Seorang juri federal Amerika Serikat mendakwa Gubernur negara bagian Sinaloa, Meksiko, bersama sembilan pejabat lainnya atas tuduhan perdagangan narkoba dan pelanggaran senjata. Mereka diduga bekerja sama dengan kartel untuk memasukkan narkoba ke AS sebagai imbalan suap dan berbagai keuntungan.
Ruben Rocha Moya, yang menjabat sebagai gubernur Sinaloa sejak 2021, didakwa bersama sembilan pejabat tinggi Meksiko—baik yang masih aktif maupun mantan—dalam dakwaan lima poin yang dibuka ke publik pada Rabu. Mereka dituduh membantu faksi kartel yang dipimpin oleh “Los Chapitos”, putra-putra Joaquin Guzman Loera, mantan pemimpin kartel Sinaloa yang telah diproses hukum di AS.
“Para politisi dan aparat penegak hukum ini telah menyalahgunakan kewenangan mereka untuk mendukung kartel, membiarkan korban terancam kekerasan, dan menjual jabatan mereka demi suap dalam jumlah besar,” demikian isi dakwaan tersebut.
Dugaan Intervensi Pemilu
Jaksa di New York menuduh Rocha Moya bertemu dengan kelompok Chapitos sebelum pemilihan tahun 2021 dan menjanjikan akan menempatkan pejabat yang mendukung operasi narkoba mereka jika terpilih.
Menurut dakwaan, anggota kartel mencuri kotak suara serta menculik atau mengintimidasi lawan politik agar mundur demi memastikan kemenangan Rocha Moya.
Namun, Rocha Moya membantah keras tuduhan tersebut. Dalam pernyataannya di platform X, ia mengatakan:
“Saya secara tegas dan sepenuhnya menolak tuduhan dari Kantor Jaksa Federal Distrik Selatan New York, karena tidak memiliki dasar atau kebenaran apa pun. Hal ini akan dibuktikan pada waktunya.”
Ia juga menambahkan kepada warga Sinaloa bahwa tuduhan tersebut merupakan fitnah yang tidak berdasar.
Respons Pemerintah Meksiko
Kementerian Luar Negeri Meksiko menyatakan telah menerima permintaan ekstradisi dari pemerintah AS, tetapi menilai bukti yang diajukan belum cukup.
Dalam pernyataannya, kementerian tersebut menyebut bahwa kantor jaksa agung Meksiko akan menilai apakah bukti tersebut memenuhi standar hukum nasional dan apakah penangkapan sementara untuk ekstradisi dapat dilakukan.
Peran Pejabat dalam Operasi Kartel
Jaksa AS menuduh para pejabat membantu kartel menyelundupkan fentanyl, kokain, dan narkoba lainnya dari Meksiko ke AS. Mereka juga diduga melindungi pimpinan kartel dari penyelidikan serta memungkinkan terjadinya kekerasan terkait narkoba.
Sebagai imbalannya, para terdakwa disebut menerima jutaan dolar.
Salah satu terdakwa, Juan Valenzuela Millan, mantan komandan tinggi kepolisian di Culiacán, dituduh membantu penculikan seorang informan Drug Enforcement Administration dan satu korban lainnya, yang kemudian diserahkan ke kartel dan dibunuh.
Millan juga diduga menerima suap sekitar US$41.000 per bulan, yang kemudian didistribusikan kepada anggota kepolisian lain. Sebagai imbalannya, ia memberikan akses kepada kartel terhadap sumber daya kepolisian, termasuk mobil patroli dan radio komunikasi.
Sementara itu, Damaso Castro Zaavedra, wakil jaksa agung negara bagian Sinaloa, diduga menerima sekitar US$11.000 per bulan dari Chapitos untuk melindungi mereka dari penangkapan dan memberi informasi tentang operasi yang didukung AS.
Fragmentasi Kartel dan Kasus Lama
Setelah penangkapan El Chapo, kartel Sinaloa terpecah menjadi dua faksi: satu dipimpin oleh Chapitos dan satu lagi oleh Ismael Zambada Garcia.
Otoritas AS sebelumnya telah mendakwa para anggota Chapitos. Dua di antaranya telah diekstradisi ke AS dan mengaku bersalah, sementara dua lainnya masih buron di Meksiko. Zambada sendiri juga didakwa dan dibawa ke AS pada 2024, di mana ia juga mengaku bersalah.
Zambada sebelumnya menuduh Rocha Moya terlibat dalam pertemuan yang berujung pada penangkapannya. Tuduhan tersebut telah dibantah oleh Rocha Moya, yang menyatakan tidak ada kaitan apa pun antara dirinya dan peristiwa tersebut.
Kasus ini menambah daftar panjang tuduhan keterlibatan pejabat publik dalam jaringan kartel narkoba, sekaligus mempertegas kompleksitas hubungan antara kekuasaan politik dan kejahatan terorganisasi di kawasan tersebut.
