Sebuah upaya penculikan brutal di sebuah jalan rindang di Connecticut pada musim panas 2024 ternyata membuka tabir kasus yang jauh lebih besar: pencurian Bitcoin senilai 245 juta dolar AS (sekitar Rp4 triliun) dan keterlibatan seorang taipan kripto California yang menjuluki dirinya “The Godfather”.
Pada siang bolong, sekelompok pelaku menyeret sepasang suami istri keluar dari mobil SUV Lamborghini mereka, memukuli mereka, lalu memaksa keduanya masuk ke dalam sebuah van. Namun aksi tersebut segera gagal setelah sejumlah saksi mata, termasuk seorang agen FBI yang sedang tidak bertugas, melaporkan kejadian itu kepada polisi.
Penyelidikan kemudian mengungkap fakta mengejutkan.
Serangan tersebut ternyata terkait dengan pencurian Bitcoin bernilai fantastis yang melibatkan putra pasangan tersebut sebulan sebelumnya.
Pekan ini, Adam Iza, pengusaha kripto berusia 25 tahun asal California yang menurut penyidik menyebut dirinya “The Godfather”, mengaku bersalah karena mengatur upaya penculikan itu demi mendapatkan bagian dari hasil pencurian Bitcoin tersebut.
Iza mengajukan pengakuan bersalah pada Senin atas tuduhan konspirasi untuk mengganggu perdagangan melalui aksi perampokan. Jaksa federal meminta hukuman penjara setidaknya 14 tahun terhadap dirinya.
Pengacaranya, William Paetzold, belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari media.
Kasus ini menjadi bagian dari tren yang semakin meningkat di berbagai negara, di mana kejahatan terkait mata uang kripto mulai berujung pada aksi kekerasan di dunia nyata.
Bermula dari Perselisihan di Klub Malam
Menurut dokumen FBI, sebulan sebelum upaya penculikan terjadi, salah satu rekan Iza yang diduga terlibat, James Schwab, berselisih dengan Veer Chetal—putra pasangan korban—di sebuah klub malam di Miami.
Setelah insiden tersebut, Schwab disebut meminta seorang kenalannya untuk merampok Chetal dan teman-temannya di rumah sewaan mereka di Miami. Tidak jelas apakah perampokan itu benar-benar terjadi.
Pengacara Schwab juga belum memberikan komentar.
Beberapa minggu kemudian, terjadi pencurian Bitcoin berskala besar.
Chetal bersama dua pria lainnya menjalankan skema penipuan daring yang rumit dengan menyamar sebagai staf dukungan teknis Google dan sebuah bursa kripto.
Melalui cara tersebut, mereka berhasil mencuri 4.100 Bitcoin milik seorang warga Washington DC. Nilainya saat itu mencapai sekitar 245 juta dolar AS.
Menurut jaksa, setelah memperoleh uang tersebut, ketiganya hidup bermewah-mewahan dengan membeli mobil mewah, pakaian mahal, perhiasan, menyewa vila-vila mewah, dan menggelar pesta di klub malam.
Veer Chetal mengaku bersalah pada November lalu dan saat ini menunggu putusan hukuman. Sementara dua terdakwa lainnya menyatakan tidak bersalah.
Orang Tua Dijadikan Target
Menurut FBI, Iza dan Schwab kemudian merancang rencana untuk menyandera orang tua Chetal guna memaksa mereka menyerahkan sebagian hasil kejahatan tersebut.
Penyidik menyebut informasi itu diperoleh dari sejumlah informan.
Saudara laki-laki Iza, Saif Faiq, juga didakwa dalam kasus percobaan penculikan tersebut dan menyatakan tidak bersalah.
Mereka merekrut enam pria lain untuk terbang ke Connecticut dan membiayai perjalanan serta akomodasi mereka.
Dokumen pengadilan menunjukkan bahwa kelompok itu mengawasi pergerakan orang tua Chetal selama beberapa jam sebelum melancarkan aksinya.
Penculikan Gagal Total
Pada 25 Agustus 2024, Sushil dan Radhika Chetal sedang mengendarai Lamborghini mereka di dekat Danbury High School ketika sebuah mobil menabrak bagian belakang kendaraan mereka.
Tak lama kemudian, sebuah van putih berhenti di depan SUV tersebut dan beberapa pria mengepung pasangan itu.
Menurut polisi, para pelaku menarik keduanya keluar dari kendaraan dan memaksa mereka masuk ke dalam van.
Sushil Chetal dipukul menggunakan tongkat bisbol, sementara Radhika Chetal diseret dengan menarik rambutnya.
Keduanya kemudian diikat menggunakan lakban sebelum van melaju meninggalkan lokasi.
Setelah menerima laporan dari para saksi, polisi segera menemukan kendaraan tersebut dan melakukan pengejaran.
Van itu akhirnya mengalami kecelakaan.
Empat pelaku melarikan diri dengan berjalan kaki tetapi berhasil ditangkap tidak lama kemudian. Dua pelaku lainnya ditemukan di rumah sewaan yang digunakan kelompok tersebut di kota terdekat.
Pasangan korban dibawa ke rumah sakit dan kemudian dipulangkan.
Enam pelaku yang berasal dari Florida telah mengaku bersalah dalam kasus tersebut.
Dua di antaranya dijatuhi hukuman 11 tahun penjara, sementara empat lainnya masih menunggu vonis.
“The Godfather” dan Kerajaan Kripto yang Runtuh
Sebelum ditangkap dalam kasus Connecticut, Adam Iza sudah menjadi target penyelidikan federal di California atas dugaan pemerasan uang dan aset dari sejumlah korban di Los Angeles dan wilayah lainnya.
Sebulan setelah kasus penculikan terjadi, ia didakwa dalam perkara terpisah dan kemudian mengaku bersalah.
Iza, yang juga dikenal dengan nama Ahmed Faiq, tinggal di sebuah mansion mewah di kawasan Bel Air, Los Angeles.
Ia menjalankan perusahaan perdagangan kripto bernama Zort dan menyebut dirinya “The Godfather”.
Menurut jaksa, Iza mencuri jutaan dolar dan menyembunyikan aliran dana tersebut melalui perusahaan-perusahaan cangkang.
Uang hasil kejahatan digunakan untuk membeli mobil-mobil mewah dan berbagai kemewahan lainnya, termasuk operasi kosmetik untuk memperpanjang kakinya.
Mempekerjakan Deputi Sheriff sebagai “Penagih”
Mulai Agustus 2021, Iza dilaporkan membayar sekitar 100.000 dolar AS per bulan kepada sebuah perusahaan keamanan swasta yang didirikan oleh seorang deputi sheriff Los Angeles County.
Perusahaan itu juga mempekerjakan sejumlah deputi lainnya.
Menurut jaksa, Iza menggunakan para deputi yang sedang tidak bertugas sebagai alat intimidasi terhadap orang-orang yang memiliki konflik pribadi maupun bisnis dengannya.
Mereka dituduh membantu melakukan pemerasan, intimidasi, menjebak korban agar ditangkap, dan menyalahgunakan proses hukum.
Penyidik menyebut para deputi menggunakan basis data kepolisian untuk mengumpulkan informasi tentang musuh-musuh Iza serta memperoleh surat perintah penggeledahan dengan alasan palsu.
Dalam satu kasus, dua deputi menodongkan senjata kepada seorang korban di rumah Iza dan memaksanya mentransfer 25.000 dolar AS ke rekening bank milik Iza.
Mengaku Mencuri Lebih dari 37 Juta Dolar dari Meta
Ketika mengaku bersalah dalam perkara California pada Januari lalu, Iza juga mengakui telah mencuri lebih dari 37 juta dolar AS dengan mengakses secara curang akun manajemen bisnis milik perusahaan induk Facebook, Meta Platforms, beserta fasilitas kreditnya selama periode 2020 hingga 2022.
Saat ini ia masih menunggu vonis setelah mengaku bersalah atas sejumlah dakwaan, termasuk penipuan elektronik, konspirasi pelanggaran hak-hak sipil, dan penggelapan pajak.
Pengacaranya dalam kasus California, Josef Sadat, menolak memberikan komentar.
Selain Iza, sejumlah deputi sheriff juga didakwa dalam penyelidikan federal yang sama.
