Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Tommy Robinson Ditahan Sementara Berdasarkan Undang-Undang Antiterorisme Inggris, Ponselnya Disita

    15/06/2026

    Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri, 12 Orang Tewas dalam Kecelakaan Udara Mematikan

    15/06/2026

    Helikopter Bertabrakan di Udara di Rio de Janeiro, Nama Oliver Tree Masuk Daftar Penumpang

    15/06/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Tommy Robinson Ditahan Sementara Berdasarkan Undang-Undang Antiterorisme Inggris, Ponselnya Disita

      15/06/2026

      Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri, 12 Orang Tewas dalam Kecelakaan Udara Mematikan

      15/06/2026

      Di Hari Ulang Tahun ke-80, Trump Berbicara dengan Putin dan Zelensky Bahas Perdamaian serta Isu Global

      15/06/2026

      Gelombang Pensiun Pengusaha AS Picu Tren Baru: Perusahaan Dijual ke Karyawan Sendiri

      15/06/2026

      Dulu Simbol Gaya dan Kebebasan, Kini Mobil Convertible Terancam Punah

      15/06/2026
    • TEKNOLOGI

      Komisaris Vendor Motor Listrik Program MBG Resmi Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Rp1 Triliun

      13/06/2026

      BYD Ungkap Penyebab Penjualan di Indonesia Merosot Tajam pada Mei 2026

      13/06/2026

      Anthropic Hentikan AI Terbarunya Setelah Kekhawatiran Keamanan dari Pemerintah AS Memicu Kontroversi

      13/06/2026

      Dari Tanaman Gurun Menjadi ‘Emas Biru’, Agave Memicu Lahirnya Industri Minuman Baru di India

      12/06/2026

      Belanda Berpacu Melawan Laut: Saat Benteng Air Terbaik di Dunia Mulai Diuji Kenaikan Permukaan Laut

      11/06/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Ekonomi & Pasar»Bisnis»Uni Eropa Denda Temu Rp3,7 Triliun karena Jual Produk Ilegal dan Berbahaya
    Bisnis

    Uni Eropa Denda Temu Rp3,7 Triliun karena Jual Produk Ilegal dan Berbahaya

    joveBy jove29/05/2026No Comments2 Mins Read1 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Uni Eropa menjatuhkan denda sebesar 200 juta euro (232 juta dolar AS atau sekitar Rp3,7 triliun) kepada platform belanja online asal China, Temu, karena membiarkan produk ilegal seperti mainan bayi berbahaya dan charger rusak dijual di platform mereka.

    Komisi Eropa menyatakan perusahaan tersebut “gagal secara serius mengidentifikasi, menganalisis, dan menilai risiko sistemik” dari produk-produk yang dijual serta potensi bahayanya bagi konsumen.

    Temu telah diselidiki sejak Oktober 2024 terkait dugaan pelanggaran kewajibannya sebagai Very Large Online Platform berdasarkan aturan Uni Eropa.

    Pihak Temu mengatakan mereka tidak setuju dengan keputusan tersebut dan menilai besaran denda yang dijatuhkan tidak proporsional. Perusahaan kini sedang mempertimbangkan langkah hukum dan opsi lain yang tersedia.

    Investigasi itu melibatkan operasi pembelian rahasia yang dilakukan organisasi pengujian independen. Hasilnya menemukan persentase tinggi charger yang dibeli melalui Temu gagal memenuhi standar dasar keselamatan listrik.

    Selain itu, banyak mainan bayi yang dinilai membahayakan karena mengandung bahan kimia di atas batas legal atau memiliki komponen kecil yang mudah lepas dan berisiko menyebabkan anak tersedak, menurut laporan Euronews.

    Selain membayar denda, Temu juga diwajibkan menyerahkan rencana aksi untuk memperbaiki pelanggaran tersebut paling lambat 28 Agustus. Setelah itu, Komisi Eropa memiliki waktu dua bulan untuk menentukan apakah perusahaan sudah memenuhi standar kepatuhan.

    Komisioner Teknologi Uni Eropa, Henna Virkkunen, mengatakan keputusan itu dimaksudkan untuk mengirimkan “pesan yang sangat kuat” kepada Temu.

    Juru bicara Temu dalam sebuah pernyataan mengatakan perusahaan menghormati perlunya aturan yang jelas dan konsisten, namun menegaskan keputusan tersebut berkaitan dengan kondisi pada 2024 dan tidak mencerminkan sistem mereka saat ini.

    “Kami tidak setuju dengan keputusan Komisi Eropa dan menilai denda ini tidak proporsional,” kata pihak Temu.

    “Kami sedang mempelajari keputusan ini dengan saksama dan mempertimbangkan semua opsi yang tersedia.”

    Sementara itu, organisasi konsumen Inggris, Which?, memuji keputusan Uni Eropa dan mendesak pemerintah Inggris mengambil langkah serupa.

    “Keputusan Uni Eropa menjatuhkan denda 200 juta euro kepada Temu merupakan contoh tegas tindakan yang dibutuhkan untuk meminta pertanggungjawaban marketplace online atas produk berbahaya di platform mereka,” kata kepala kebijakan perlindungan konsumen Which?, Sue Davies.

    “Pemerintah Inggris harus mengikuti langkah Uni Eropa dan menggunakan kewenangan baru dalam Product Regulation and Metrology Act agar marketplace online bertanggung jawab secara hukum atas produk berbahaya.”

    Denda terhadap Temu menjadi hukuman kedua yang dijatuhkan berdasarkan Digital Services Act Uni Eropa terkait konten dan keamanan platform digital. Sebelumnya, media sosial X milik Elon Musk juga dikenai denda sebesar 120 juta euro pada Desember tahun lalu.

    bisnis china eropa ilegal temu
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Lain Lain

    Tommy Robinson Ditahan Sementara Berdasarkan Undang-Undang Antiterorisme Inggris, Ponselnya Disita

    15/06/2026
    Bencana

    Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri, 12 Orang Tewas dalam Kecelakaan Udara Mematikan

    15/06/2026
    Hiburan

    Helikopter Bertabrakan di Udara di Rio de Janeiro, Nama Oliver Tree Masuk Daftar Penumpang

    15/06/2026
    Lain Lain

    Di Hari Ulang Tahun ke-80, Trump Berbicara dengan Putin dan Zelensky Bahas Perdamaian serta Isu Global

    15/06/2026
    Bisnis

    Gelombang Pensiun Pengusaha AS Picu Tren Baru: Perusahaan Dijual ke Karyawan Sendiri

    15/06/2026
    Gaya Hidup

    Dulu Simbol Gaya dan Kebebasan, Kini Mobil Convertible Terancam Punah

    15/06/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Tommy Robinson Ditahan Sementara Berdasarkan Undang-Undang Antiterorisme Inggris, Ponselnya Disita

    15/06/2026

    Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri, 12 Orang Tewas dalam Kecelakaan Udara Mematikan

    15/06/2026

    Helikopter Bertabrakan di Udara di Rio de Janeiro, Nama Oliver Tree Masuk Daftar Penumpang

    15/06/2026

    Di Hari Ulang Tahun ke-80, Trump Berbicara dengan Putin dan Zelensky Bahas Perdamaian serta Isu Global

    15/06/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.