Produsen tabir surya di Australia akan menghadapi aturan yang lebih ketat menyusul skandal keamanan yang menyebabkan sejumlah merek populer ditarik dari pasaran.
Reformasi yang diumumkan Therapeutic Goods Administration (TGA), regulator produk terapeutik Australia, pada Selasa mencakup penguatan persyaratan pengujian dan kualitas untuk bahan-bahan tertentu.
Langkah ini diambil setelah laporan mengejutkan yang diterbitkan kelompok advokasi konsumen Choice pada Juni 2025 menemukan bahwa sejumlah tabir surya populer tidak memberikan tingkat perlindungan seperti yang diklaim produsennya.
Penasihat medis utama TGA, Robyn Langham, mengatakan bahwa usulan aturan baru tersebut bertujuan “membuat klaim SPF lebih dapat diandalkan” sekaligus memberikan lembaganya “akses lebih cepat terhadap bukti ketika muncul kekhawatiran”.
“Warga Australia mengharapkan angka SPF pada label didukung oleh bukti yang kuat,” kata Langham dalam pernyataan melalui email.
“Reformasi yang diusulkan ini menempatkan harapan tersebut sebagai fokus utama regulasi tabir surya, dengan persyaratan pengujian yang lebih ketat terhadap produk jadi yang dibeli konsumen serta pengujian berulang selama produk tersebut beredar di pasaran.”
Berdasarkan aturan baru yang diusulkan TGA, merek tabir surya kosmetik juga akan dibatasi dalam membuat klaim mengenai faktor perlindungan matahari atau sun protection factor (SPF).
Pembatasan ini bertujuan memberikan “pembedaan yang jelas bagi konsumen” antara tabir surya yang terutama dirancang untuk melindungi kulit dari sinar ultraviolet (UV) dan produk kosmetik yang fungsi perlindungan UV-nya hanya bersifat sekunder.
Pemasok juga diwajibkan menyerahkan data pengujian SPF kepada TGA ketika mendaftarkan produk tabir surya. Selain itu, mereka harus melakukan pengujian secara berkala sepanjang masa simpan produk.
Berdasarkan aturan yang berlaku saat ini, produsen tabir surya tidak wajib menyerahkan data pengujian kepada TGA kecuali jika diminta.
TGA menyatakan bahwa reformasi tersebut akan “diterapkan secara bertahap, dengan konsultasi lanjutan jika diperlukan”.
Laporan Choice yang diterbitkan pada Juni 2025 menemukan bahwa 16 dari 20 produk tabir surya yang diuji, termasuk sejumlah merek premium dengan harga mahal, tidak memenuhi tingkat SPF yang tertera dalam iklan atau labelnya.
Salah satu produk yang menjadi sorotan adalah Lean Screen Skinscreen dari Ultra Violette. Produk yang ditarik secara sukarela pada tahun lalu itu dipasarkan dengan klaim SPF 50+, tetapi hasil pengujian menunjukkan tingkat perlindungannya hanya setara SPF 4.
Skandal tersebut memicu gelombang kemarahan publik di Australia, negara dengan tingkat kejadian kanker kulit tertinggi di dunia.
Lebih dari selusin produk ditarik dari rak penjualan atau dihentikan sementara penjualannya akibat skandal tersebut.
Awal tahun ini, TGA telah mengusulkan reformasi besar-besaran terhadap industri tabir surya, termasuk rencana menyederhanakan label produk dan memperketat pengawasan terhadap laboratorium pengujian.
Dalam pernyataannya pada Selasa, TGA menyebut perubahan pada pelabelan akan dilakukan setelah peninjauan dan konsultasi lebih lanjut.
Choice menyambut baik reformasi tersebut. Dalam pernyataan pada Selasa, kelompok itu mengatakan pihaknya “senang melihat” TGA mengusulkan aturan yang lebih ketat.
Namun, Choice menyoroti bahwa TGA belum mengusulkan langkah untuk “memantau dan mengevaluasi hasil pengujian secara rutin”.
Choice juga berpendapat bahwa hasil pengujian tabir surya seharusnya tidak hanya diserahkan kepada TGA, sebagaimana diusulkan regulator tersebut. Hasil itu semestinya tersedia untuk publik dan dipantau secara rutin demi “transparansi dan keselamatan publik”.
