Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    17 Warga Meksiko Tewas dalam Operasi Imigrasi AS, Meksiko Gugat dan Tuntut Pertanggungjawaban

    15/07/2026

    AS Dakwa Tiga Warga Rusia yang Diduga Jadi Otak Jaringan Kejahatan Siber Global, Kerugian Capai Rp1 Triliun

    15/07/2026

    Wabah Diare Parah di AS Masih Menjadi Misteri, Otoritas Kesulitan Menemukan Sumber Penularan

    15/07/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      17 Warga Meksiko Tewas dalam Operasi Imigrasi AS, Meksiko Gugat dan Tuntut Pertanggungjawaban

      15/07/2026

      AS Dakwa Tiga Warga Rusia yang Diduga Jadi Otak Jaringan Kejahatan Siber Global, Kerugian Capai Rp1 Triliun

      15/07/2026

      Wabah Diare Parah di AS Masih Menjadi Misteri, Otoritas Kesulitan Menemukan Sumber Penularan

      15/07/2026

      Ganti Pekerjaan 10 Kali dalam 10 Tahun, Strategi Ini Antar Karier ke Posisi Impian

      15/07/2026

      “Kalau Kami Harus Mati, Kami Mati Bersama”, Istri Penumpang yang Hampir Tersedot Keluar Pesawat Ryanair Ungkap Detik-detik Mencekam

      15/07/2026
    • TEKNOLOGI

      AS Dakwa Tiga Warga Rusia yang Diduga Jadi Otak Jaringan Kejahatan Siber Global, Kerugian Capai Rp1 Triliun

      15/07/2026

      Pengadilan Singapura Perintahkan Bloomberg Bayar Ganti Rugi Rp4,5 Miliar kepada Dua Menteri dalam Kasus Pencemaran Nama Baik

      15/07/2026

      Ilmuwan AS Peneliti Uji Nuklir Korea Utara Ditahan China Hampir Dua Tahun dengan Tuduhan Spionase

      15/07/2026

      Riset Ungkap YouTube Masih Merekomendasikan Video Gangguan Makan kepada Remaja Meski Aturan Baru Telah Berlaku

      14/07/2026

      India Minta WhatsApp Tunda Fitur Username karena Dikhawatirkan Picu Penipuan Siber

      03/07/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Teknologi»Gadget»AS Dakwa Tiga Warga Rusia yang Diduga Jadi Otak Jaringan Kejahatan Siber Global, Kerugian Capai Rp1 Triliun
    Gadget

    AS Dakwa Tiga Warga Rusia yang Diduga Jadi Otak Jaringan Kejahatan Siber Global, Kerugian Capai Rp1 Triliun

    joveBy jove15/07/2026No Comments4 Mins Read3 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Departemen Kehakiman Amerika Serikat pada Selasa mengumumkan dakwaan terhadap tiga warga negara Rusia yang disebut sebagai tokoh utama di balik jaringan kejahatan siber berskala besar. Jaringan tersebut diduga membantu para peretas menyerang rumah sakit, sekolah, dan lembaga perbankan di seluruh Amerika Serikat sehingga menyebabkan kerugian sekitar 62 juta dolar AS (sekitar Rp1 triliun).

    Dakwaan tersebut menargetkan salah satu layanan yang selama ini dikenal luas di dunia kejahatan siber, yakni bulletproof hosting, penyedia infrastruktur internet yang menyewakan server kepada para peretas sekaligus mengklaim mampu melindungi mereka dari penegakan hukum.

    Jaksa Amerika Serikat menuduh dua pria Rusia, Aleksandr Volosovik dan Kirill Zatolokin, mengoperasikan perusahaan penyedia bulletproof hosting dari sebuah kantor di St. Petersburg, kota terbesar kedua di Rusia.

    Seorang perempuan Rusia, Yulia Pankova, juga didakwa dalam perkara konspirasi tersebut. Ketiganya menghadapi dakwaan konspirasi untuk melakukan penipuan melalui komunikasi elektronik (wire fraud) serta pencucian uang.

    Menurut Departemen Kehakiman AS, perusahaan yang berbasis di Rusia bernama Media Land telah memberikan dukungan kepada berbagai kelompok kriminal siber yang mengklaim telah menyerang puluhan korban.

    Berdasarkan catatan bisnis Rusia, Media Land didirikan pada 2015 dan berkantor di kawasan semi-industri di St. Petersburg.

    Departemen Luar Negeri Amerika Serikat kini menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS (sekitar Rp163 miliar) bagi siapa pun yang memberikan informasi mengenai perusahaan tersebut maupun para eksekutifnya, seiring penyelidikan yang masih berlangsung.

    Sudah Lama Diburu Aparat

    Aparat penegak hukum Amerika Serikat dan Eropa telah melacak Volosovik, Zatolokin, dan Pankova selama bertahun-tahun.

    Ketika Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada mereka tahun lalu, lembaga itu juga merilis foto Zatolokin yang sedang memegang senjata sambil mengenakan kaus bertuliskan Media Land.

    “Hingga saat ini mereka kemungkinan masih terus melindungi berbagai aktivitas kriminal,” kata Asisten Direktur Divisi Siber FBI, Brett Leatherman, merujuk pada Media Land.

    Leatherman mengatakan FBI kini akan memantau apakah tindakan terhadap Media Land akan mendorong para pelaku kejahatan siber beralih menggunakan layanan bulletproof hosting lainnya.

    “Saat ini kami sedang mengamati pergeseran tersebut untuk memahami ke mana mereka berpindah dan peluang apa yang dapat dimanfaatkan aparat penegak hukum maupun komunitas intelijen untuk menindak mereka,” ujarnya.

    “Bahan Bakar” Dunia Kejahatan Siber

    Presiden sekaligus Kepala Intelijen perusahaan keamanan siber Intel471, Michael DeBolt, menyebut penyedia layanan bulletproof hosting sebagai “bahan bakar bagi dunia bawah tanah kejahatan siber.”

    “Baik untuk menyebarkan malware, mengoperasikan pasar gelap ilegal, melancarkan serangan ransomware, maupun melindungi hasil pencurian data digital, dampak Media Land harus diukur dari bertahun-tahun aktivitas kriminal yang mereka dukung, fasilitasi, dan pertahankan,” kata DeBolt

    Selama bertahun-tahun, FBI, Dinas Rahasia Amerika Serikat (Secret Service), serta berbagai lembaga penegak hukum lainnya telah menjalankan operasi untuk mengganggu aktivitas kelompok ransomware yang setiap tahun memperoleh ratusan juta dolar dari pembayaran tebusan para korban.

    Pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden, sebagian pejabat sempat mengusulkan pelarangan pembayaran uang tebusan kepada pelaku ransomware. Namun, gagasan tersebut akhirnya dibatalkan karena dikhawatirkan justru merugikan sebagian korban.

    Rusia Dinilai Masih Menjadi Tempat Berlindung Peretas

    Karena Rusia dinilai masih menjadi tempat berlindung bagi banyak kelompok peretas, agen-agen FBI kini berupaya mengurangi ancaman tersebut dengan menargetkan infrastruktur teknologi yang digunakan kelompok ransomware, sebagian di antaranya berada di luar wilayah Rusia.

    Berbagai operasi tersebut telah membuahkan hasil, mulai dari penyitaan aset mata uang kripto senilai jutaan dolar hingga penangkapan dan ekstradisi sejumlah peretas yang selama ini menjadi buronan.

    Namun, di sisi lain, ancaman kejahatan siber dinilai semakin berani dan mengkhawatirkan.

    Bulan lalu, bahwa sebuah kelompok kriminal berbahasa Rusia bahkan mulai merekrut orang untuk mendatangi kantor firma hukum besar di Amerika Serikat dan mencolokkan perangkat USB sebagai bagian dari operasi peretasan mereka.

    Barat Tingkatkan Tekanan terhadap Aktivitas Siber Rusia

    Dakwaan yang diumumkan pada Selasa tersebut menjadi bagian dari serangkaian langkah aparat penegak hukum dan badan intelijen negara-negara Barat terhadap aktivitas peretasan Rusia, baik yang dilakukan kelompok kriminal maupun yang diduga mendapat dukungan negara.

    Pada Senin, pemerintah Inggris dan Uni Eropa menuduh badan intelijen Rusia, FSB, berupaya meretas jaringan listrik Polandia tahun lalu dalam serangan yang berpotensi menyebabkan sekitar 500.000 orang kehilangan aliran listrik.

    Sementara itu, badan intelijen Belanda menuduh kelompok peretas yang didukung pemerintah Rusia secara sistematis membobol kamera pengawas di berbagai negara Eropa untuk memantau jalur transportasi militer serta pengiriman persenjataan ke Ukraina.

    Leatherman mengatakan pemerintah Amerika Serikat terus secara rutin memperingatkan ancaman peretasan yang didukung negara Rusia karena setelah sempat menurun pada awal invasi penuh Rusia ke Ukraina pada 2022, dalam sekitar satu tahun terakhir serangan siber yang menargetkan Amerika Serikat kembali meningkat.

    “Kami melihat adanya peningkatan dalam penargetan terhadap Amerika Serikat oleh pelaku serangan siber Rusia,” katanya.

    amerika hacker internet media rusia syber
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hiburan

    17 Warga Meksiko Tewas dalam Operasi Imigrasi AS, Meksiko Gugat dan Tuntut Pertanggungjawaban

    15/07/2026
    Gaya Hidup

    Wabah Diare Parah di AS Masih Menjadi Misteri, Otoritas Kesulitan Menemukan Sumber Penularan

    15/07/2026
    Gaya Hidup

    Ganti Pekerjaan 10 Kali dalam 10 Tahun, Strategi Ini Antar Karier ke Posisi Impian

    15/07/2026
    Hiburan

    “Kalau Kami Harus Mati, Kami Mati Bersama”, Istri Penumpang yang Hampir Tersedot Keluar Pesawat Ryanair Ungkap Detik-detik Mencekam

    15/07/2026
    Ekonomi & Pasar

    Pengadilan Singapura Perintahkan Bloomberg Bayar Ganti Rugi Rp4,5 Miliar kepada Dua Menteri dalam Kasus Pencemaran Nama Baik

    15/07/2026
    Ekonomi & Pasar

    Dari Handuk Wimbledon hingga Whisky Scotch, Ini Dampak Perjanjian Dagang India-Inggris bagi Konsumen

    15/07/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    17 Warga Meksiko Tewas dalam Operasi Imigrasi AS, Meksiko Gugat dan Tuntut Pertanggungjawaban

    15/07/2026

    AS Dakwa Tiga Warga Rusia yang Diduga Jadi Otak Jaringan Kejahatan Siber Global, Kerugian Capai Rp1 Triliun

    15/07/2026

    Wabah Diare Parah di AS Masih Menjadi Misteri, Otoritas Kesulitan Menemukan Sumber Penularan

    15/07/2026

    Ganti Pekerjaan 10 Kali dalam 10 Tahun, Strategi Ini Antar Karier ke Posisi Impian

    15/07/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.