Kepulan asap tebal dari kebakaran hutan di Kanada terus menyelimuti wilayah Midwest, Timur Laut, dan kawasan Mid-Atlantic Amerika Serikat, memicu kualitas udara berbahaya bagi lebih dari 100 juta penduduk.
Polusi udara diperkirakan masih akan bertahan setidaknya hingga Sabtu waktu setempat di sejumlah wilayah, seiring gelombang asap baru yang terus bergerak ke arah selatan.
Lebih dari 100 Juta Orang Berada dalam Peringatan Kualitas Udara
Lebih dari 100 juta orang di 18 negara bagian dan Distrik Columbia saat ini berada di bawah peringatan kualitas udara.
Kategori kualitas udara “sangat tidak sehat” hingga “berbahaya” membentang dari timur laut Minnesota hingga tenggara Virginia.
Asap terus bergerak ke arah selatan pada Jumat, membuat Washington DC kini juga mengalami kualitas udara yang berbahaya.
Para ahli cuaca mengatakan pola angin akan menentukan kota mana yang mengalami kondisi terburuk dari hari ke hari.
Pertandingan dan Acara Besar Dibatalkan
Dampak kabut asap mulai mengganggu berbagai aktivitas masyarakat.
Pertandingan Major League Baseball (MLB) antara Cleveland Guardians dan Pittsburgh Pirates pada Jumat ditunda karena buruknya kualitas udara di wilayah Cleveland. Pertandingan tersebut dijadwalkan ulang menjadi dua laga dalam satu hari pada Sabtu.
Sejumlah ajang olahraga lainnya juga dibatalkan, termasuk Kejuaraan Nasional RowFest di Michigan.
Selain itu, berbagai acara musim panas di ruang terbuka terpaksa dihentikan.
Parade bayi di Flint, Michigan, konser musik rock di Herndon, Virginia, hingga lomba lari America’s Mile di Pittsburgh dibatalkan karena kabut asap yang masih bertahan.
Sektor bisnis juga ikut terdampak di tengah musim liburan yang biasanya ramai.
Taman hiburan seperti Kennywood dan Sandcastle Water Park di Pennsylvania ditutup sementara akibat kualitas udara yang buruk.
Chicago Catat Kualitas Udara Terburuk dalam Sejarah
Milwaukee, Chicago, dan Detroit menjadi beberapa kota dengan kualitas udara terburuk di Amerika Serikat pada Jumat pagi.
Tingkat polusi berbahaya bahkan meluas hingga Ohio bagian selatan dan Virginia Barat.
“Pagi ini Chicago mengalami kualitas udara terburuk dalam sejarah pencatatan kota,” demikian pernyataan kantor Wali Kota Chicago melalui media sosial pada Kamis malam.
Pemerintah kota mengimbau warga tetap berada di dalam ruangan dan menggunakan masker N95 atau KN95 jika harus beraktivitas di luar rumah.
Departemen Kesehatan Detroit membagikan masker gratis kepada warga dan mendorong masyarakat untuk tetap berada di dalam ruangan.
Di Philadelphia, otoritas kesehatan memperingatkan bahwa “semua orang berpotensi mengalami dampak kesehatan” akibat paparan asap.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Washington DC membagikan masker kepada pegawai pemerintah yang bekerja di luar ruangan. Berbagai kegiatan luar ruang dibatalkan, termasuk penutupan kolam renang umum dan taman bermain air.
Warga Mengeluhkan Gangguan Kesehatan dan Aktivitas Sehari-hari
Warga dari Minnesota hingga Washington DC mengaku kehidupan mereka terganggu akibat asap yang menyelimuti lingkungan.
Sebagian bahkan mengaku kondisi tersebut mengingatkan mereka pada masa pandemi Covid-19 ketika penggunaan masker dan pembatasan aktivitas menjadi hal biasa.
Erin Cotton, seorang ibu di Washington DC, mengatakan awalnya tidak menyadari keberadaan asap hingga matanya mulai berair dan kedua anaknya yang berusia lima dan satu tahun mengeluhkan rasa gatal.
“Saat itulah saya teringat bagaimana rasanya ketika terjadi Kebakaran Palisades,” ujarnya, merujuk pada kebakaran besar yang pernah dialaminya saat tinggal di California tahun lalu.
Pada Jumat, kegiatan perkemahan musim panas putrinya terganggu. Perjalanan berkendara di kota juga memakan waktu dua kali lebih lama karena banyak orang memilih menggunakan kendaraan daripada berjalan kaki.
“Anak-anak datang dengan pakaian renang mereka, tetapi tidak bisa bermain di luar karena kualitas udara sangat buruk. Mereka semua akhirnya rewel,” katanya.
Warga Washington lainnya, Abigail Nguyen, mengatakan dirinya semula ingin menikmati cuaca musim panas dengan berlari di National Mall dan berjalan bersama anjing peliharaannya.
Namun kabut asap membuat rencana itu batal.
“Saya bahkan tidak bisa melihat tiga blok ke depan. Semuanya sangat berkabut. Mata saya terasa perih,” katanya.
“Udara terasa lebih berat untuk dihirup karena asap. Saya belum pernah mengalami kondisi seperti ini sebelumnya.”
Nguyen juga membatalkan rencananya menonton Piala Dunia di National Mall dan memilih menyaksikannya dari rumah bersama teman-teman sekamarnya.
“Saya tidak bisa merasakan suasana keramaian yang seharusnya menjadi bagian dari perayaan musim panas ini.”
Kelompok Rentan Menghadapi Risiko Lebih Besar
Masyarakat dengan penyakit jantung dan paru-paru, anak-anak, lansia, tunawisma, serta pekerja luar ruangan menjadi kelompok yang paling berisiko terkena dampak polusi asap.
Jerrel Gilliam, Direktur Eksekutif organisasi nirlaba Light of Life Rescue Mission di Pittsburgh, mengatakan petugas lapangan kini lebih sering memeriksa kondisi tunawisma dan membagikan masker tambahan.
“Menjadi tunawisma jauh lebih berbahaya dalam kondisi seperti ini karena risiko dehidrasi meningkat. Mereka berkeringat tetapi tidak selalu memiliki akses untuk mengganti cairan tubuh,” katanya.
Di Ohio, dokter spesialis paru-paru Megan Conroy memperkirakan jumlah pasien asma yang membutuhkan bantuan medis akan meningkat hingga pekan depan.
“Pasien saya mengatakan mereka mulai merasakan gejala dan harus lebih sering menggunakan obat pereda asma serta lebih berhati-hati dalam beraktivitas,” ujarnya.
Hujan Diperkirakan Membawa Kelegaan
Kabar baiknya, sejumlah badai petir diperkirakan melanda kawasan Great Lakes hingga Timur Laut AS pada Sabtu.
Para meteorolog memperkirakan hujan, perubahan arah angin, serta kedatangan front udara dingin akan membantu membersihkan asap secara bertahap dari barat ke timur.
Meski demikian, kualitas udara tidak akan langsung membaik secara merata di semua wilayah.
Kebakaran Hutan Kanada Jadi Sumber Utama Asap
Asap tebal yang kini menyelimuti sebagian besar wilayah AS berasal dari kebakaran hutan di Kanada.
Sepanjang musim panas tahun ini, sekitar 3.500 kebakaran telah menghanguskan lebih dari 2,4 juta hektare lahan di Kanada.
Dalam beberapa pekan terakhir, sedikitnya belasan kebakaran besar muncul di Provinsi Ontario dan menghasilkan asap yang bergerak ke selatan, mengingatkan pada krisis asap ekstrem yang terjadi pada 2023.
Meskipun aktivitas kebakaran tahun ini belum menyamai rekor 2023, kombinasi antara kebakaran di Ontario dan fenomena kubah panas (heat dome) di wilayah tengah Amerika Serikat menciptakan kondisi yang memperparah penyebaran asap.
Perubahan Iklim Perburuk Musim Asap
Asap kebakaran hutan mengandung partikel mikroskopis berbahaya yang dikenal sebagai PM2.5.
Partikel ini dapat masuk jauh ke dalam paru-paru bahkan ke aliran darah, memicu gangguan pernapasan seperti bronkitis serta memperburuk penyakit jantung, diabetes, dan berbagai kondisi kesehatan lainnya.
Layanan Cuaca Nasional AS mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas luar ruangan dan menutup jendela rumah pada malam hari.
Para ilmuwan juga memperingatkan bahwa musim asap semakin panjang dan semakin parah akibat perubahan iklim.
Penelitian menunjukkan bahwa pemanasan global berkontribusi besar terhadap peningkatan asap kebakaran hutan di permukaan bumi, sekaligus mengikis berbagai kemajuan kualitas udara yang telah dicapai selama puluhan tahun terakhir, terutama di wilayah barat Amerika Serikat.
Sebuah studi yang diterbitkan tahun lalu memperkirakan lebih dari 350 juta orang terpapar polusi udara akibat asap kebakaran hutan selama musim kebakaran ekstrem Kanada pada 2023.
Penelitian lain menemukan bahwa perubahan iklim menyebabkan sekitar 15.000 kematian tambahan di Amerika Serikat antara 2006 hingga 2020 akibat paparan partikel kebakaran hutan yang seharusnya tidak terjadi jika suhu global tidak terus meningkat.
