Atlet Australia yang mendapat kritik karena tetap melanjutkan pertandingan Hyrox setelah buang air di tengah perlombaan meminta maaf dan mengatakan akan secara resmi mengundurkan diri dari lomba tersebut.
Joanna Wietrzyk menyampaikan “permintaan maaf yang tulus” atas insiden yang terjadi dalam kompetisi kebugaran indoor di Beijing pada Sabtu. Ia mengatakan seharusnya “mengambil keputusan yang berbeda” dengan keluar dari pertandingan.
Rekaman Wietrzyk yang tetap bertanding setelah buang air memicu kekhawatiran mengenai kebersihan dan sanitasi. Hal itu membuat salah satu pendiri Hyrox, Moritz Fürste, meminta maaf atas penanganan insiden tersebut.
Dalam pernyataan yang dibagikan pada Kamis, Wietrzyk mengatakan, “Saya tahu tindakan saya berdampak lebih luas daripada terhadap diri saya sendiri, dan saya benar-benar meminta maaf kepada semua orang yang terdampak.”
Wietrzyk Relakan Kemenangannya
Setelah mendapat kecaman, Wietrzyk, yang memenangkan perlombaan di Beijing, mengatakan akan menyerahkan gelarnya.
“Saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada masyarakat China, sesama peserta, penonton, dan penyelenggara HYROX atas apa yang terjadi selama perlombaan di Beijing,” tulis Wietrzyk dalam unggahan media sosial.
Ia mengatakan dirinya dalam kondisi “benar-benar bugar dan sehat” saat memulai perlombaan dan “tidak memiliki alasan” untuk memperkirakan akan mengalami masalah kesehatan.
“Jika melihat kembali kejadian tersebut, saya menyesal tidak keluar dari lintasan. Saya menyadari bahwa seharusnya saya mengambil keputusan yang berbeda. Saya bertanggung jawab atas keputusan untuk terus berlomba dan sangat menyesal atas ketidaknyamanan serta gangguan yang ditimbulkannya,” lanjut Wietrzyk.
Hyrox menegaskan bahwa pihaknya telah memiliki “prosedur biokontaminan dan medis yang jelas”.
Namun, penyelenggara mengatakan “situasi yang tidak terduga terjadi” sehingga penerapan protokol menjadi tidak jelas, “menimbulkan ketidakjelasan mengenai bagaimana protokol tersebut harus diterapkan dan dipahami”.
Dalam pernyataan yang diunggah di Instagram, Fürste berkomitmen untuk “memperbaiki proses penyelenggaraan acara” guna “mencegah situasi seperti ini terjadi lagi”.
Setelah identitas Wietrzyk tersebar di internet, Hyrox mengatakan siapa pun yang mengirimkan pelecehan atau ancaman kepada atlet tersebut akan dilarang mengikuti seluruh acara Hyrox di masa mendatang.
Pada Senin, Hyrox mengatakan, “Tidak ada tempat dalam komunitas kami bagi ancaman kekerasan atau dorongan untuk menyakiti seorang atlet.”
Dalam setiap perlombaan Hyrox, peserta bergantian berlari sejauh 1 kilometer dan melakukan berbagai latihan kebugaran, termasuk mendorong kereta luncur, lompatan burpee, mendayung menggunakan mesin indoor, serta melakukan lunge sambil membawa karung pasir.
Kompetisi tersebut mengalami lonjakan popularitas sejak didirikan di Hamburg, Jerman, pada 2017 dan kini digelar di berbagai negara. Olahraga ini mulai diselenggarakan di China daratan pada akhir 2024.
Sejumlah pihak mempertanyakan mengapa wasit dan ofisial yang bertugas dalam kompetisi di Beijing akhir pekan lalu tidak melakukan intervensi ketika atlet tersebut buang air, mengingat Hyrox memberikan penalti untuk tindakan seperti “meludah, membersihkan lubang hidung, membuang sampah, dan menyalahgunakan air”.
