Para peneliti berhasil menemukan atmosfer pertama yang menyelimuti sebuah planet berbatu mirip Bumi yang mengorbit di zona layak huni sebuah bintang jauh.
Mereka menyatakan temuan ini menjadi bukti terkuat sejauh ini bahwa dunia dengan kondisi yang menyerupai Bumi mungkin memang ada di luar Tata Surya.
Gas yang berhasil terdeteksi di atmosfer planet tersebut adalah helium. Gas ini sendiri tidak mampu menopang kehidupan, tetapi para ilmuwan menduga masih ada gas lain yang juga terdapat di atmosfer planet itu.
Penulis utama penelitian, Dr. Collin Cherubim dari Universitas Harvard, menyebut penemuan tersebut sebagai sebuah pencapaian besar.
“Ini adalah pertama kalinya seseorang menemukan atmosfer pada planet berbatu yang berada di zona layak huni milik bintang lain,” ujarnya.
Planet yang diberi nama LHS 1140 b itu berjarak sekitar 48 tahun cahaya dari Bumi dan mengorbit sebuah bintang katai merah yang ukurannya jauh lebih kecil serta lebih dingin dibandingkan Matahari.
Selangkah Lebih Dekat Menemukan Kehidupan di Luar Bumi
Sejauh ini, lebih dari 6.000 planet di luar Tata Surya telah ditemukan mengorbit berbagai bintang.
Namun, penemuan terbaru ini dinilai sangat penting karena membawa para ilmuwan semakin dekat kepada salah satu tujuan terbesar dalam ilmu pengetahuan, yakni menemukan kehidupan di luar Bumi.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science, para peneliti menegaskan bahwa mereka belum menemukan bukti adanya kehidupan.
Meski demikian, agar sebuah planet dapat mendukung kehidupan, planet tersebut harus memiliki air. Untuk itu, posisinya harus berada pada jarak yang tepat dari bintang induknya, tidak terlalu dekat sehingga terlalu panas, dan tidak terlalu jauh sehingga terlalu dingin.
Wilayah dengan kondisi ideal tersebut dikenal sebagai zona layak huni atau Goldilocks zone, terinspirasi dari kisah anak perempuan Goldilocks yang hanya menyukai bubur dengan suhu yang “pas”.
Ratusan planet telah ditemukan berada di zona layak huni bintangnya masing-masing.
Namun, hanya beberapa puluh di antaranya yang berukuran kecil dan berbatu seperti Bumi, karakteristik yang dianggap penting untuk mendukung kemungkinan adanya kehidupan.
Sebelumnya, belum satu pun planet berbatu di zona layak huni yang diketahui memiliki atmosfer.
Hingga kini.
Baru Helium yang Terdeteksi
Meski atmosfer berhasil ditemukan, satu-satunya gas yang sejauh ini teridentifikasi hanyalah helium, kemungkinan berada di lapisan atmosfer bagian atas.
Gas tersebut tidak dapat menopang kehidupan.
Namun, para peneliti memperkirakan masih ada gas-gas lain yang lebih berpotensi mendukung kehidupan di lapisan atmosfer yang lebih rendah.
Dr. David Charbonneau, juga dari Universitas Harvard, mengatakan bahwa penemuan terpenting dari penelitian ini adalah ditemukannya planet mirip Bumi di luar Tata Surya yang memiliki atmosfer.
“Orang-orang pada umumnya tertarik pada pertanyaan besar: apakah kita sendirian? Apakah ada kehidupan di luar Bumi atau di luar Tata Surya? Dalam konteks itu, penelitian ini mengungkap atmosfer pertama yang ditemukan pada planet berbatu di zona layak huni sebuah bintang di luar Tata Surya kita,” katanya.
Planet Lain Juga Masih Menjadi Target Penelitian
LHS 1140 b bukan satu-satunya planet yang menjadi fokus pencarian kehidupan di luar Bumi.
Planet K2-18b, yang tergolong sub-Neptunus dan diduga memiliki bagian dalam yang kaya air, sempat menjadi sorotan setelah para ilmuwan mendeteksi indikasi adanya dimetil sulfida, gas yang di Bumi berkaitan dengan kehidupan organisme laut.
Namun, analisis ulang yang dipimpin NASA pada 2025 menyimpulkan bahwa sinyal tersebut terlalu lemah untuk dijadikan bukti, sekaligus menunjukkan bahwa gas itu juga dapat terbentuk tanpa melibatkan aktivitas biologis.
Sementara itu, tujuh planet berbatu dalam sistem TRAPPIST-1 juga masih menjadi objek penelitian yang menjanjikan.
Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA telah memastikan bahwa TRAPPIST-1d tidak memiliki atmosfer seperti Bumi.
Sebaliknya, data mengenai TRAPPIST-1e hingga kini masih belum memberikan kesimpulan yang pasti, sehingga planet tersebut tetap menjadi salah satu kandidat utama dalam pencarian kehidupan di luar Tata Surya.
