Sedikitnya sembilan orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka setelah Rusia melancarkan serangan besar-besaran semalam terhadap sejumlah kota di Ukraina.
Lima orang tewas di Dnipro dan 25 lainnya terluka. Sementara itu, empat orang tewas di Kyiv, dengan sedikitnya 51 orang mengalami luka-luka akibat serangan yang terjadi pada Selasa dini hari. Dari jumlah tersebut, 35 orang harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan dua gedung apartemen bertingkat tinggi di kota itu terkena serangan. Ia menambahkan terdapat kekhawatiran bahwa sejumlah warga masih terjebak di bawah reruntuhan.
Pekan lalu, Moskow memperingatkan akan melancarkan “serangan sistematis” terhadap Ukraina sebagai respons atas serangan drone bulan lalu terhadap sebuah asrama di wilayah Luhansk yang diduduki Rusia. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan 21 orang.
Klitschko mengimbau warga untuk tetap berada di tempat perlindungan. Kepala Administrasi Militer Kota Kyiv, Tymur Tkachenko, mengatakan, “Musuh menyerang dengan rudal balistik.”
Peringatan serangan udara diberlakukan di sebagian besar wilayah Ukraina. Kepulan asap tebal terlihat membumbung dari pusat Kota Kyiv.
Di Rusia, pusat tanggap darurat wilayah Krasnodar Krai melaporkan terjadinya kebakaran di Kilang Minyak Ilsky setelah serangan drone. Menurut layanan darurat setempat, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Saat serangan Rusia menghantam Kyiv pada dini hari, suara dengungan drone terdengar di antara lebih dari selusin ledakan keras ketika sejumlah serangan menghantam targetnya.
Menurut Klitschko, serangan itu memicu kebakaran di dekat sebuah stasiun pengisian bahan bakar, lokasi konstruksi, beberapa blok apartemen, serta dua rumah tinggal. Pemadaman listrik juga dilaporkan terjadi di berbagai wilayah kota.
Sebuah fasilitas industri di Zaporizhzhia juga dilaporkan menjadi sasaran serangan.
Serangan terbaru ini terjadi setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Senin kembali memperingatkan kemungkinan adanya serangan besar dari Rusia dan meminta warga memberikan perhatian khusus terhadap peringatan serangan udara.
“Peringatan intelijen terkait serangan Rusia masih berlaku. Serangan besar sangat mungkin terjadi, mereka telah mempersiapkannya,” kata Zelensky dalam pidato video malam hari yang disampaikannya.
Pekan lalu, Rusia menyatakan akan menargetkan pusat-pusat militer dan pengambilan keputusan di Kyiv, serta meminta warga asing meninggalkan kota tersebut. Moskow menyebut langkah itu sebagai respons atas serangan Ukraina yang secara sengaja menghantam sebuah asrama di Strabolinsk.
Dalam pernyataannya saat itu, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengakui telah melakukan serangan di dekat Starobilsk pada malam 21–22 Mei. Namun, Kyiv menegaskan bahwa target yang diserang adalah unit militer Rusia.
Pemerintah Ukraina menyebut ancaman Rusia tersebut sebagai “pemerasan yang sangat tidak tahu malu” dan mendesak negara-negara sekutunya untuk meningkatkan tekanan terhadap Moskow.
Sejak gencatan senjata singkat berakhir pada Mei lalu, Rusia telah melancarkan beberapa gelombang serangan rudal dan drone ke Kyiv. Di antaranya adalah serangan terhadap sebuah blok apartemen yang menewaskan 24 orang, termasuk tiga anak-anak.
Di sisi lain, serangan drone Ukraina ke wilayah Moskow menewaskan tiga orang. Zelensky menyebut serangan tersebut sebagai respons yang “sepenuhnya dapat dibenarkan” terhadap serangan-serangan Rusia sebelumnya.
