Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Dua Organisasi AS Gugat Sanksi Trump terhadap ICC, Dinilai Langgar Kebebasan Berpendapat

    16/07/2026

    Selebritas Dibayar Hingga Rp22 Miliar untuk Promosikan Deodoran di Instagram

    16/07/2026

    Hampir Delapan Tahun Menanti, Keluarga 43 Korban Tragedi Jembatan Genoa Bersiap Mendengar Putusan Pengadilan

    16/07/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Dua Organisasi AS Gugat Sanksi Trump terhadap ICC, Dinilai Langgar Kebebasan Berpendapat

      16/07/2026

      Selebritas Dibayar Hingga Rp22 Miliar untuk Promosikan Deodoran di Instagram

      16/07/2026

      Hampir Delapan Tahun Menanti, Keluarga 43 Korban Tragedi Jembatan Genoa Bersiap Mendengar Putusan Pengadilan

      16/07/2026

      Todd Blanche Minta Maaf soal Penanganan Dokumen Epstein dalam Sidang Konfirmasi Jaksa Agung AS

      16/07/2026

      Lima Orang Ditangkap Setelah Polisi Hong Kong Menggerebek Toko Buku Independen

      16/07/2026
    • TEKNOLOGI

      Selebritas Dibayar Hingga Rp22 Miliar untuk Promosikan Deodoran di Instagram

      16/07/2026

      AS Dakwa Tiga Warga Rusia yang Diduga Jadi Otak Jaringan Kejahatan Siber Global, Kerugian Capai Rp1 Triliun

      15/07/2026

      Pengadilan Singapura Perintahkan Bloomberg Bayar Ganti Rugi Rp4,5 Miliar kepada Dua Menteri dalam Kasus Pencemaran Nama Baik

      15/07/2026

      Ilmuwan AS Peneliti Uji Nuklir Korea Utara Ditahan China Hampir Dua Tahun dengan Tuduhan Spionase

      15/07/2026

      Riset Ungkap YouTube Masih Merekomendasikan Video Gangguan Makan kepada Remaja Meski Aturan Baru Telah Berlaku

      14/07/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Kesehatan»Pentagon Wajibkan Skrining Kekurangan Testosteron bagi Personel Militer Usia 30 Tahun ke Atas
    Kesehatan

    Pentagon Wajibkan Skrining Kekurangan Testosteron bagi Personel Militer Usia 30 Tahun ke Atas

    joveBy jove16/07/2026No Comments4 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengumumkan bahwa personel militer berusia 30 tahun ke atas akan menjalani pemeriksaan kadar testosteron sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan tahunan.

    Dalam video yang diunggah di platform X dengan keterangan “High-T Department”, Hegseth mengatakan dirinya telah mengesahkan program skrining tersebut untuk memastikan setiap prajurit memiliki kadar testosteron yang optimal agar dapat menjalankan tugas dengan performa terbaik.

    Personel militer yang diketahui memiliki kadar testosteron rendah akan ditawari terapi penggantian hormon secara sukarela. Sementara itu, bagi prajurit yang berusia di bawah 30 tahun, pemeriksaan ini bersifat opsional.

    Hegseth tidak menjelaskan apakah program skrining tersebut juga akan berlaku bagi personel perempuan, yang kadar testosteronnya juga mengalami penurunan seiring bertambahnya usia.

    “Kita berutang kepada para prajurit kita pelayanan medis terbaik di dunia, dan program ini merupakan bentuk pemenuhan tanggung jawab tersebut,” kata Hegseth dalam video yang dirilis pada Rabu.

    “Menjaga kesehatan jangka panjang berarti memastikan Anda tetap kuat, tangguh, dan mampu menjalankan tugas, bukan hanya untuk penugasan berikutnya, tetapi juga sepanjang hidup setelah melepas seragam militer,” ujarnya.

    Bukan untuk Meningkatkan Massa Otot

    Penggunaan testosteron tanpa alasan medis, seperti untuk meningkatkan massa otot tanpa resep dokter, selama ini dilarang keras di lingkungan militer Amerika Serikat.

    Hegseth menegaskan bahwa program baru tersebut “bukan untuk peningkatan kemampuan fisik secara artifisial”.

    Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan pemeriksaan testosteron kini langsung diberlakukan bagi seluruh personel aktif maupun cadangan yang berusia 30 tahun ke atas.

    “Protokol ini akan memungkinkan Departemen Pertahanan membangun data dasar yang komprehensif serta memberikan terapi testosteron yang tepat sasaran, sehingga dapat mempertahankan kekuatan tempur yang sehat, mampu, dan unggul,” ujar Parnell.

    Ketika ditanya apakah pemeriksaan juga akan mencakup personel perempuan serta kemungkinan evaluasi terapi berbasis estrogen bagi perempuan yang memasuki masa perimenopause, Pentagon menyatakan tidak memiliki komentar tambahan di luar pernyataan Hegseth dan Parnell.

    Menuai Kritik dari Politikus Demokrat

    Senator Partai Demokrat dari Illinois, Tammy Duckworth, yang merupakan veteran Perang Irak dan anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat, mendesak agar pemeriksaan hormon juga tersedia bagi personel laki-laki maupun perempuan.

    Sementara itu, anggota DPR dari Partai Demokrat asal Pennsylvania sekaligus veteran Angkatan Udara, Chrissy Houlahan, menyebut kebijakan tersebut sebagai “obsesi terbaru Hegseth dalam perang budaya” melalui unggahan di X.

    Dokter: Tes Dapat Bermanfaat, tetapi Harus Selektif

    Profesor urologi di Baylor College of Medicine, Dr. Mohit Khera, yang memimpin panel ahli Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) tahun lalu mengenai skrining dan penggunaan testosteron di kalangan militer, mengatakan kepada BBC bahwa seluruh pria berusia di atas 30 tahun sebaiknya menjalani pemeriksaan karena kadar testosteron merupakan salah satu indikator penting kondisi kesehatan saat ini maupun di masa depan.

    “Yang penting dipahami adalah banyak pria muda memiliki kadar testosteron rendah. Hal itu dapat memengaruhi massa otot, tingkat energi, dan bisa menjadi masalah jika mereka berada dalam situasi pertempuran,” kata Khera.

    Namun, ia mengingatkan bahwa terapi testosteron tidak boleh diberikan hanya berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.

    “Harus dipastikan bahwa seseorang memang memiliki gejala yang sesuai sebelum diberikan testosteron,” ujarnya.

    Menurut Khera, manfaat terapi penggantian hormon meliputi peningkatan massa otot, berkurangnya penumpukan lemak tubuh, penurunan risiko depresi, serta peningkatan kepadatan mineral tulang dalam jangka panjang.

    Meski demikian, ia menegaskan bahwa terapi tersebut tidak cocok untuk semua orang.

    “Jika pria muda mengonsumsi testosteron, terapi itu dapat menyebabkan kemandulan. Karena itu, mereka yang masih berada pada usia reproduktif harus benar-benar memahami risiko tersebut,” kata Khera.

    Ia juga menyebut terapi testosteron berpotensi meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular, meskipun masih bersifat teoritis.

    Sejalan dengan Kebijakan Pemerintah AS

    Pengumuman Hegseth muncul setelah Menteri Kesehatan Amerika Serikat Robert F. Kennedy Jr. bersama sejumlah pejabat pemerintahan lainnya mendorong penghapusan berbagai hambatan yang selama ini membatasi tenaga medis dalam meresepkan terapi testosteron bagi pria.

    Kennedy sebelumnya menyebut terapi tersebut sebagai salah satu solusi terhadap apa yang ia gambarkan sebagai “krisis kesuburan” nasional di Amerika Serikat.

    Bulan lalu, FDA juga mengusulkan penghapusan sejumlah peringatan mengenai keamanan dan efektivitas pada label produk terapi penggantian testosteron, sekaligus mengajukan pelonggaran aturan pemberian resep untuk produk-produk tersebut.

    amerika kesehatan militer pentagon testosteron
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hukum Kriminal

    Dua Organisasi AS Gugat Sanksi Trump terhadap ICC, Dinilai Langgar Kebebasan Berpendapat

    16/07/2026
    Bisnis

    Selebritas Dibayar Hingga Rp22 Miliar untuk Promosikan Deodoran di Instagram

    16/07/2026
    Bencana

    Hampir Delapan Tahun Menanti, Keluarga 43 Korban Tragedi Jembatan Genoa Bersiap Mendengar Putusan Pengadilan

    16/07/2026
    Hukum Kriminal

    Todd Blanche Minta Maaf soal Penanganan Dokumen Epstein dalam Sidang Konfirmasi Jaksa Agung AS

    16/07/2026
    Hiburan

    Lima Orang Ditangkap Setelah Polisi Hong Kong Menggerebek Toko Buku Independen

    16/07/2026
    Gaya Hidup

    Penertiban Buku “Bermuatan Keberatan” di Kashmir Picu Polemik, Kebebasan Akademik Jadi Sorotan

    16/07/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Dua Organisasi AS Gugat Sanksi Trump terhadap ICC, Dinilai Langgar Kebebasan Berpendapat

    16/07/2026

    Selebritas Dibayar Hingga Rp22 Miliar untuk Promosikan Deodoran di Instagram

    16/07/2026

    Hampir Delapan Tahun Menanti, Keluarga 43 Korban Tragedi Jembatan Genoa Bersiap Mendengar Putusan Pengadilan

    16/07/2026

    Todd Blanche Minta Maaf soal Penanganan Dokumen Epstein dalam Sidang Konfirmasi Jaksa Agung AS

    16/07/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.