Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Laba Microsoft Melonjak hingga US$36,6 Miliar, Beberapa Hari Setelah Umumkan PHK Massal

    29/10/2026

    Netanyahu Unggul dalam Pemilu Israel, tetapi Koalisinya Belum Raih Mayoritas Parlemen

    29/10/2026

    Rumah Berhantu di Jepang Diburu Pembeli, Harga Sewa Bisa Lebih Murah Hampir 30 Persen

    29/10/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Rumah Berhantu di Jepang Diburu Pembeli, Harga Sewa Bisa Lebih Murah Hampir 30 Persen

      29/10/2026

      Penumpang Berlumuran Darah dan Syok, Perjalanan Kereta Cepat di Spanyol Berakhir dengan Tragedi

      29/10/2026

      Ledakan Pembangunan di Himalaya Mengancam 300.000 Orang, Risiko Banjir dan Longsor Meningkat

      29/10/2026

      Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan Sedikitnya 68 Orang, Puluhan Lainnya Luka-luka

      29/10/2026

      Australia Perketat Aturan Produsen Tabir Surya Usai Skandal Keamanan Produk

      28/10/2026
    • TEKNOLOGI

      Laba Microsoft Melonjak hingga US$36,6 Miliar, Beberapa Hari Setelah Umumkan PHK Massal

      29/10/2026

      IPO Jio Senilai Rp52 Triliun Bisa Akhiri Era Internet Seluler Murah di India

      28/10/2026

      Apple Ganti iPhone Duo yang Bermasalah, Layar Ponsel Lipat Alami Kerusakan Beberapa Hari setelah Diluncurkan

      27/10/2026

      Anthropic Peringatkan Risiko AI yang Bisa Mengancam Umat Manusia Jelang IPO Bernilai Fantastis

      27/10/2026

      Gabon Pulihkan Akses Media Sosial setelah Delapan Bulan Diblokir

      26/10/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Nasional»Bencana»Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan Sedikitnya 68 Orang, Puluhan Lainnya Luka-luka
    Bencana

    Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan Sedikitnya 68 Orang, Puluhan Lainnya Luka-luka

    joveBy jove29/10/2026No Comments4 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kecelakaan kereta cepat di wilayah tengah Spanyol menewaskan sedikitnya 68 orang dan menyebabkan puluhan lainnya terluka.

    Kecelakaan terjadi pada Rabu pagi ketika kereta yang melaju dari Madrid menuju Sevilla menabrak kereta lain yang sedang berhenti di jalur rel. Benturan keras tersebut menyebabkan beberapa gerbong terlempar ke bawah tanggul.

    Menteri Transportasi Spanyol mengatakan kecelakaan itu disebabkan oleh kegagalan sistem komputer yang diikuti kesalahan manusia. Insiden tersebut menjadi salah satu kecelakaan kereta terburuk dalam sejarah modern Eropa sekaligus bencana kereta paling mematikan di Spanyol dalam 13 tahun terakhir.

    Para penyintas menggambarkan suasana mengerikan ketika penumpang terlempar ke udara, terjebak di antara puing-puing gerbong, dan memecahkan jendela untuk menyelamatkan diri.

    Kecelakaan terjadi sesaat setelah pukul 09.00 waktu setempat atau pukul 15.00 WIB, sekitar 140 kilometer di selatan Madrid, di antara wilayah Mora dan Orgaz.

    Menteri Transportasi Spanyol Óscar Puente mengatakan kereta yang berhenti tersebut dioperasikan oleh perusahaan swasta Iryo dan mengangkut 147 penumpang. Kereta itu berhenti di jalur rel akibat kegagalan sistem komputer.

    Puente menjelaskan bahwa ketika terjadi gangguan sistem, pusat kendali yang beroperasi selama 24 jam di Madrid akan mengambil alih pengendalian. Namun, pusat kendali tersebut justru membuat keputusan yang disebutnya “tidak dapat dijelaskan” dengan menginstruksikan kereta untuk kembali bergerak tanpa pembatasan kecepatan.

    Iryo mengatakan keretanya “ditabrak dari belakang” oleh kereta lain yang dioperasikan perusahaan kereta api milik negara, Renfe. Kereta Renfe tersebut mengangkut 397 penumpang.

    Seorang penumpang kereta Renfe berusia 62 tahun, Salvador Arriza, mengatakan kekuatan benturan dalam kecelakaan itu sangat dahsyat.

    Para penumpang mulai memecahkan jendela untuk keluar dari kereta, kata Arriza kepada Reuters. Ia menambahkan bahwa “sebagian orang tidak bisa bergerak karena terjebak di antara kursi”.

    Salah satu gerbong terbakar. Para penumpang menggambarkan pemandangan memilukan ketika korban yang terjebak menangis dan mengalami pendarahan, sementara sebagian lainnya tertimbun puing-puing.

    Foto-foto dari lokasi kejadian memperlihatkan sebatang rel kereta yang panjang menembus salah satu gerbong.

    Tangui Binier, 22 tahun, yang berada di dalam kereta Iryo, mengatakan bahwa “koper-koper mulai beterbangan dan orang-orang berteriak” ketika kereta akhirnya berhenti.

    Ia mengatakan terdapat banyak asap dan suasana kacau. Saat keluar dari kereta, ia melihat rangkaian tersebut “terbalik sepenuhnya”.

    “Sangat berat menyaksikan kejadian itu,” kata Binier. Ia menambahkan bahwa ayahnya menggendong seorang anak perempuan yang mengalami patah tulang pinggul keluar dari reruntuhan kereta.

    Binier juga melihat sejumlah jenazah dan korban yang kehilangan anggota tubuh. “Saya tidak tahu apakah saya akan pernah bisa pulih dari kejadian ini.”

    Jurnalis surat kabar El País, Antonio Jiménez Barca, sedang berjalan menuju gerbong kafetaria kereta Renfe ketika kecelakaan terjadi.

    “Saya merasa seperti didorong dari belakang, seolah-olah tubuh saya dilemparkan ke tanah,” katanya menggambarkan kejadian tersebut.

    “Kepala saya terbentur sangat keras. Saya berlumuran darah. Ada orang-orang yang menindih saya. Satu orang mengalami cedera lengan, sementara yang lain mengalami cedera kepala.”

    Penumpang lainnya, Sebastián Herrero, 46 tahun, mengatakan kepada surat kabar El Mundo bahwa ia melihat “banyak orang mengalami patah hidung dan patah lengan”.

    “Itu benturan yang sangat, sangat mengerikan,” katanya. Ia menambahkan bahwa dirinya sempat terlempar ke udara selama sekitar empat hingga lima detik, yang terasa seperti berlangsung seumur hidup.

    Banyak penumpang mengatakan mereka masih mengalami syok akibat kecelakaan tersebut. Dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi lokal, seorang penumpang bahkan menangis tersedu-sedu ketika menceritakan seorang perempuan yang meninggal dalam pelukannya.

    “Dia sangat dingin dan sendirian,” katanya. Pembawa acara yang mewawancarainya juga mulai menangis.

    Puluhan ambulans dikerahkan ke lokasi kecelakaan, sementara sebuah helikopter digunakan untuk mengevakuasi korban dengan luka paling serius.

    Garda Sipil Spanyol mengatakan sampel DNA dari keluarga korban diperlukan untuk mengidentifikasi sejumlah jenazah.

    “Seluruh Spanyol berduka,” kata Perdana Menteri Pedro Sánchez saat mengunjungi lokasi kecelakaan. “Kehidupan telah hancur, keluarga-keluarga tercerai-berai, dan penderitaan yang dirasakan sangat besar.”

    Sebagian besar partai politik di Spanyol membatalkan agenda kampanye yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu.

    Partai sayap kanan Vox menjadi pengecualian. Pemimpinnya, Santiago Abascal, mengatakan partainya tidak akan ikut serta dalam upaya yang menurutnya bertujuan “memanfaatkan masa berkabung untuk membungkam kritik” terhadap infrastruktur perkeretaapian negara tersebut.

    Spanyol sebelumnya masih berduka akibat kecelakaan kereta cepat di dekat Córdoba pada Januari yang menewaskan 46 orang. Insiden itu terjadi di jalur kereta yang sama, tetapi jauh lebih ke selatan.

    Sánchez mengatakan dua kecelakaan kereta serius dalam satu tahun merupakan hal yang “tidak dapat diterima”. Ia berjanji akan “mengusut tuntas persoalan ini” dan memastikan apakah terdapat unsur kelalaian.

    “Spanyol berhak mengetahui apa yang sedang terjadi dengan infrastrukturnya,” kata Alberto Núñez Feijóo, pemimpin Partai Rakyat (PP), partai oposisi utama di negara tersebut.

    “Jika terdapat kegagalan dalam sistem keselamatan, persoalan itu akan ditangani dengan ketegasan penuh.”

    Serikat pekerja Spanyol CSIF mendesak Menteri Transportasi mengundurkan diri. Serikat tersebut menuduhnya menjadikan petugas pengatur lalu lintas sebagai kambing hitam dengan menyalahkan kesalahan manusia di ruang kendali, alih-alih “mengambil tanggung jawab”.

    Kecelakaan pada Rabu itu merupakan yang terburuk di Spanyol sejak 2013. Saat itu, sebanyak 80 orang tewas dalam kecelakaan kereta di pinggiran Santiago de Compostela, wilayah barat laut Spanyol.

    bencana kecelakaan kematian peristiwa
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Bisnis

    Laba Microsoft Melonjak hingga US$36,6 Miliar, Beberapa Hari Setelah Umumkan PHK Massal

    29/10/2026
    Lain Lain

    Netanyahu Unggul dalam Pemilu Israel, tetapi Koalisinya Belum Raih Mayoritas Parlemen

    29/10/2026
    Budaya

    Rumah Berhantu di Jepang Diburu Pembeli, Harga Sewa Bisa Lebih Murah Hampir 30 Persen

    29/10/2026
    Bencana

    Penumpang Berlumuran Darah dan Syok, Perjalanan Kereta Cepat di Spanyol Berakhir dengan Tragedi

    29/10/2026
    Budaya

    Ledakan Pembangunan di Himalaya Mengancam 300.000 Orang, Risiko Banjir dan Longsor Meningkat

    29/10/2026
    Gaya Hidup

    Australia Perketat Aturan Produsen Tabir Surya Usai Skandal Keamanan Produk

    28/10/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Laba Microsoft Melonjak hingga US$36,6 Miliar, Beberapa Hari Setelah Umumkan PHK Massal

    29/10/2026

    Netanyahu Unggul dalam Pemilu Israel, tetapi Koalisinya Belum Raih Mayoritas Parlemen

    29/10/2026

    Rumah Berhantu di Jepang Diburu Pembeli, Harga Sewa Bisa Lebih Murah Hampir 30 Persen

    29/10/2026

    Penumpang Berlumuran Darah dan Syok, Perjalanan Kereta Cepat di Spanyol Berakhir dengan Tragedi

    29/10/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.