Sudah lebih dari 18 bulan sejak trailer terakhir Grand Theft Auto 6 dirilis.
Beberapa pekan lalu, pengembang Rockstar mengumumkan akan mengakhiri kesunyian panjangnya dengan menayangkan “extended look” khusus berupa cuplikan berdurasi 30 menit mengenai gim yang sangat dinantikan tersebut di Netflix.
Namun, persiapan menuju pratinjau besar itu berpotensi terganggu oleh serangkaian kebocoran yang diduga memperlihatkan cuplikan GTA 6 saat dimainkan.
Rockstar belum mengakui klip-klip tersebut secara terbuka dan juga tidak menanggapi permintaan komentar sejak kebocoran pertama muncul pada Rabu. Namun, terdapat banyak indikasi bahwa materi yang beredar di internet tersebut memang asli.
Perusahaan induk Rockstar, Take-Two Interactive, pada Jumat mengajukan proses hukum terkait kebocoran tersebut di pengadilan New York.
memperoleh dokumen pengadilan yang pertama kali dilaporkan oleh situs berita gim Kotaku. Dokumen tersebut menuntut GitHub, situs milik Microsoft, dan aplikasi percakapan Discord menyerahkan informasi pengguna dari akun-akun yang diduga membagikan “materi berhak cipta”.
Salinan klip dengan cepat dihapus karena adanya klaim hak cipta. Sejumlah akun yang mengaku sebagai bagian dari kelompok di balik peretasan tersebut juga menghilang.
Banyak penggemar menggambarkan situasi ini sebagai “skenario mimpi buruk” bagi perusahaan. Namun, sejumlah pakar dan mantan pengembang Rockstar yang mengatakan kenyataannya jauh lebih kompleks.
Obbe Vermeij adalah pengembang gim yang pernah bekerja sebagai direktur teknis dalam sejumlah judul besar GTA, termasuk GTA 3, GTA Vice City, dan GTA San Andreas, sebelum meninggalkan Rockstar pada 2009.
Sejak saat itu, gim-gim buatan perusahaan tersebut menjadi semakin besar dan kompleks, dengan ribuan staf di seluruh dunia yang mengerjakan setiap judul.
“Sejujurnya, sungguh menakjubkan mereka bisa menjaga kerahasiaan dengan sebaik itu,” kata Vermeij.
Rockstar dikenal sangat tertutup mengenai proyek-proyeknya. Vermeij mengatakan budaya tersebut telah lama menjadi bagian dari perusahaan.
“Kami selalu ingin merahasiakan semuanya,” ujarnya. “Alasannya adalah karena hal itu membuat hari peluncuran menjadi jauh lebih menyenangkan.
“Orang-orang akan pulang hanya dengan membawa cakram gim mereka dan merasa sangat antusias terhadap gim yang mereka ketahui sangat sedikit.”
Jurnalis gim Wesley Yin-Poole, direktur berita di IGN, mengatakan kebocoran yang diduga tersebut akan menjadi pukulan berat bagi para pengembang gim.
“GTA 6 adalah proyek yang sangat besar,” kata Yin-Poole. “Gim ini pada dasarnya dibangun selama satu dekade, dengan melibatkan ribuan orang.
“Melihat gim tersebut terekspos dengan cara seperti ini tentu sangat menghancurkan bagi banyak orang yang telah mengerjakannya.”
Kelompok di balik kebocoran yang diduga tersebut mengklaim bertindak demi kepentingan para pemain. Mereka menuduh Rockstar menerapkan praktik yang merugikan konsumen, termasuk keputusan untuk tidak merilis versi cakram GTA 6 saat peluncuran.
Namun, tidak semua orang yakin dengan motif kelompok tersebut. Setiap kali materi baru dirilis, penonton diminta mengirim “donasi” dalam bentuk mata uang kripto kepada pengguna yang mengunggahnya.
Stop Killing Games, kelompok yang berkampanye menentang model distribusi yang sepenuhnya digital, mengkritik kebocoran yang diduga tersebut sebagai tindakan “merusak” dan meminta masyarakat tidak mengirimkan uang kepada pihak yang mengaku bertanggung jawab.
Yin-Poole mengatakan terdapat “skeptisisme yang sangat besar” terhadap motif yang mereka nyatakan.
“Kebanyakan orang percaya ini soal uang,” katanya. “Sejujurnya, kesan yang muncul adalah narasi ‘kami melakukan ini demi para gamer’ itu tidak masuk akal, dan saya menduga kebanyakan orang sudah mengabaikannya.”
Vermeij menilai pentingnya kebocoran tersebut mungkin terlalu dibesar-besarkan.
“Saya pikir sebagian besar gamer sebenarnya tidak berada di internet untuk memburu klip-klip ini,” katanya.
Namun, Vermeij mengakui ada “sekelompok kecil sekali” penggemar fanatik yang sangat ingin mendapatkan informasi baru apa pun yang bisa mereka temukan.
Sejauh ini, dua trailer resmi GTA 6 telah dirilis, dengan trailer terbaru diluncurkan pada Mei 2025. Sejak saat itu, para penggemar fanatik memburu setiap rumor atau petunjuk yang diduga muncul dalam unggahan resmi Rockstar.
Sebagian bahkan pernah mengembangkan teori yang sangat rumit yang menyebut gambar bulan dalam sebuah unggahan promosi GTA Online menyimpan petunjuk mengenai tanggal perilisan trailer pertama GTA 6.
“Sampai batas tertentu, Rockstar juga harus disalahkan,” kata Vermeij. “Itulah strategi mereka, dan menurut saya itu strategi yang bagus, menarik. Namun, konsekuensinya adalah setiap informasi kecil, setiap kejadian kecil, akhirnya dibesar-besarkan.”
Yin-Poole mengatakan masyarakat kemungkinan memahami bahwa kebocoran tersebut bukan cara yang diinginkan Rockstar untuk mengungkap GTA 6 dan materi itu juga tidak menampilkan gim dalam kondisi terbaiknya. Namun, ia meyakini sebagian besar orang akan “menunggu dan menilai” setelah melihat cuplikan resmi yang dimainkan atau mencoba gim tersebut sendiri.
Pada akhirnya, ia menilai kecil kemungkinan kebocoran tersebut akan “menggagalkan potensi kesuksesan gim”.
“GTA 6 akan menjadi momen yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah budaya pop,” katanya. “Jadi, pada akhirnya, kebocoran ini hanya akan menjadi catatan kaki dalam sejarah pengembangan GTA 6.”
Vermeij, yang tidak menonton satu pun kebocoran terbaru tersebut, juga sependapat.
“Saya pikir ini sama sekali tidak akan berdampak,” katanya. “Orang-orang akan sudah melupakannya ketika gim tersebut dirilis.”
