Mogok kerja selama tiga hari di sistem kereta komuter terbesar di Amerika Serikat resmi berakhir setelah negosiasi maraton pada Senin menghasilkan kesepakatan sementara antara serikat pekerja dan Long Island Rail Road.
Kesepakatan tersebut diumumkan oleh Gubernur New York Kathy Hochul melalui unggahan di X. Ia menyebut perjanjian itu memberikan kenaikan gaji bagi pekerja sekaligus tetap melindungi penumpang dan pembayar pajak.
Namun, kesepakatan tersebut masih harus diratifikasi oleh anggota dari lima serikat pekerja yang melakukan aksi mogok. Jika ditolak, mogok kerja berpotensi kembali berlangsung.
Untuk sementara, sekitar 3.500 pekerja dijadwalkan kembali bekerja pada Selasa. Meski layanan belum dapat kembali normal untuk jam sibuk pagi hari, operasional bertahap akan dimulai pada tengah hari, kata Hochul.
Kesepakatan itu juga memungkinkan para penggemar olahraga di Long Island kembali menggunakan kereta menuju laga pertama Final Wilayah Timur NBA antara New York Knicks dan Cleveland Cavaliers pada Selasa malam, ujar Hochul dalam konferensi pers.
Aksi mogok dimulai sejak Sabtu dini hari setelah perundingan terakhir antara serikat pekerja dan Metropolitan Transportation Authority (MTA) gagal mencapai kesepakatan. Kedua pihak kembali bertemu pada Minggu dan bernegosiasi hampir tanpa henti hingga akhirnya mencapai persetujuan.
LIRR melayani hampir 300.000 penumpang setiap hari kerja di wilayah New York City melalui 947 perjalanan kereta komuter. Selama mogok berlangsung, MTA meminta pelanggan bekerja dari rumah. Bus antar-jemput yang disediakan untuk pekerja esensial hanya mampu menampung sebagian kecil dari total penumpang harian.
Rincian kesepakatan belum diumumkan. Serikat pekerja sebelumnya menuntut kenaikan upah pertama sejak 2022, di tengah lonjakan biaya hidup tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Para pekerja LIRR diketahui tinggal di salah satu kawasan dengan biaya hidup paling mahal di AS.
Manajemen MTA sebelumnya bersikeras bahwa mereka tidak bisa memenuhi tuntutan serikat tanpa menaikkan tarif hingga 8% serta meningkatkan dukungan dana dari pembayar pajak untuk operasional kereta. Hochul sebelumnya bahkan menyebut aksi mogok tersebut sebagai tindakan “ceroboh”.
Namun pada Senin, ia justru memuji para pemimpin serikat dan anggota yang kini akan memberikan suara atas kesepakatan tersebut.
“Kontrak ini akan memastikan 3.500 pekerja Long Island Railroad mendapatkan bayaran yang adil atas kerja mereka,” kata Hochul.
“Saya sangat menghargai dan menghormati kerja keras yang mereka lakukan.”
Ia menegaskan pemerintah tetap mempertahankan posisi agar tidak ada kenaikan tarif maupun pajak tambahan akibat kesepakatan tersebut.
“Kami tetap teguh pada kesepakatan yang tidak memerlukan kenaikan tarif ataupun pajak. Titik. Tidak ada kompromi,” ujarnya dalam konferensi pers Senin malam.
Sementara itu, pihak serikat mengatakan dua panel federal yang diminta meninjau posisi negosiasi sebelumnya berpihak pada proposal kontrak serikat pekerja. Mereka menyalahkan manajemen MTA dan pemerintah negara bagian atas terjadinya aksi mogok.
Serikat pekerja juga menyatakan keberhasilan mencapai kesepakatan merupakan hasil solidaritas anggota.
“Ini bukan soal meminta lebih dari yang pantas — ini soal mendapatkan penghormatan dan keamanan ekonomi yang memang layak diterima anggota kami,” kata Mark Wallace, presiden salah satu dari lima serikat yang terlibat, yakni Brotherhood of Locomotive Engineers and Trainmen.
“Kami menghargai dukungan dan kesabaran masyarakat pengguna kereta, dan kini keputusan akhir berada di tangan anggota.”
Seperti banyak sistem transportasi massal lainnya, LIRR juga belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi. Saat ini jumlah penumpangnya baru mencapai sekitar 90% dibanding tingkat sebelum pandemi pada 2019.
Pendapatan tarif tahun lalu tercatat sebesar 636 juta dolar AS, yang berarti perusahaan kehilangan sekitar 2 juta dolar AS setiap hari kerja selama aksi mogok berlangsung.
Penumpang yang memiliki tiket bulanan juga akan menerima pengembalian dana secara proporsional atas layanan yang terganggu.
