Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan rencana pemerintah untuk memperluas pengadaan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau smartboard di lingkungan sekolah. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan penambahan tiga unit perangkat tersebut untuk setiap sekolah di seluruh Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis (30/6/2026). Dalam penjelasannya, Prabowo mengungkapkan bahwa saat ini ketersediaan smartboard di sekolah masih terbatas, umumnya baru mencapai satu hingga dua unit per sekolah. Karena itu, pemerintah berupaya meningkatkan jumlahnya agar setiap ruang kelas dapat dilengkapi sarana pembelajaran berbasis digital.
Komitmen tersebut disampaikan setelah kunjungan peninjauan revitalisasi SMAN 1 Cilacap di Desa Donan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada 29 April 2026. Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan bahwa pembenahan infrastruktur sekolah perlu diimbangi dengan peningkatan mutu pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi.
Ia menjelaskan, penggunaan smartboard memungkinkan proses belajar mengajar berlangsung lebih interaktif. Selain menampilkan materi pelajaran, perangkat ini juga dilengkapi dengan silabus dan perangkat lunak pendukung yang dapat diakses kembali oleh guru maupun siswa sesuai kebutuhan.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 1 April 2026, sebanyak 288 ribu unit smartboard telah didistribusikan ke berbagai sekolah, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menilai pengadaan perangkat ini merupakan bagian dari langkah strategis dalam mendorong transformasi digital di sektor pendidikan. Ia menekankan bahwa pemanfaatannya harus dioptimalkan agar benar-benar menjadi bagian dari proses pembelajaran sehari-hari.
Menurut Gogot, digitalisasi pendidikan tidak cukup berhenti pada tahap distribusi perangkat, tetapi harus diikuti dengan penggunaan yang efektif guna meningkatkan interaksi, kreativitas, serta inovasi di dalam kelas.
Di sisi lain, Prabowo kembali menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi paling krusial bagi masa depan bangsa. Pemerintah, kata dia, akan memberikan perhatian besar serta mengalokasikan investasi signifikan untuk memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh akses pendidikan yang terbaik.
