Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Serangan Israel di Gaza Tewaskan Delapan Orang, Termasuk Anak Berusia Empat Tahun

    02/11/2026

    Bom Molotov Bakar Polisi dalam Kerusuhan di Paris, Prancis Buka Penyelidikan Percobaan Pembunuhan

    02/11/2026

    Kimi Antonelli Cetak Sejarah, Jadi Juara Dunia F1 Termuda Sepanjang Masa

    02/11/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Serangan Israel di Gaza Tewaskan Delapan Orang, Termasuk Anak Berusia Empat Tahun

      02/11/2026

      Bom Molotov Bakar Polisi dalam Kerusuhan di Paris, Prancis Buka Penyelidikan Percobaan Pembunuhan

      02/11/2026

      Kimi Antonelli Cetak Sejarah, Jadi Juara Dunia F1 Termuda Sepanjang Masa

      02/11/2026

      Polisi Bersenjata Berat Mulai Berpatroli di Sydney Usai Penembakan Mematikan di Bondi Beach

      02/11/2026

      Kritik Monarki Thailand dengan Kostum Harry Potter, Pengacara HAM Ini Divonis 34 Tahun Penjara

      31/10/2026
    • TEKNOLOGI

      Pasca-Peretasan Kripto Terbesar dalam Sejarah, Pengguna Binance Tarik Dana US$3,64 Miliar

      02/11/2026

      Peretas Elite Korea Utara Jadi Tersangka Utama Peretasan Binance Senilai Rp103 Triliun

      31/10/2026

      Binance Berupaya Selamatkan Dana Rp103 Triliun yang Dicuri dalam Peretasan Diduga Libatkan Korea Utara

      31/10/2026

      Anak Makin Jauh dari Orang Tua, Startup di India Hadirkan Layanan Perawatan Lansia

      30/10/2026

      Binance Bekukan Aset Kripto Senilai Rp50 Triliun di Tengah Dugaan Peretasan

      30/10/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Hiburan»Polisi Bersenjata Berat Mulai Berpatroli di Sydney Usai Penembakan Mematikan di Bondi Beach
    Hiburan

    Polisi Bersenjata Berat Mulai Berpatroli di Sydney Usai Penembakan Mematikan di Bondi Beach

    joveBy jove02/11/2026No Comments3 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Petugas kepolisian bersenjata lengkap mulai berpatroli di jalan-jalan Sydney, Australia, sebagai bagian dari peningkatan pengamanan menyusul penembakan mematikan di Bondi Beach pada Desember tahun lalu.

    Operasi yang diberi nama Armed Response Command (ARC) ini melibatkan petugas dengan pelatihan khusus yang membawa senapan laras panjang saat berpatroli di kawasan wisata yang ramai. Pemandangan tersebut tergolong tidak biasa bagi sebagian besar warga Sydney.

    Kepolisian New South Wales mengatakan para petugas juga akan berpatroli di berbagai acara besar, seperti pertandingan olahraga dan tempat ibadah. Langkah ini bertujuan untuk “mencegah, menghalangi, dan merespons dengan cepat ancaman serius, termasuk insiden serangan bersenjata aktif”.

    Sebanyak 15 orang, termasuk seorang anak perempuan berusia 10 tahun, tewas pada Desember ketika dua pria bersenjata melepaskan tembakan dalam sebuah acara untuk memperingati festival Hanukkah umat Yahudi di pantai populer tersebut.

    Serangan itu menjadi penembakan massal paling mematikan di Australia dalam hampir tiga dekade terakhir. Insiden tersebut juga mendorong reformasi besar-besaran terhadap undang-undang kepemilikan senjata api serta pengetatan aturan terkait ujaran kebencian.

    Seorang warga setempat mengatakan bahwa kehadiran polisi bersenjata di jalanan membuatnya merasa tidak nyaman.

    “Mereka ada di mana-mana. Senjata-senjata itu sangat besar,” katanya.

    Namun, seorang perempuan lainnya mengatakan kepada stasiun penyiaran tersebut bahwa melihat polisi membawa senjata justru membuatnya merasa aman.

    Dalam pernyataannya, Kepolisian New South Wales menjelaskan bahwa ARC dirancang agar keberadaannya “sangat terlihat di seluruh Sydney, dengan menggunakan kendaraan khusus dan membawa senapan”.

    “Peran kami dibangun berdasarkan satu prinsip sederhana, yaitu melindungi nyawa,” kata Inspektur Detektif Andrew Evans.

    Penembakan pada 14 Desember tersebut memberikan tekanan besar terhadap pemerintahan Perdana Menteri Anthony Albanese. Pemerintah menghadapi desakan untuk segera mengambil tindakan terhadap antisemitisme di Australia.

    Komunitas Yahudi menyambut baik operasi kepolisian baru tersebut, yang pada akhirnya akan melibatkan 250 petugas. Namun, sejumlah pihak lainnya meminta adanya mekanisme perlindungan untuk memastikan hak asasi manusia tetap terjaga.

    “Tidak ada warga Australia yang ingin melihat petugas membawa senjata militer di jalanan kita. Namun, pemandangan kantong jenazah jauh lebih buruk,” kata Alex Ryvchin, salah satu CEO Dewan Eksekutif Yahudi Australia (Executive Council of Australian Jewry).

    Sementara itu, Amnesty International Australia menyampaikan kekhawatiran mengenai “militerisasi kepolisian”. Organisasi tersebut meminta jaminan dari pemerintah negara bagian bahwa ARC tidak akan digunakan untuk membatasi aksi demonstrasi damai.

    “Setiap perluasan kewenangan dan kemampuan kepolisian harus disertai aturan yang jelas dan dapat diakses publik, pengawasan independen yang kuat, serta mekanisme pertanggungjawaban,” kata Andrew Witheford dari Amnesty International Australia.

    Pemerintah New South Wales membela penerapan langkah-langkah pengamanan baru tersebut.

    “Dunia kita telah berubah selamanya. Itulah kenyataannya, di seluruh negeri ini. Saya sudah mengatakan sejak saat itu bahwa kita tidak akan pernah sama lagi,” kata Menteri Kepolisian New South Wales, Yasmin Catley, kepada ABC.

    Salah satu pria yang diduga sebagai pelaku penembakan, Naveed Akram, telah didakwa atas 78 tindak pidana. Dakwaan tersebut mencakup 15 pembunuhan, 40 percobaan pembunuhan, serta satu tuduhan melakukan aksi terorisme.

    Ayahnya, Sajid Akram, 50 tahun, yang juga membawa senjata dan menembaki kerumunan di Bondi Beach, tewas ditembak polisi di lokasi kejadian.

    kriminal militer Polisi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hukum Kriminal

    Serangan Israel di Gaza Tewaskan Delapan Orang, Termasuk Anak Berusia Empat Tahun

    02/11/2026
    Budaya

    Bom Molotov Bakar Polisi dalam Kerusuhan di Paris, Prancis Buka Penyelidikan Percobaan Pembunuhan

    02/11/2026
    Hiburan

    Kimi Antonelli Cetak Sejarah, Jadi Juara Dunia F1 Termuda Sepanjang Masa

    02/11/2026
    Bisnis

    Pasca-Peretasan Kripto Terbesar dalam Sejarah, Pengguna Binance Tarik Dana US$3,64 Miliar

    02/11/2026
    Hukum Kriminal

    Kritik Monarki Thailand dengan Kostum Harry Potter, Pengacara HAM Ini Divonis 34 Tahun Penjara

    31/10/2026
    Hiburan

    Polisi Anti-Huru-hara Dikerahkan ke Mahkamah Konstitusi Polandia di Tengah Perebutan Kendali Peradilan

    31/10/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Serangan Israel di Gaza Tewaskan Delapan Orang, Termasuk Anak Berusia Empat Tahun

    02/11/2026

    Bom Molotov Bakar Polisi dalam Kerusuhan di Paris, Prancis Buka Penyelidikan Percobaan Pembunuhan

    02/11/2026

    Kimi Antonelli Cetak Sejarah, Jadi Juara Dunia F1 Termuda Sepanjang Masa

    02/11/2026

    Polisi Bersenjata Berat Mulai Berpatroli di Sydney Usai Penembakan Mematikan di Bondi Beach

    02/11/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.