“Kepada saudara-saudara sebangsa kami di provinsi-provinsi yang terdampak, mohon patuhi peringatan tsunami. Segera bergerak ke tempat yang lebih tinggi. Jangan menunggu. Nyawa Anda jauh lebih penting daripada apa pun yang ditinggalkan,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Provinsi Sarangani, yang menjadi lokasi munculnya sebagian besar gambar kerusakan akibat gempa, dihuni oleh sekitar 580.000 penduduk.
Benjie Ancheta, kepala kepolisian Kota Alabel di Sarangani, Filipina, mengatakan kepada Reuters bahwa gedung kepolisian mengalami sejumlah retakan sesaat setelah gempa terjadi, yang bertepatan dengan upacara pengibaran bendera mereka.
“Kepada saudara-saudara sebangsa kami di provinsi-provinsi yang terdampak, mohon patuhi peringatan tsunami. Segera bergerak ke tempat yang lebih tinggi. Jangan menunggu. Nyawa Anda jauh lebih penting daripada apa pun yang ditinggalkan,” katanya dalam pernyataan tersebut.
Provinsi Sarangani, yang menjadi lokasi munculnya sebagian besar dokumentasi kerusakan, memiliki populasi sekitar 580.000 jiwa.
Ancheta mengatakan belum ada laporan langsung mengenai korban jiwa maupun korban luka, namun beberapa warga dilaporkan pingsan setelah merasakan guncangan kuat tersebut.
“Ini adalah gempa bumi terkuat yang pernah kami alami,” ujar Ancheta kepada Reuters melalui sambungan telepon.
Indonesia mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir timur lautnya, sementara Jepang juga menerbitkan peringatan serupa untuk pesisir selatan negara itu, mulai dari Prefektur Ibaraki hingga Prefektur Okinawa.
Filipina, Indonesia, dan Jepang berada di kawasan yang dikenal sebagai Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), yakni jalur patahan yang mengelilingi Samudra Pasifik dan dikenal rentan terhadap gempa bumi serta letusan gunung berapi.
Menurut National Weather Service, tidak terdeteksi ancaman tsunami bagi Hawaii.
