Sepasang suami istri menghabiskan 20 tahun terakhir bereksperimen untuk menyempurnakan teknik membentuk pohon agar tumbuh menyerupai kursi.
Alice dan Gavin Munro menumbuhkan kreasi mereka dalam posisi terbalik, melalui proses yang menurut mereka biasanya memakan waktu antara enam hingga sembilan tahun, sebelum setiap furnitur dikeringkan selama satu tahun.
Proses tersebut melibatkan pelatihan dan pemangkasan cabang-cabang pohon muda saat tumbuh di atas cetakan khusus dari plastik daur ulang yang membantu mengarahkan bentuk pertumbuhan pohon.
Cabang-cabang kemudian disambungkan pada titik tertentu sehingga objek itu tumbuh menjadi satu kesatuan utuh.
Gavin mengatakan benih pertama proyek tersebut muncul ketika dirinya masih kecil dan melihat pohon bonsai yang tumbuh liar hingga menurutnya tampak seperti kursi.
Gagasan itu semakin berkembang ketika Gavin bolak-balik menjalani perawatan rumah sakit akibat Klippel-Feil syndrome — kondisi bawaan langka yang ditandai dengan penyatuan abnormal dua atau lebih tulang belakang leher.
Ia menjalani beberapa operasi untuk meluruskan tulang belakangnya semasa muda, periode yang menurutnya memberinya waktu untuk “merenung dan belajar bersabar”.
“Baru setelah beberapa tahun menjalankan proyek ini, seorang teman menyadari bahwa saya pasti tahu persis bagaimana rasanya dibentuk dan disambung dalam rentang waktu yang mirip,” kata Gavin.
Setelah meninggalkan Chesterfield College, Gavin sempat membuat furnitur di California, AS, dengan menjahit kayu apung menjadi satu. Pengalaman itu, katanya, membuatnya sadar bahwa pohon bisa ditumbuhkan menjadi bentuk yang berguna.
Ia dan Alice kemudian mendirikan Full Grown di Derbyshire pada 2006.
Keduanya bertemu saat berusia 17 tahun dan lama berteman. Setelah masing-masing sempat tinggal di luar negeri, mereka akhirnya menjadi pasangan dan memulai perjalanan bersama.
Gavin, yang memiliki latar belakang pembuatan furnitur, disebut dalam situs perusahaan sebagai desainer utama proyek tersebut, sementara Alice menjabat direktur komunikasi.
Pasangan itu mengakui mereka “tidak benar-benar tahu apa yang mereka hadapi” dan membutuhkan puluhan tahun untuk benar-benar memahami teknik tersebut.
“Kami baru 20 tahun menjalani sesuatu yang mungkin merupakan perjalanan 50 atau 100 tahun,” kata Gavin, kini berusia 50 tahun.
“Di awal saya pikir siklus pembelajarannya hanya dua atau tiga tahun, ternyata lebih seperti 12 atau 13 tahun.”
Gavin menambahkan bahwa perusahaan itu merupakan “hasil langsung dari upaya memikirkan bagaimana interaksi paling halus yang bisa kami lakukan terhadap dunia untuk menciptakan benda-benda yang berguna dan indah”.
Setelah dimulai pada 2006, generasi pertama kursi, lampu, dan berbagai eksperimen baru mulai muncul pada 2012 — setelah melalui banyak percobaan, kegagalan, dan yang paling penting, kesabaran.
Pasangan itu bekerja dengan berbagai jenis pohon seperti willow, oak, dan ash. Mereka mengatakan saat ini terdapat “beberapa lusin” furnitur hidup yang sedang tumbuh di kebun mereka, termasuk bangku kecil, kursi panjang, hingga “beberapa lampu gantung” yang masih dalam proses.
Kini mereka berharap segera meluncurkan program bernama Full Grown Academy untuk membantu orang lain menumbuhkan kursi mereka sendiri.
Melalui program itu, mereka ingin membagikan pengetahuan yang telah mereka kumpulkan selama ini.
“Mudah-mudahan dalam beberapa minggu ke depan kami mengembangkan semacam akademi untuk membantu orang lain,” kata Gavin.
“Banyak orang ingin mencoba ini di kebun mereka sendiri, atau di museum dan tempat lainnya, jadi itu level berikutnya bagi kami.”
Sebuah cetakan perunggu dari salah satu kursi karya mereka akan dipamerkan dalam RHS Chelsea Flower Show bulan ini sebagai bagian dari taman yang dikurasi oleh Plant Heritage, lembaga konservasi tanaman budidaya.
Alice, 51 tahun, mengatakan: “Kami benar-benar sangat bersemangat soal Chelsea Flower Show. Kami memikirkannya selama bertahun-tahun tetapi tidak pernah menyangka bisa memenuhi persyaratannya.”
“Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan — ini level tertinggi.”
CEO Plant Heritage, Gwen Hines, mengatakan organisasinya adalah “penggemar berat” kursi-kursi menakjubkan karya Alice dan Gavin.
“Kesabaran dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menumbuhkan dan membentuk kursi ini selama bertahun-tahun sungguh luar biasa, dan mencerminkan dedikasi para pemegang Koleksi Nasional kami dalam merawat tanaman mereka,” katanya.
“Saya tidak sabar melihatnya dipamerkan di Chelsea.”
Sejumlah kursi karya Full Grown sebelumnya pernah ditampilkan dalam pameran Louis Vuitton pada 2022, sementara beberapa lainnya dibeli oleh Saint Louis Art Museum dan San Francisco Museum of Modern Art.
Selain itu, beberapa karya mereka juga dipajang secara permanen di National Museum of Scotland, Museum Boijmans Van Beuningen, dan koleksi khusus Manchester Metropolitan University.
