Kepolisian Skotlandia (Police Scotland) tengah melakukan penyelidikan awal terkait aktivitas Andrew Mountbatten-Windsor, Jeffrey Epstein, dan Ghislaine Maxwell selama berada di Kastil Balmoral.
Surat kabar Daily Express melaporkan bahwa penyelidikan tersebut berkaitan dengan dugaan perdagangan perempuan yang dibawa ke kediaman kerajaan di Aberdeenshire, Skotlandia.
Epstein, seorang pelaku kejahatan seksual yang meninggal dunia pada 2019, dan Maxwell, yang dijatuhi hukuman penjara pada 2022 atas kasus perdagangan seks, diketahui pernah mengunjungi kastil tersebut bersama Mountbatten-Windsor. Andrew sebelumnya telah membantah melakukan pelanggaran hukum.
Police Scotland menyatakan penyelidikan masih berada pada tahap sangat awal sehingga belum dapat memberikan komentar lebih lanjut.
Perwakilan Mountbatten-Windsor telah dihubungi untuk dimintai tanggapan.
Keluarga kerajaan Inggris secara tradisional menghabiskan musim panas di Balmoral, tempat Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada 2022.
Menanggapi laporan Daily Express, juru bicara Police Scotland mengatakan pihaknya telah menerima informasi dan sedang melakukan penyelidikan aktif, tetapi proses tersebut masih berada pada tahap awal.
“Seluruh penyelidikan dilakukan berdasarkan bukti, dengan kebutuhan para korban yang selamat menjadi prioritas utama,” demikian pernyataan kepolisian.
Kepolisian juga menegaskan tidak akan mengungkapkan detail penyelidikan yang sedang berlangsung dan menilai tidak tepat untuk memberikan komentar lebih lanjut.
Pada Februari lalu, Police Scotland menyatakan ingin berbicara dengan siapa pun yang memiliki informasi mengenai penggunaan Bandara Edinburgh oleh jet pribadi milik Epstein.
Saat itu, kepolisian mengatakan belum menerima laporan maupun pengaduan terkait perjalanan tersebut.
Catatan penerbangan menunjukkan Mountbatten-Windsor dan Maxwell terbang dari Luton menuju Edinburgh menggunakan jet pribadi Epstein pada 1 September 2006. Mereka melakukan perjalanan bersama dua penumpang lainnya.
Sebuah foto yang diyakini memperlihatkan Epstein dan Maxwell di Balmoral juga pernah dirilis oleh jaksa Amerika Serikat selama persidangan kasus perdagangan seks Maxwell.
Foto tersebut diperkirakan diambil pada 1999, ketika Mountbatten-Windsor dilaporkan mengundang pasangan tersebut untuk menginap di kastil.
Epstein dan Maxwell disebut-sebut sering menjadi tamu di sejumlah kediaman kerajaan Inggris pada akhir 1990-an hingga awal 2000-an.
Tahun lalu, Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files.
Di antara dokumen tersebut terdapat sebuah email dari seseorang yang menggunakan nama “A” kepada Maxwell. Pengirim email menyebut dirinya sedang berada di Balmoral dan meminta Maxwell mencarikan “teman-teman baru yang tidak pantas”.
Pesan yang dikirim kepada Maxwell pada 16 Agustus 2001 itu dibuka dengan kalimat, “Saya sedang berada di sini, di Balmoral Summer Camp untuk Keluarga Kerajaan.”
Pada bagian selanjutnya, pengirim bertanya, “Bagaimana kabar Los Angeles? Apakah kamu sudah menemukan beberapa teman baru yang tidak pantas untuk saya?” Email tersebut diakhiri dengan tanda tangan “sampai jumpa, A xxx”.
Jeffrey Epstein berusia 66 tahun ketika meninggal dunia akibat bunuh diri di sebuah penjara Amerika Serikat pada 2019. Saat itu, ia sedang menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks.
Sementara itu, Maxwell, yang kini berusia 60 tahun, dijatuhi hukuman penjara selama 20 tahun pada 2022 karena perannya dalam merekrut anak-anak perempuan untuk Epstein.
Pada Oktober tahun lalu, Andrew secara resmi kehilangan gelar “Pangeran” dan dipastikan akan meninggalkan kediamannya di Windsor, Royal Lodge.
Pada Februari, ia ditangkap atas dugaan penyalahgunaan jabatan publik. Penangkapan tersebut menyusul munculnya informasi dari dokumen Epstein yang dirilis di Amerika Serikat. Andrew kemudian dibebaskan.
Awal bulan ini, terungkap bahwa Mountbatten-Windsor mengambil langkah hukum terhadap Kepolisian Thames Valley terkait surat perintah penggeledahan yang diterbitkan sebelum penangkapannya.
Mountbatten-Windsor secara konsisten membantah melakukan pelanggaran hukum terkait hubungannya dengan Epstein.
Menanggapi laporan terbaru tersebut, Menteri Pertama Skotlandia John Swinney mengatakan dirinya memahami keseriusan persoalan yang diangkat serta kekhawatiran yang muncul di tengah masyarakat.
“Ini merupakan urusan operasional yang harus diselidiki secara menyeluruh oleh Police Scotland. Saya sangat yakin bahwa itulah yang akan dilakukan oleh kepolisian,” ujarnya.
Sementara itu, Perdana Menteri Andy Burnham mengatakan tidak ingin memberikan komentar mengenai penyelidikan kepolisian tersebut karena prosesnya harus berjalan secara independen.
