Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Pesan Mengerikan di Bank Jadi Awal Drama Penyanderaan 15 Jam di California

    05/06/2026

    Penyakit Akibat Makanan Tercemar Tewaskan Jutaan Orang, Ini Langkah Sederhana untuk Mengurangi Risikonya

    05/06/2026

    Xi Jinping Kunjungi Korea Utara Pekan Depan, Langkah Langka yang Picu Spekulasi Diplomatik

    05/06/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Pesan Mengerikan di Bank Jadi Awal Drama Penyanderaan 15 Jam di California

      05/06/2026

      Penyakit Akibat Makanan Tercemar Tewaskan Jutaan Orang, Ini Langkah Sederhana untuk Mengurangi Risikonya

      05/06/2026

      Xi Jinping Kunjungi Korea Utara Pekan Depan, Langkah Langka yang Picu Spekulasi Diplomatik

      05/06/2026

      DPR AS Menantang Trump: Bantuan Miliaran Dolar untuk Ukraina dan Sanksi Keras terhadap Rusia Lolos Meski Ditentang Pimpinan Partai Republik

      05/06/2026

      Terobosan Dunia: Vaksin Pertama yang Dirancang Sepenuhnya oleh AI Berpotensi Cegah Pandemi Masa Depan

      05/06/2026
    • TEKNOLOGI

      Terobosan Dunia: Vaksin Pertama yang Dirancang Sepenuhnya oleh AI Berpotensi Cegah Pandemi Masa Depan

      05/06/2026

      Harga BBM Melonjak, Mobil Listrik Makin Dilirik Warga India, tetapi Tantangan Besar Masih Mengadang

      04/06/2026

      Rebut Sebanyak Mungkin Selagi Bisa: Realitas Baru yang Mengubah Laut China Selatan

      04/06/2026

      Jejak Perampokan Bitcoin Rp4 Triliun Berujung Upaya Penculikan: Terhubung ke Bos Kripto yang Menyebut Dirinya “The Godfather”

      03/06/2026

      Anthropic Bersiap Melantai di Bursa AS, Pertarungan Raksasa AI Masuki Babak Baru

      02/06/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Gaya Hidup»Penyakit Akibat Makanan Tercemar Tewaskan Jutaan Orang, Ini Langkah Sederhana untuk Mengurangi Risikonya
    Gaya Hidup

    Penyakit Akibat Makanan Tercemar Tewaskan Jutaan Orang, Ini Langkah Sederhana untuk Mengurangi Risikonya

    joveBy jove05/06/2026No Comments4 Mins Read0 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Penyakit yang ditularkan melalui makanan tidak sekadar menyebabkan gangguan pencernaan setelah menyantap makanan yang diragukan keamanannya. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama kematian dan penyakit serius di seluruh dunia.

    Sebuah studi yang dipublikasikan pada Rabu di The Lancet memperkirakan sekitar 1,5 juta kematian di seluruh dunia pada 2021 disebabkan oleh penyakit akibat makanan yang terkontaminasi.

    “Negara-negara perlu menerapkan strategi untuk meningkatkan keamanan pangan guna mengurangi beban penyakit yang sangat besar akibat makanan yang terkontaminasi,” tulis para peneliti dalam studi tersebut.

    Meski angka tersebut mengkhawatirkan, para ahli mengaku tidak terkejut.

    Menurut Harris Wang, ketua dan profesor Departemen Biologi Sistem di Columbia University Irving Medical Center, dampak penyakit bawaan makanan memang sering kali diremehkan.

    Hal senada disampaikan Julie Jean dari Université Laval. Ia mengatakan banyak orang mungkin tidak menyadari tingkat kematian dan dampak penyakit tersebut, yang menurutnya sebanding dengan penyakit menular besar lainnya seperti HIV/AIDS atau Malaria.

    Menurut Jean, dampak sebenarnya sering tidak terlihat karena banyak kasus bersifat ringan atau tidak dilaporkan. Namun data menunjukkan bahwa penyakit akibat makanan tercemar merupakan masalah kesehatan besar sekaligus persoalan sistemik yang memengaruhi banyak negara.

    Meski demikian, sejumlah langkah sederhana di rumah dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit tersebut.

    Dari Mana Penyakit Ini Berasal?

    Seseorang dapat mengalami penyakit bawaan makanan ketika makanan yang dikonsumsi terkontaminasi berbagai bahaya, mulai dari parasit, bahan kimia hingga mikroorganisme.

    Beberapa penyebab yang paling umum meliputi:

    • Salmonella
    • Escherichia coli (E. coli)
    • Norovirus
    • Listeria

    Patogen tersebut dapat menyebabkan gastroenteritis, diare, mual, dan muntah. Dalam kasus yang lebih berat, infeksi dapat berkembang menjadi sepsis atau bakteremia, yaitu kondisi ketika bakteri masuk ke dalam aliran darah.

    Menurut Wang, salah satu penyebab utama kontaminasi adalah pengaturan suhu yang tidak tepat, seperti makanan yang kurang matang atau dibiarkan terlalu lama pada suhu yang memungkinkan bakteri berkembang biak.

    Selain itu, kebersihan yang buruk saat menangani makanan juga dapat mempermudah penyebaran virus.

    Jean menambahkan bahwa negara-negara berpendapatan rendah dan menengah menghadapi risiko lebih besar terhadap kematian dan infeksi berat akibat penyakit bawaan makanan. Perbedaan sistem keamanan pangan, regulasi, dan akses terhadap layanan kesehatan turut memengaruhi tingkat kejadian penyakit ini di berbagai negara.

    Siapa yang Paling Rentan?

    Risiko terkena penyakit akibat makanan tercemar tidak sama pada setiap orang.

    Kelompok yang paling rentan meliputi:

    • Anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang sempurna
    • Lansia yang mengalami penurunan daya tahan tubuh
    • Orang dengan gangguan sistem imun
    • Ibu hamil

    Kehamilan dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan risiko mengalami komplikasi serius akibat infeksi makanan.

    Selain itu, gangguan pada mikrobioma usus—misalnya akibat penggunaan antibiotik atau obat-obatan tertentu—juga dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap patogen yang berasal dari makanan.

    Kenali Gejalanya

    Menurut Tufts University School of Medicine, gejala umum penyakit akibat makanan tercemar meliputi:

    • Mual
    • Muntah
    • Diare
    • Kram perut
    • Demam

    Dalam banyak kasus, gejala akan membaik dalam waktu dua hingga tujuh hari.

    Namun, seseorang sebaiknya segera mencari bantuan medis apabila mengalami:

    • Diare yang berlangsung lebih dari tiga hari
    • Demam tinggi
    • Darah pada tinja

    Wang menekankan bahwa menjaga kecukupan cairan merupakan langkah paling penting selama masa sakit.

    “Dehidrasi dapat menyebabkan gejala yang semakin berat dan, jika tidak ditangani, berpotensi memicu syok sistemik hingga kegagalan banyak organ,” ujarnya.

    Cara Melindungi Diri di Dapur

    Langkah pertama untuk mencegah penyakit bawaan makanan adalah menerapkan penanganan dan pengolahan makanan yang benar.

    Para ahli menyarankan untuk:

    • Menghindari konsumsi daging dan telur yang kurang matang
    • Tidak mengonsumsi tepung mentah
    • Menghindari produk susu yang tidak dipasteurisasi
    • Mencuci sayuran secara menyeluruh sebelum dikonsumsi

    Bagi kelompok berisiko tinggi, US Food and Drug Administration juga menyarankan untuk menghindari:

    • Ikan mentah
    • Daging olahan siap saji (deli meat) yang belum dipanaskan ulang
    • Salad kemasan siap santap

    Selain itu, membiarkan makanan berada pada suhu ruangan terlalu lama bukanlah praktik yang aman, meskipun makanan tersebut nantinya dipanaskan kembali.

    Menurut Tufts University, makanan yang telah dipotong, dikupas, atau dimasak sebaiknya segera disimpan di lemari pendingin dalam waktu maksimal dua jam jika tidak langsung dikonsumsi.

    Perkuat Sistem Imun dengan Gaya Hidup Sehat

    Selain menjaga keamanan makanan, memperkuat sistem kekebalan tubuh juga dapat membantu mengurangi risiko terkena penyakit akibat makanan tercemar.

    Menurut Wang, tidak ada satu jenis makanan ajaib yang dapat secara instan meningkatkan kesehatan mikrobioma usus dan sistem imun. Kuncinya adalah keseimbangan, variasi, dan konsistensi.

    Pakar nutrisi dari Stanford School of Medicine, Christopher Gardner, menyarankan pola makan yang beragam agar tubuh memperoleh berbagai mikronutrien penting untuk mendukung sistem pertahanan tubuh.

    Sumber nutrisi tersebut umumnya berasal dari:

    • Buah-buahan segar
    • Berbagai jenis sayuran
    • Biji-bijian utuh
    • Protein tanpa lemak
    • Minyak sehat

    Wang menambahkan bahwa kebiasaan dasar seperti pola makan yang baik, olahraga teratur, dan tidur yang cukup tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga daya tahan tubuh.

    Dengan menerapkan langkah-langkah sederhana tersebut, risiko terkena penyakit akibat makanan tercemar dapat ditekan secara signifikan, sekaligus membantu melindungi kelompok yang paling rentan dari komplikasi serius.

    kehidupan kesehatan makanan penyakit
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    jove
    • Website

    Related Posts

    Hukum Kriminal

    Pesan Mengerikan di Bank Jadi Awal Drama Penyanderaan 15 Jam di California

    05/06/2026
    Lain Lain

    Xi Jinping Kunjungi Korea Utara Pekan Depan, Langkah Langka yang Picu Spekulasi Diplomatik

    05/06/2026
    Hukum Kriminal

    DPR AS Menantang Trump: Bantuan Miliaran Dolar untuk Ukraina dan Sanksi Keras terhadap Rusia Lolos Meski Ditentang Pimpinan Partai Republik

    05/06/2026
    Gadget

    Terobosan Dunia: Vaksin Pertama yang Dirancang Sepenuhnya oleh AI Berpotensi Cegah Pandemi Masa Depan

    05/06/2026
    Bisnis

    China Perangi Drama Pendek yang Vulgar dan Pamer Kemewahan, Industri Mikro Drama Masuk Pengawasan Ketat

    05/06/2026
    Hiburan

    Australia Sita 100.000 Kecoak Raksasa Ilegal Senilai Rp2 Miliar, Sebagian Besar Berukuran Telapak Tangan

    05/06/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Pesan Mengerikan di Bank Jadi Awal Drama Penyanderaan 15 Jam di California

    05/06/2026

    Penyakit Akibat Makanan Tercemar Tewaskan Jutaan Orang, Ini Langkah Sederhana untuk Mengurangi Risikonya

    05/06/2026

    Xi Jinping Kunjungi Korea Utara Pekan Depan, Langkah Langka yang Picu Spekulasi Diplomatik

    05/06/2026

    DPR AS Menantang Trump: Bantuan Miliaran Dolar untuk Ukraina dan Sanksi Keras terhadap Rusia Lolos Meski Ditentang Pimpinan Partai Republik

    05/06/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.