Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Trump Bantah AS Kekurangan Amunisi, Ancam Penjara Pembocor Informasi

    07/08/2026

    India Negara Para Pejalan Kaki, tetapi Kota-kotanya Justru Melupakan Mereka

    07/08/2026

    “Turunkan Ponselmu”, Pesan Grup K-Pop Cortis yang Memicu Perdebatan di Kalangan Penggemar

    07/08/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Trump Bantah AS Kekurangan Amunisi, Ancam Penjara Pembocor Informasi

      07/08/2026

      India Negara Para Pejalan Kaki, tetapi Kota-kotanya Justru Melupakan Mereka

      07/08/2026

      “Turunkan Ponselmu”, Pesan Grup K-Pop Cortis yang Memicu Perdebatan di Kalangan Penggemar

      07/08/2026

      Misi Berani di Tengah Musim Dingin Antarktika, Tim Penerbangan Australia Berhasil Evakuasi Pasien dalam Suhu Minus 43 Derajat

      07/08/2026

      Anak-anak Tak Terlihat di Sudan, Lahir di Tengah Perang Tanpa Identitas Hukum

      07/08/2026
    • TEKNOLOGI

      Misi Berani di Tengah Musim Dingin Antarktika, Tim Penerbangan Australia Berhasil Evakuasi Pasien dalam Suhu Minus 43 Derajat

      07/08/2026

      Meta Didenda Hampir Rp15,4 Triliun, Hakim AS Sebut Platformnya Jadi Ancaman bagi Keselamatan Anak

      07/08/2026

      Meta Ungkap Model AI Sempat Terhubung ke Internet dan Meretas Sistem Perusahaan Lain saat Pengujian

      06/08/2026

      Uji Keamanan Inggris Temukan AI Gunakan Penipuan dan Bertindak Mandiri untuk Mengelabui Manusia

      05/08/2026

      “Rasanya Seperti Menggali Kuburan Sendiri”: Pekerja Filipina Ceritakan Dampak AI yang Mengubah Industri Outsourcing

      05/08/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Teknologi»Gadget»Meta Didenda Hampir Rp15,4 Triliun, Hakim AS Sebut Platformnya Jadi Ancaman bagi Keselamatan Anak
    Gadget

    Meta Didenda Hampir Rp15,4 Triliun, Hakim AS Sebut Platformnya Jadi Ancaman bagi Keselamatan Anak

    joveBy jove07/08/2026No Comments4 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Seorang hakim di negara bagian New Mexico, Amerika Serikat, pada Kamis waktu setempat memerintahkan Meta membayar denda tambahan sebesar US$567 juta (sekitar Rp9,2 triliun) karena dinilai gagal memperingatkan publik mengenai bahaya yang ditimbulkan platform-platformnya terhadap anak-anak. Putusan ini menjadi hukuman terbesar yang pernah dijatuhkan kepada perusahaan tersebut dalam perkara keselamatan anak.

    Hakim Bryan Biedscheid menyatakan bahwa raksasa media sosial itu merupakan sebuah “gangguan publik” (public nuisance) yang sebanding dengan polusi udara. Ia juga memerintahkan agar dana tersebut ditempatkan dalam sebuah dana khusus yang bertujuan mengurangi dampak buruk serupa di masa mendatang.

    Putusan terbaru ini menambah denda sebesar US$375 juta (sekitar Rp6,1 triliun) yang sebelumnya telah dijatuhkan kepada Meta dalam perkara yang sama. Dengan demikian, total denda yang harus dibayar perusahaan mencapai US$942 juta (sekitar Rp15,4 triliun).

    Hakim Biedscheid mengibaratkan Meta sebagai sebuah pabrik, dengan iklan dan konten sebagai produknya, sementara “dampak psikologis dan eksploitasi seksual terhadap anak-anak merupakan polusi yang harus dihentikan.”

    Juru bicara Meta, perusahaan yang mengoperasikan Instagram, Facebook, WhatsApp, dan Threads, mengatakan pada Kamis bahwa pihaknya tidak sependapat dengan putusan tersebut dan akan mengajukan banding.

    “Kami bekerja keras menjaga keamanan pengguna di platform kami serta bersikap transparan mengenai tantangan dalam mengidentifikasi dan menghapus pelaku kejahatan maupun konten berbahaya. Kami tetap yakin dengan rekam jejak kami dalam melindungi remaja di dunia maya dan akan terus membela diri terhadap tuduhan yang tidak mencerminkan fakta,” kata juru bicara tersebut.

    Terkait putusan sebelumnya yang menjatuhkan denda US$375 juta, Meta juga telah menyatakan akan mengajukan banding dengan memberikan penjelasan serupa. Perkara itu menjadi pertama kalinya sebuah negara bagian di Amerika Serikat berhasil memenangkan gugatan terhadap Meta terkait isu keselamatan anak.

    Saat ini Meta juga menghadapi ribuan gugatan lain di Amerika Serikat atas persoalan serupa. Selain putusan di New Mexico, awal tahun ini perusahaan tersebut juga kalah dalam perkara di Los Angeles yang mengangkat tuduhan sejenis.

    Kasus di New Mexico bermula dari gugatan yang diajukan pada 2023 oleh jaksa negara bagian New Mexico. Mereka berpendapat bahwa Meta harus bertanggung jawab atas cara platform-platformnya membahayakan anak-anak serta membuat mereka terpapar materi bermuatan seksual dan berinteraksi dengan pelaku predator seksual.

    Dalam tahap pertama persidangan, Meta dinyatakan berulang kali melanggar New Mexico Unfair Practices Act karena algoritma rekomendasinya secara efektif “mengarahkan” pengguna muda menuju konten dan kontak yang berbahaya.

    Algoritma rekomendasi merupakan sistem yang digunakan Meta untuk secara otomatis memilih dan menyajikan konten yang muncul kepada pengguna di berbagai platformnya.

    Dalam putusan tahap kedua persidangan, Hakim Biedscheid menyimpulkan bahwa dampak yang ditimbulkan Meta telah mencapai kategori “gangguan publik”, yaitu persoalan kesehatan dan keselamatan yang begitu meluas sehingga berdampak negatif terhadap masyarakat secara umum.

    Selain menjadi denda terbesar yang pernah diterima Meta terkait keselamatan anak, putusan ini juga tampaknya menjadi pertama kalinya sebuah perusahaan media sosial secara hukum dinyatakan sebagai “gangguan publik”.

    “Sebagaimana polusi berbahaya yang dihasilkan sebuah pabrik dapat merusak hak masyarakat atas udara yang bersih, dampak berbahaya platform Meta terhadap anak-anak tidak berhenti di dalam platform itu sendiri. Dampaknya menyebar ke internet secara keseluruhan dan, yang paling mengkhawatirkan, merambah ke dunia nyata sehingga menciptakan beban sosial yang dirasakan anak-anak yang terdampak beserta keluarga mereka, sekolah, rumah sakit, dan aparat penegak hukum,” tulis hakim dalam putusannya.

    Dana khusus yang diperintahkan untuk dibentuk Meta akan digunakan untuk mendanai berbagai upaya mengurangi “dampak luas dari kerugian tersebut”, kata Hakim Biedscheid.

    Sebagian besar dana, yakni US$420 juta (sekitar Rp6,9 triliun), akan dialokasikan untuk penanganan dampak yang telah ditimbulkan platform Meta melalui pendanaan program kesehatan mental, layanan perilaku, serta tenaga profesional yang sesuai.

    Sebagian dana lainnya akan digunakan untuk pelatihan mengenai peningkatan kesadaran dan pencegahan, termasuk bagi guru dan tenaga kesehatan agar lebih siap menangani dampak media sosial terhadap anak-anak.

    Hakim juga memerintahkan Meta menerapkan sejumlah langkah tambahan, antara lain memastikan tidak ada akun pengguna berusia di bawah 18 tahun yang direkomendasikan kepada pengguna dewasa, melarang pengguna dewasa mengirim pesan kepada anak di bawah umur, melarang pengiriman maupun penerimaan konten bernuansa telanjang oleh pengguna di bawah umur, serta menerapkan kebijakan “satu pelanggaran langsung ditindak” bagi pengguna dewasa yang terlibat dalam eksploitasi seksual anak.

    Selain itu, Meta juga diwajibkan untuk:

    • Menghapus fitur jumlah “like” bagi pengguna berusia di bawah 18 tahun.
    • Menonaktifkan notifikasi push bagi pengguna di bawah 18 tahun setiap hari pukul 22.00 hingga 07.00 waktu setempat, serta selama tahun ajaran sekolah antara pukul 08.00 hingga 15.00 pada hari kerja.
    • Menerapkan batas penggunaan wajib selama 90 jam per bulan secara kumulatif di Instagram dan Facebook bagi pengguna di bawah umur, atau sekitar tiga jam per hari.

    Pekan depan, Meta juga akan kembali menghadapi persidangan besar lainnya di California. Hampir tiga lusin jaksa agung dari berbagai negara bagian di Amerika Serikat menggugat perusahaan tersebut atas dugaan pelanggaran undang-undang perlindungan privasi anak.

    internet keuangna meta
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Ekonomi & Pasar

    Trump Bantah AS Kekurangan Amunisi, Ancam Penjara Pembocor Informasi

    07/08/2026
    Budaya

    India Negara Para Pejalan Kaki, tetapi Kota-kotanya Justru Melupakan Mereka

    07/08/2026
    Hiburan

    “Turunkan Ponselmu”, Pesan Grup K-Pop Cortis yang Memicu Perdebatan di Kalangan Penggemar

    07/08/2026
    Hiburan

    Misi Berani di Tengah Musim Dingin Antarktika, Tim Penerbangan Australia Berhasil Evakuasi Pasien dalam Suhu Minus 43 Derajat

    07/08/2026
    Hukum Kriminal

    Anak-anak Tak Terlihat di Sudan, Lahir di Tengah Perang Tanpa Identitas Hukum

    07/08/2026
    Gadget

    Meta Ungkap Model AI Sempat Terhubung ke Internet dan Meretas Sistem Perusahaan Lain saat Pengujian

    06/08/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Trump Bantah AS Kekurangan Amunisi, Ancam Penjara Pembocor Informasi

    07/08/2026

    India Negara Para Pejalan Kaki, tetapi Kota-kotanya Justru Melupakan Mereka

    07/08/2026

    “Turunkan Ponselmu”, Pesan Grup K-Pop Cortis yang Memicu Perdebatan di Kalangan Penggemar

    07/08/2026

    Misi Berani di Tengah Musim Dingin Antarktika, Tim Penerbangan Australia Berhasil Evakuasi Pasien dalam Suhu Minus 43 Derajat

    07/08/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.