Close Menu

    Subscribe to Updates

    Dapatkan informasi terbaru dari mayoritas.com

    Apa yang Viral?

    Kesepakatan Tercapai, Mogok Kerja Jalur Kereta Komuter Terbesar AS Berakhir

    19/05/2026

    Presiden Kuba Peringatkan ‘Pertumpahan Darah’ Jika AS Melancarkan Serangan Militer

    19/05/2026

    Xi Main Dua Poros Sekaligus: Putin Datang ke Beijing Hanya Beberapa Hari Setelah Trump Pergi

    19/05/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Home
    • POLITIK
      • Politik Amerika
      • Politik Asia
      • Politik Dunia
      • Politik Eropa
      • Politik Nasional
      • Politik Timur Tengah
    • Nasional

      Kesepakatan Tercapai, Mogok Kerja Jalur Kereta Komuter Terbesar AS Berakhir

      19/05/2026

      Presiden Kuba Peringatkan ‘Pertumpahan Darah’ Jika AS Melancarkan Serangan Militer

      19/05/2026

      Xi Main Dua Poros Sekaligus: Putin Datang ke Beijing Hanya Beberapa Hari Setelah Trump Pergi

      19/05/2026

      “FedEx Bilang Paket Anda Berisi Narkoba”: Modus Penipuan yang Menjebak Komika India

      19/05/2026

      Dari Pohon Jadi Kursi: Pasangan Ini Habiskan Puluhan Tahun “Membentuk” Pohon Menjadi Furnitur Hidup

      19/05/2026
    • TEKNOLOGI

      Standard Chartered Pangkas Ribuan Pekerja Saat AI Ambil Alih Lebih Banyak Tugas

      19/05/2026

      Trump Membawa Para Raksasa Bisnis AS ke China, dari Elon Musk hingga Bos Apple

      13/05/2026

      Satu Dekade Berselang, Trump Kembali ke China yang Lebih Kuat dan Semakin Percaya Diri

      13/05/2026

      Sidang Musk vs OpenAI Bongkar Drama Internal: Mantan Orang Dekat Sebut Sam Altman Punya “Pola Konsisten Berbohong”

      12/05/2026

      AI Tak Benar-Benar Merebut Pekerjaan Anda Ini yang Sebenarnya Sedang Terjadi

      11/05/2026
    • Hiburan
    • Belanja Sekarang
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    Mayoritas.com
    Langganan Sekarang
    TOPIK PANAS
    • Olahraga
    • Ekonomi & Pasar
      • Bisnis
      • Ekonomi
      • Keuangan
    • Wisata & Kuliner
    • Belanja Sekarang
    Mayoritas.com
    Home»Lain Lain»Presiden Kuba Peringatkan ‘Pertumpahan Darah’ Jika AS Melancarkan Serangan Militer
    Lain Lain

    Presiden Kuba Peringatkan ‘Pertumpahan Darah’ Jika AS Melancarkan Serangan Militer

    adminBy admin19/05/2026No Comments3 Mins Read3 Views
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel pada Senin memperingatkan bahwa serangan militer Amerika Serikat terhadap Kuba akan “menyebabkan pertumpahan darah dengan konsekuensi yang tak terhitung”, di tengah meningkatnya kembali ketegangan antara Havana dan Washington.

    “Kuba tidak menimbulkan ancaman, juga tidak memiliki rencana atau niat agresif terhadap negara mana pun. Tidak terhadap AS, dan memang tidak pernah ada, sesuatu yang sangat diketahui oleh pemerintah negara itu,” tulis Díaz-Canel dalam unggahannya di X.

    Ia menambahkan bahwa Kuba “sudah menderita agresi multidimensi dari AS” dan memiliki “hak mutlak dan sah untuk membela diri terhadap serangan militer”, namun menegaskan bahwa hal tersebut “tidak bisa secara logis atau jujur dijadikan alasan untuk memaksakan perang terhadap rakyat Kuba yang mulia”.

    Hubungan bilateral kedua negara kini berada di salah satu titik terendah dalam beberapa dekade terakhir, seiring meningkatnya tekanan dari Presiden AS Donald Trump serta krisis energi yang semakin memburuk di pulau yang dipimpin pemerintahan komunis itu.

    Pekan lalu, Menteri Energi Kuba mengatakan bahwa bantuan minyak darurat dari Rusia telah habis dan masyarakat Kuba harus menghadapi pemadaman listrik yang lebih sering.

    Pada Senin, pemerintahan Trump mengumumkan sanksi baru terhadap pemerintah Kuba, termasuk badan intelijen utama dan kementerian dalam negeri negara tersebut.

    Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “langkah sanksi tambahan dapat diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa hari dan minggu mendatang”.

    AS juga menjatuhkan sanksi terhadap 11 pejabat Kuba, termasuk Menteri Kehakiman dan Wakil Menteri Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba.

    Tekanan lain bagi Kuba muncul pada Minggu ketika Reuters melaporkan bahwa perusahaan pelayaran besar Hapag-Lloyd dan CMA CGM tidak lagi akan mengirim barang ke atau dari Kuba demi mematuhi aturan baru pemerintahan Trump.

    Langkah tersebut diperkirakan akan memperparah kelangkaan pangan di Kuba. Selama beberapa dekade, runtuhnya sektor pertanian dan buruknya pengelolaan ekonomi membuat pemerintah Kuba bergantung pada impor untuk sebagian besar kebutuhan pangan masyarakat.

    Bahkan produk seperti gula, kopi, dan tembakau — yang dulu diproduksi dalam jumlah besar di Kuba — kini juga harus diimpor.

    “Saya pikir mereka pada akhirnya harus datang kepada kami,” kata Trump kepada Fox News dalam wawancara yang ditayangkan Jumat.

    “Itu negara gagal. Benar-benar negara gagal.”

    Selain embargo ekonomi yang telah berlangsung lama dan blokade minyak yang mendorong krisis energi Kuba ke titik kritis, AS juga disebut sedang menyiapkan dakwaan terhadap mantan Presiden Raúl Castro, menurut sejumlah sumber.

    Jika benar dilakukan, dakwaan tersebut akan menjadi eskalasi besar dalam sikap AS terhadap pemerintah Kuba.

    Pada Jumat, Trump menolak berkomentar langsung mengenai kemungkinan kasus terhadap Castro dan mengatakan akan membiarkan Departemen Kehakiman “memberikan komentar soal itu, tetapi mereka (orang Kuba) membutuhkan bantuan, seperti yang Anda tahu”.

    Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodríguez mengatakan pada Senin di X bahwa Kuba “berhak melakukan pembelaan diri yang sah terhadap agresi eksternal apa pun”.

    “Mereka yang berusaha menyerang Kuba secara tidak sah menggunakan alasan apa pun, betapapun menipu dan konyolnya, untuk membenarkan serangan yang bertentangan dengan opini publik AS maupun dunia,” tulisnya.

    Sehari sebelumnya, Rodríguez juga menuduh pemerintahan Trump “membangun, hari demi hari, kasus palsu untuk membenarkan perang ekonomi tanpa belas kasihan terhadap rakyat Kuba dan kemungkinan agresi militer”.

    Direktur Central Intelligence Agency (CIA), John Ratcliffe, pekan lalu melakukan kunjungan langka ke Havana untuk bertemu pejabat Kementerian Dalam Negeri Kuba dan pimpinan badan intelijen negara tersebut.

    Bagi banyak warga Kuba, kemungkinan serangan militer AS kini terasa semakin nyata dan mereka mulai melakukan persiapan.

    Dalam beberapa hari terakhir, Badan Pertahanan Sipil Kuba menyebarkan “panduan keluarga tentang cara bertindak dalam situasi agresi militer hipotetis terhadap Kuba”, termasuk anjuran menyiapkan tas berisi kebutuhan pokok tahan lama.

    Panduan itu juga meminta warga tetap waspada terhadap sirene serangan udara dan diberi judul: “Lindungi, Bertahan, Hidup, dan Menang.”

    amerika kuba
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    admin

    Related Posts

    Ekonomi & Pasar

    Kesepakatan Tercapai, Mogok Kerja Jalur Kereta Komuter Terbesar AS Berakhir

    19/05/2026
    Ekonomi & Pasar

    Xi Main Dua Poros Sekaligus: Putin Datang ke Beijing Hanya Beberapa Hari Setelah Trump Pergi

    19/05/2026
    Hukum Kriminal

    “FedEx Bilang Paket Anda Berisi Narkoba”: Modus Penipuan yang Menjebak Komika India

    19/05/2026
    Hiburan

    Shakira Menang Besar Lawan Otoritas Pajak Spanyol, Berhak Terima Pengembalian Rp1 Triliun Lebih

    19/05/2026
    Gaya Hidup

    Dari Pohon Jadi Kursi: Pasangan Ini Habiskan Puluhan Tahun “Membentuk” Pohon Menjadi Furnitur Hidup

    19/05/2026
    Lain Lain

    Trump Tunda Serangan Baru ke Iran Setelah Desakan Negara Teluk, Negosiasi Disebut Mulai Serius

    19/05/2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Langganan Berita

    Dapatkan berita olahraga terkini dari NewsSite tentang dunia, olahraga, dan politik.

    Pilihan Editor

    Kesepakatan Tercapai, Mogok Kerja Jalur Kereta Komuter Terbesar AS Berakhir

    19/05/2026

    Presiden Kuba Peringatkan ‘Pertumpahan Darah’ Jika AS Melancarkan Serangan Militer

    19/05/2026

    Xi Main Dua Poros Sekaligus: Putin Datang ke Beijing Hanya Beberapa Hari Setelah Trump Pergi

    19/05/2026

    “FedEx Bilang Paket Anda Berisi Narkoba”: Modus Penipuan yang Menjebak Komika India

    19/05/2026
    Info Terbaru

    Apa Itu Lifestyle Sedentary? Menimbulkan Banyak Penyakit Hingga Dapat Terkena Kanker

    20/01/2021

    Pebasket Zhang Ziyu Setinggi 220M Menarik Perhatian Usai Mengalahkan Tim U-18 Indonesia

    15/01/2021

    Kronologi Atlet Bulu Tangkis China Zhang Zhi Jie Meninggal Di Ajang AJC 2024

    15/01/2021
    Advertisement
    LOGO_FOOTER_MAYORITAS
    Facebook X (Twitter) Pinterest Vimeo WhatsApp TikTok Instagram

    News

    • Ekonomi & Pasar
    • Olahraga
    • Opini
    • Otomotif
    • Wisata Kuliner
    • Video Unggulan
    • Kesehatan

    Company

    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Hak Cipta
    • Disclaimer
    • Iklan
    • Privacy Policy
    • Panduan Kebijakan

    Layanan

    • Toko
    • Customer Support
    • Karir
    • Tentang kami
    • Hubungi Kami
    • Akses login

    Langganan Updates

    Dapatkan informasi terkinni seputar fakta informasi dunia, anda bisa berlangganan melalui email anda

    © 2026 Mayoritas.com
    • Privacy Policy
    • Term of Service
    • Contact us

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.