Tiga tahun lalu, Ariana Grande mengimbau publik untuk berhenti mengomentari kondisi tubuhnya.
Melalui sebuah video di TikTok yang dibuat sebagai respons terhadap komentar mengenai berat badan dan bentuk tubuhnya, penyanyi sekaligus aktris itu mengatakan bahwa ada “banyak cara berbeda untuk terlihat sehat dan cantik.”
Namun, tiga tahun berselang, spekulasi di media sosial mengenai kondisi tubuh dan kesehatannya masih terus berlanjut. Setelah menghadapi “sorotan publik yang tiada henti dan terus berlangsung”, juru bicara Grande mengumumkan bahwa sang bintang akan “mengurangi kemunculannya di ruang publik” setelah tur konsernya saat ini berakhir.
Dalam pernyataan tersebut ditegaskan bahwa Grande ingin menuntaskan turnya dengan baik.
“Ia berharap dapat menyelesaikan tur ini dengan hasil terbaik, dalam kondisi yang sehat dan bahagia, lalu menikmati masa istirahat yang memang layak setelah terus-menerus menghadapi sorotan publik tanpa henti akibat pekerjaannya di depan publik dan berbagai penampilannya,” demikian isi pernyataan itu.
Pengumuman tersebut muncul setelah Grande merilis album studio kedelapannya, Petal, beserta video musik lagu utamanya pada Jumat.
Lagu tersebut mengangkat tekanan yang datang bersama ketenaran. Dalam video musiknya, Grande berperan sebagai calon bintang yang mengikuti audisi di hadapan sekelompok pencari bakat dengan mengenakan berbagai persona bintang pop yang berbeda. Namun, tidak satu pun dianggap cukup baik.
Pada awalnya, para pencari bakat itu mengatakan bahwa “tidak ada salahnya” jika ia menurunkan berat badan, di samping berbagai kritik lainnya. Pada akhirnya, mereka mengatakan kepada persona terakhir bahwa mereka merindukan “dirimu yang dulu.”
Tokoh yang diperankan Grande kemudian membunuh mereka semua menggunakan gergaji mesin.
“Saya menulis album ini dari tempat yang tidak biasa bagi saya, yaitu dari kemarahan yang benar-benar tanpa filter,” ujar Grande.
Terlepas dari pesan yang ingin disampaikan melalui album tersebut, justru penampilan fisik Grande yang paling banyak menjadi perbincangan. Banyak pengguna media sosial mengaku komentar mereka lahir dari rasa khawatir terhadap kesehatannya. Sepanjang akhir pekan, berbagai komentar dan tangkapan layar mengenai penampilannya membanjiri media sosial.
“Seperti Objek Percobaan di Laboratorium”
Komentar teratas pada video musik Petal di YouTube berbunyi, “Ini bukan soal ingin Ariana yang dulu kembali. Ini soal ingin dia sehat.”
Seorang penggemar di platform X menulis bahwa Grande “menjadi sangat kurus sehingga orang-orang benar-benar merasa khawatir.”
Di sisi lain, para penggemar setianya menunjukkan dukungan dengan membuat tagar #Weloveyouariana menjadi tren di media sosial. Sebagian juga mengecam orang-orang yang terus menyoroti tubuh sang penyanyi.
“Tidak seorang pun berhak mengomentari tubuh atau penampilan orang lain,” tulis salah satu pengguna.
Jurnalis musik Sophie Williams mengatakan kepada BBC Radio 5 Live bahwa “komentar yang terus-menerus mengenai Ariana benar-benar meningkat drastis selama akhir pekan ketika ia sedang mempromosikan musik barunya.”
“Hal itu membuat kita menduga bahwa sorotan tersebut setidaknya menjadi salah satu alasan di balik keputusan ini,” katanya.
Grande dijadwalkan melanjutkan tur Eternal Sunshine Tour di Chicago pekan ini sebelum menjalani 10 pertunjukan di O2 Arena, London. Tur tersebut akan berakhir pada 1 September.
Keputusan Grande untuk mengurangi aktivitas di depan publik juga berarti ia tidak lagi akan membintangi musikal karya Stephen Sondheim, Sunday in the Park with George, bersama lawan mainnya di film Wicked, Jonathan Bailey, di Barbican, London, pada 2027.
Grande telah hidup di bawah sorotan publik selama lebih dari 15 tahun, atau sekitar separuh usianya.
“Saya sudah menjalani semua ini di depan publik dan menjadi seperti objek percobaan di dalam cawan petri sejak berusia 16 atau 17 tahun. Jadi saya sudah mendengar semuanya,” kata Grande dalam sebuah wawancara saat tur promosi film pertama Wicked pada 2024.
“Saya sudah mendengar semua versi tentang apa yang salah dengan diri saya. Lalu ketika Anda memperbaikinya, orang akan mengatakan itu salah karena alasan yang berbeda. Bahkan untuk hal yang paling sederhana sekalipun, seperti penampilan.”
“Sulit melindungi diri dari semua kebisingan itu.”
Grande mulai bernyanyi pada usia delapan tahun dan dikenal luas sebagai aktris remaja lewat serial komedi Nickelodeon Victorious serta serial turunannya, Sam & Cat.
Sejak merilis singel debutnya pada 2011, ia telah mencetak 10 lagu nomor satu di Amerika Serikat serta memperoleh 20 nominasi Grammy Awards, dengan tiga di antaranya berhasil dimenangkan.
Ia juga sukses beralih ke dunia akting dan meraih nominasi Oscar pada 2025 berkat perannya dalam film Wicked.
Namun, perjalanan hidup Grande juga diwarnai berbagai peristiwa berat.
Pada 2017, sebanyak 22 orang tewas dalam serangan bom bunuh diri di luar konsernya di Manchester Arena.
Setahun kemudian, Grande mengungkapkan bahwa dirinya mengalami gejala gangguan stres pascatrauma (PTSD). Ia mengatakan ingin “tidak lagi hidup dalam ketakutan”, tetapi mengakui bahwa rasa takut itu tetap ada.
“Yang sebenarnya adalah, semuanya terasa menakutkan. Pergi ke mana pun terasa menakutkan. Cara Anda memandang suatu tempat menjadi berbeda,” ujarnya.
Ketika mantan kekasihnya, rapper Mac Miller, meninggal dunia pada 2018, Grande kemudian berbicara mengenai kesedihan yang “menguasai seluruh hidupnya.”
Kehidupan asmara dan perpisahannya juga kerap menjadi sorotan media, termasuk hubungannya dengan komedian Pete Davidson, agen properti Dalton Gomez, lawan mainnya di Wicked Ethan Slater yang saat itu masih berstatus menikah, serta mantan penari latarnya Ricky Alvarez.
Dalam lagu barunya yang berjudul Oh Well, Grande menyanyikan bahwa mantan kekasihnya, atau beberapa di antaranya, “boleh saja masuk neraka.”
Di luar itu, Grande juga pernah berbicara secara terbuka mengenai depresi dan gangguan obsesif-kompulsif (OCD) yang dialaminya. Ia bahkan menyerukan agar terapi psikologis diwajibkan bagi para bintang cilik.
Musim panas tahun ini, Grande meluncurkan Brighter Days Ahead Foundation, sebuah inisiatif kesehatan mental yang memberikan dukungan kepada berbagai kelompok, termasuk kru dan para penampil dalam tur konsernya saat ini.
“Barangkali banyak orang lupa bahwa Ariana sudah terkenal selama hampir 15 tahun dan ia memiliki kisah hidup yang unik karena harus menjalani begitu banyak trauma di depan mata publik,” kata Sophie Williams.
“Sebagai penggemar maupun orang yang bekerja di industri musik, yang bisa kita lakukan hanyalah mendoakan yang terbaik untuknya,” ujarnya kepada BBC News.
Dalam video yang diunggahnya pada 2023, Grande mengatakan bahwa meskipun seseorang merasa komentarnya tentang penampilan atau kesehatan orang lain disampaikan dengan niat baik, mereka tetap perlu berpikir dua kali sebelum mengatakannya.
“Saya rasa kita harus lebih lembut dan tidak terlalu merasa nyaman mengomentari tubuh orang lain, apa pun alasannya.”
Grande juga mengungkapkan bahwa masa ketika banyak orang menganggap dirinya tampak paling sehat justru merupakan periode saat ia mengonsumsi obat antidepresan, sering minum minuman beralkohol, dan memiliki pola makan yang buruk.
Menurutnya, masa itu justru merupakan “versi tubuh saya yang paling tidak sehat.”
“Sehat itu bisa memiliki banyak bentuk,” katanya.
“Anda tidak pernah tahu apa yang sedang dialami seseorang. Jadi, sekalipun Anda berbicara dengan niat baik dan penuh kepedulian, orang itu mungkin sudah sedang berusaha mengatasinya atau memiliki sistem pendukung yang membantunya melewati kondisi tersebut.”
