OpenAI secara rahasia telah mengajukan dokumen untuk penawaran umum perdana saham (IPO), sebuah langkah yang membuka jalan bagi salah satu debut pasar paling dinanti dalam sejarah modern sekaligus berpotensi menghasilkan keuntungan besar bagi para investor awal.
Keputusan tersebut datang tak lama setelah pesaing utamanya, Anthropic, mengumumkan rencana untuk melantai di bursa, serta menjelang debut SpaceX yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat.
Ketiga penawaran saham tersebut diperkirakan dapat menghasilkan transaksi bernilai ratusan miliar dolar AS. Selain menjadi peluang bagi investor ritel untuk memiliki saham perusahaan-perusahaan AI paling populer saat ini, langkah tersebut juga akan menjadi ujian besar terhadap minat pasar terhadap perusahaan kecerdasan buatan.
OpenAI mengatakan belum menentukan jadwal pasti untuk IPO tersebut. Karena pengajuannya bersifat rahasia, belum diketahui berapa banyak saham yang akan dijual maupun pada harga berapa saham itu akan ditawarkan.
“Mungkin masih membutuhkan waktu karena ada beberapa hal yang ingin kami lakukan yang kemungkinan lebih mudah dilakukan sebagai perusahaan privat,” tulis OpenAI dalam unggahan di laman beritanya.
Namun perusahaan itu menambahkan bahwa pengajuan tersebut “memberi kami pilihan untuk melantai di bursa lebih cepat jika itu menjadi keputusan terbaik”.
Transformasi menjadi perusahaan publik akan memberikan Wall Street akses yang lebih luas terhadap kondisi keuangan OpenAI, di tengah upaya perusahaan menggelontorkan miliaran dolar untuk infrastruktur AI dan sumber daya komputasi.
Pekan lalu, investor menjual saham-saham teknologi karena muncul kekhawatiran bahwa kenaikan harga saham sektor tersebut dalam beberapa waktu terakhir telah terlalu tinggi.
OpenAI terakhir kali memiliki valuasi sebesar 852 miliar dolar AS setelah menghimpun pendanaan senilai 122 miliar dolar AS pada Maret lalu. Namun perusahaan menghadapi tekanan untuk membuktikan bahwa mereka mampu menghasilkan pendapatan yang sepadan dengan valuasi tersebut.
Direktur Keuangan OpenAI, Sarah Friar, sempat menjadi sorotan pada November tahun lalu setelah menyampaikan pernyataan yang mengisyaratkan bahwa pemerintah Amerika Serikat seharusnya menjadi “penjamin terakhir” bagi pengeluaran besar perusahaan untuk chip dan pusat data. Pernyataan itu kemudian ia tarik kembali.
Sepanjang tahun lalu, OpenAI memperluas sumber pendapatan dari ChatGPT, chatbot populer yang menjadi produk andalannya. Perusahaan meluncurkan paket berlangganan yang lebih murah seharga 8 dolar AS per bulan serta mulai menghadirkan iklan.
Menurut laporan The Information pada April, OpenAI memperkirakan paket berharga rendah tersebut akan mendorong jumlah pelanggan menjadi 122 juta orang tahun ini. Perusahaan juga memproyeksikan bahwa iklan akan menjadi sumber pendapatan terbesar mereka pada 2030.
Dalam setahun terakhir, OpenAI juga berupaya membuktikan bahwa bisnisnya tidak hanya bergantung pada ChatGPT.
Perusahaan telah meluncurkan peramban web, mengumumkan rencana pengembangan perangkat keras untuk konsumen, memperkenalkan agen AI yang mampu menulis kode dan mengelola aplikasi di komputer pengguna, serta mengembangkan berbagai alat dan program AI untuk sektor pemerintahan, kesehatan, dan keuangan.
OpenAI baru-baru ini juga meraih kemenangan hukum setelah gugatan yang diajukan Elon Musk terhadap perusahaan tersebut dinyatakan tidak dapat dilanjutkan karena telah melewati batas waktu hukum yang berlaku.
Apabila gugatan tersebut dimenangkan Musk, kasus itu berpotensi memicu perubahan besar dalam kepemimpinan OpenAI menjelang IPO. Pengacara Musk menyatakan pihaknya berencana mengajukan banding.
Meski demikian, perjalanan OpenAI menuju pasar saham tidak sepenuhnya mulus.
Perusahaan menghadapi persaingan yang semakin ketat dari rival utama seperti Anthropic dan Google. OpenAI juga menghadapi sejumlah gugatan hukum yang menuduh ChatGPT memiliki keterkaitan dengan kasus penembakan dan bunuh diri, serta harus menghadapi meningkatnya sentimen negatif sebagian masyarakat terhadap teknologi AI.
Pada 2023, OpenAI sempat mengalami gejolak internal ketika CEO Sam Altman diberhentikan dari jabatannya untuk sementara waktu sebelum akhirnya kembali memimpin perusahaan.
Di sisi lain, valuasi Anthropic baru-baru ini melampaui OpenAI setelah putaran pendanaan pada Mei yang menempatkan nilai perusahaan tersebut di angka 965 miliar dolar AS.
Perkembangan itu menegaskan sengitnya persaingan antara kedua perusahaan yang saat ini berlomba-lomba merebut pasar konsumen maupun korporasi, yang terus meningkatkan belanja mereka untuk berbagai layanan dan perangkat berbasis kecerdasan buatan.
