Raksasa teknologi Microsoft melaporkan laba sebesar lebih dari US$36,6 miliar atau sekitar £27,5 miliar dalam tiga bulan hingga akhir September. Kenaikan laba tersebut diumumkan hanya beberapa hari setelah perusahaan mengungkapkan rencana untuk mengurangi jumlah karyawannya secara signifikan.
Pada Senin, pengembang sistem operasi Windows itu menyatakan akan menawarkan paket pengunduran diri sukarela kepada sekitar 60.000 karyawan sebagai bagian dari upaya menekan biaya, di tengah pengeluaran miliaran dolar untuk mengembangkan kecerdasan buatan (AI).
Seperti sejumlah perusahaan teknologi besar lainnya, Microsoft terus berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur pendukung AI. Namun, masih ada pertanyaan mengenai apakah pengeluaran dalam jumlah sangat besar tersebut akan menghasilkan keuntungan yang sepadan.
Saham Microsoft naik hampir 2,9% dalam perdagangan setelah jam bursa di New York pada Rabu.
Laporan keuangan terbaru perusahaan-perusahaan teknologi menjadi perhatian besar investor. Mereka berusaha menilai apakah belanja besar-besaran untuk AI dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Meta, dan Alphabet diperkirakan akan menghabiskan lebih dari US$700 miliar tahun ini untuk membeli cip AI dan membangun infrastruktur, termasuk pusat data.
Microsoft menyatakan pada Rabu bahwa pendapatan kuartalannya meningkat menjadi US$92,3 miliar, naik 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kinerja kuat bisnis komputasi awan perusahaan.
Laba perusahaan turut terdorong oleh kenaikan pendapatan Microsoft Cloud sebesar 30%. Layanan ini mencakup berbagai solusi teknologi perusahaan yang disediakan Microsoft.
Meski mencatatkan kinerja keuangan yang kuat, Microsoft juga menyoroti sejumlah risiko, termasuk kebutuhan untuk melakukan investasi besar dalam AI serta berbagai ketidakpastian lain yang berpotensi memengaruhi kondisi keuangan perusahaan.
CEO Microsoft, Satya Nadella, mengatakan pengembangan AI telah mendorong semakin luasnya penggunaan teknologi tersebut dan memberikan dampak nyata di berbagai sektor industri.
Microsoft Tawarkan Pengunduran Diri Sukarela kepada Puluhan Ribu Karyawan
Pekan ini, Microsoft menyatakan akan memperluas penawaran pengunduran diri sukarela bagi karyawan yang memenuhi syarat di sejumlah tim di Kanada, India, Inggris, dan Amerika Serikat. Langkah tersebut bertujuan menyesuaikan jumlah tenaga kerja dengan kebutuhan perusahaan yang terus berubah.
Microsoft mengatakan kebijakan itu akan memberikan “fleksibilitas yang lebih besar” bagi perusahaan sekaligus memungkinkan karyawan meninggalkan pekerjaan dengan dukungan finansial dan sumber daya untuk merencanakan karier berikutnya.
Saat ini, Microsoft mempekerjakan lebih dari 220.000 orang di seluruh dunia.
Kinerja laba Microsoft yang melampaui ekspektasi berbanding terbalik dengan hasil keuangan Alphabet, perusahaan induk Google, yang mengecewakan investor pada Rabu.
Saham Alphabet anjlok 9,75% setelah perusahaan melaporkan penurunan laba bersih kuartalan sebesar 25% dibandingkan tahun sebelumnya. Alphabet juga menyatakan akan tetap mengalokasikan dana besar untuk investasi AI
