Harga minyak dunia turun tajam dan pasar saham global menguat setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran semakin dekat menuju kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Harga kontrak berjangka minyak mentah Brent, yang menjadi patokan global, sempat turun ke level US$97 per barel sebelum kembali naik ke atas US$101. Sebelumnya pada hari yang sama, harga minyak masih berada di atas US$108 per barel.
Indeks FTSE 100 yang berisi perusahaan-perusahaan terbesar di Britania Raya dan indeks Dax Jerman ditutup menguat lebih dari 2%, sementara indeks Cac 40 Prancis naik 3%.
Pasar saham Asia juga berakhir di zona hijau, sementara indeks S&P 500 di Amerika Serikat menguat lebih dari 1% sepanjang perdagangan.
Pergerakan pasar tersebut terjadi setelah Axios melaporkan bahwa AS meyakini pihaknya hampir mencapai dokumen satu halaman yang akan mengakhiri perang sekaligus membuka jalan bagi pembicaraan rinci mengenai program nuklir Iran.
Beberapa jam kemudian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa proposal AS untuk mengakhiri perang dengan Iran masih dalam tahap pembahasan.
Namun tidak lama setelah itu, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa kesepakatan mungkin masih jauh dari tercapai.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut persetujuan dari pihak Iran masih merupakan “asumsi besar” dan memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan akan memicu pemboman “dengan tingkat dan intensitas yang jauh lebih besar” dibanding saat Operation Epic Fury berlangsung.
Harga minyak sendiri masih jauh lebih tinggi dibanding level sekitar US$70 per barel sebelum pecahnya perang AS-Israel melawan Iran, yang telah mengganggu produksi dan distribusi minyak di kawasan tersebut.
Inti konflik berada pada ancaman Iran untuk menyerang kapal-kapal minyak yang melintasi Selat Hormuz, jalur sempit di selatan negara itu, sebagai respons atas serangan AS dan Israel sejak 28 Februari.
Sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas dunia biasanya melewati selat tersebut, yang secara efektif tertutup selama beberapa pekan terakhir. Harga gas global juga melonjak sejak konflik dimulai.
Untuk pasar saham, bursa utama Eropa masih berada di bawah posisi akhir Februari, sementara S&P 500 justru naik lebih dari 1%.
Seluruh pasar utama Asia mencatat penguatan pada Rabu, dengan indeks Kospi Korea Selatan ditutup melonjak 6,45%, Hang Seng Hong Kong naik 1,22%, dan Nikkei Jepang menguat 0,38%.
Indeks Hang Seng masih lebih rendah dibanding awal perang, tetapi dua indeks lainnya justru menguat.
Pada 8 April lalu, AS dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata yang menyebabkan harga minyak turun dan pasar saham melonjak.
Namun pada Minggu, Trump mengatakan militer AS akan mengawal kapal-kapal melalui Selat Hormuz dalam operasi yang ia sebut “Project Freedom”, yang kemudian memicu peningkatan serangan di kawasan selat oleh Iran maupun AS.
Trump kemudian menulis di media sosial pada Selasa bahwa ia akan menghentikan sementara operasi tersebut “untuk jangka pendek guna melihat apakah kesepakatan dapat difinalisasi dan ditandatangani”.
Ia juga menyatakan bahwa “kemajuan besar telah dicapai menuju Kesepakatan Lengkap dan Final dengan perwakilan Iran”.
Trump menambahkan AS akan tetap memblokade kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran, langkah yang dirancang untuk meningkatkan tekanan terhadap ekonomi Iran.
Pada Rabu, Axios melaporkan bahwa AS percaya pihaknya semakin dekat dengan memorandum kesepahaman satu halaman untuk mengakhiri perang, mengutip dua pejabat AS dan dua sumber lain yang mengetahui pembahasan tersebut.
Dokumen itu disebut akan mendeklarasikan berakhirnya perang di kawasan sekaligus memulai periode negosiasi selama 30 hari mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, pembatasan program nuklir Iran, dan pencabutan sanksi AS.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa kedua pihak kini berada pada titik paling dekat menuju kesepakatan sejak konflik dimulai.
AS diyakini sedang menunggu respons Iran terhadap sejumlah poin penting dalam 48 jam ke depan.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga mengatakan kepada wartawan pada Selasa bahwa serangan awal gabungan AS-Israel terhadap Iran telah berakhir karena tujuan Washington sudah tercapai.
“Kami lebih memilih jalur damai. Apa yang diinginkan presiden adalah sebuah kesepakatan,” kata Rubio.
Iran belum memberikan tanggapan terhadap pernyataan Rubio. Ketua parlemen Iran Mohammad Ghalibaf sebelumnya mengatakan: “Kami memahami dengan baik bahwa mempertahankan situasi saat ini tidak dapat ditoleransi Amerika, sementara kami baru saja memulai.”
Project Freedom, yang menurut Trump bertujuan memperlancar arus energi melalui jalur tersebut, sempat menguji ketahanan gencatan senjata kedua pihak.
AS mengaku menyerang beberapa “kapal cepat” Iran di kawasan selat, sementara Uni Emirat Arab juga menuduh Iran melancarkan serangan terhadap salah satu pelabuhan minyaknya — tuduhan yang dibantah Teheran.
