Tempat pemungutan suara telah dibuka dalam pemilihan sela penting di wilayah regional Australia, yang dipandang sebagai ujian elektoral bagi dukungan terhadap partai populis sayap kanan One Nation. Hasil pemilu ini bahkan berpotensi menghadirkan kemenangan pertama partai tersebut di kursi parlemen federal majelis rendah.
Kontestasi di wilayah Farrer, sebuah daerah pemilihan yang sangat luas di negara bagian New South Wales, dipicu oleh pengunduran diri Sussan Ley. Ia mundur setelah tersingkir dari posisi pemimpin Partai Liberal oposisi konservatif setelah sembilan bulan menjabat.
Meski Partai Liberal tetap mengusung kandidat untuk menggantikan Ley, jajak pendapat menunjukkan persaingan ketat antara kandidat independen lokal Michelle Milthorpe dan calon dari One Nation, David Farley.
Tempat pemungutan suara akan ditutup pada pukul 18.00 waktu setempat (09.00 BST) pada Sabtu, dengan hasil diperkirakan keluar tak lama setelahnya.
Milthorpe, seorang guru lokal, menempati posisi kedua dalam penghitungan dua kandidat utama pada pemilihan federal tahun lalu melawan Ley, yang mencatat hasil terburuknya sebagai anggota parlemen sejak pertama kali memenangkan kursi tersebut pada 2001.
Australia menggunakan sistem pemungutan suara preferensial, di mana pemilih memberi peringkat kandidat dari yang paling disukai hingga paling tidak disukai. Hasil akhir dihitung berdasarkan dua kandidat teratas setelah preferensi dialihkan, yang dikenal sebagai “two-candidate preferred count”.
Potensi Sejarah bagi One Nation
Meskipun hasil pemilihan ini tidak akan memengaruhi mayoritas besar pemerintahan Partai Buruh, hasilnya dapat menghasilkan anggota parlemen federal pertama dari One Nation di majelis rendah Australia.
Pemungutan suara ini menjadi ujian federal pertama bagi dukungan One Nation setelah partai tersebut mencatat jumlah suara terbesar kedua dalam pemilihan negara bagian Australia Selatan pada Maret—hasil elektoral terbaik mereka sejauh ini.
One Nation belum pernah memenangkan kursi majelis rendah federal. Pada akhir 1990-an, pemimpin Pauline Hanson sempat memegang kursinya sebagai independen sebelum kalah dalam pemilihan ulang. Ia kemudian kembali ke parlemen sebagai senator.
Partai tersebut mengusung David Farley, mantan CEO Australian Agricultural Company, perusahaan besar produsen daging sapi, sebagai kandidat di Farrer.
Dalam video kampanye yang dibagikan di media sosial, Farley mengatakan ia “mulai kehilangan kepercayaan” terhadap partai-partai besar.
“Mereka mengatakan satu hal di depan Anda, lalu melakukan hal lain di parlemen,” ujarnya.
Wilayah Luas dan Pertarungan Politik Tradisional
Farrer mencakup wilayah seluas 127.000 kilometer persegi (49.000 mil persegi), lebih besar dari Korea Selatan, dan meliputi pusat-pusat regional seperti Albury, Griffith, dan Deniliquin. Kursi ini secara historis selalu dikuasai oleh Partai Liberal atau Partai Nasional.
Pemilihan Sabtu ini juga berpotensi menjadi pertama kalinya tidak ada satu pun dari dua partai besar—Partai Buruh dan koalisi Liberal-Nasional—yang masuk dalam penghitungan dua kandidat utama dalam pemilu federal. Partai Buruh tidak ikut bertarung dalam kontestasi ini.
Ujian bagi Kepemimpinan Baru Oposisi
Pemilihan sela ini menjadi ujian elektoral pertama bagi pemimpin baru Partai Liberal dan Partai Nasional, masing-masing Angus Taylor yang menggantikan Ley pada Februari, dan Matt Canavan yang menggantikan David Littleproud pada Maret.
Koalisi Liberal-Nasional mengalami kekalahan terburuk dalam sejarah pada pemilu federal tahun lalu, dan kedua partai tersebut masih menghadapi perpecahan internal serta tekanan dari hasil survei yang lemah sejak saat itu.
