanjang Tahun

    Penggerebekan terbaru menambah daftar operasi serupa terhadap toko buku independen di Hong Kong sepanjang 2026.

    Pada Juni lalu, dua pegawai toko buku Hunter ditangkap aparat.

    Sementara pada Maret, empat orang dari toko buku Book Punch juga ditangkap dalam operasi serupa.

    Amnesty: Kebebasan Membaca Kian Terancam

    Organisasi hak asasi manusia Amnesty International menilai rangkaian penggerebekan tersebut menunjukkan “kenyataan yang mengkhawatirkan mengenai kondisi Hong Kong saat ini, di mana seseorang dapat dikriminalisasi hanya karena buku yang ada di rak bukunya.”

    Amnesty juga menyatakan ketidakjelasan mengenai apa yang disebut sebagai “garis merah” telah membuat para pemilik toko buku dan penulis terus menebak-nebak judul mana yang dapat berujung pada penyelidikan pidana, penangkapan, atau penutupan usaha.

    Menurut organisasi tersebut, kondisi itu menciptakan rasa takut sekaligus mendorong praktik penyensoran diri di kalangan pelaku industri perbukuan.

    buku hongkong kriminal penggrebekan
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Bencana

    Kabut Asap Karhutla Indonesia Meluas, Brunei dan Filipina Mulai Terdampak

    01/09/2026
    Bencana

    Harapan Keluarga Menipis, Tim Penyelamat Ledakkan Lereng untuk Mencari 600 Pekerja PLTA Nepal

    01/09/2026
    Budaya

    Serangan Rusia Hancurkan 12 Juta Buku Jelang Dimulainya Tahun Ajaran Baru di Ukraina

    01/09/2026
    Bisnis

    Jepang Makin Agresif Menanam Modal di India di Tengah Risiko yang Meningkat di China

    01/09/2026
    Hiburan

    Lionel Messi Akhiri Karier Internasional Argentina: “Saya Sudah Tak Punya Apa Pun untuk Diberikan”

    01/09/2026
    Budaya

    Mereka Jatuh Cinta, Lalu Harus Memastikan Tak Ternyata Saudara Sedarah

    31/08/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Kabut Asap Karhutla Indonesia Meluas, Brunei dan Filipina Mulai Terdampak

    01/09/2026

    Harapan Keluarga Menipis, Tim Penyelamat Ledakkan Lereng untuk Mencari 600 Pekerja PLTA Nepal

    01/09/2026

    Serangan Rusia Hancurkan 12 Juta Buku Jelang Dimulainya Tahun Ajaran Baru di Ukraina

    01/09/2026

    Jepang Makin Agresif Menanam Modal di India di Tengah Risiko yang Meningkat di China

    01/09/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.