Presiden Indonesia Prabowo Subianto mencopot kepala lembaga yang bertanggung jawab atas program makan bergizi gratis, salah satu program unggulan pemerintahannya yang belakangan diterpa kasus keracunan massal dan dugaan korupsi.
Program bernilai miliaran dolar tersebut merupakan janji utama Prabowo dalam kampanye pemilihan presiden 2024 dan ditujukan untuk menyediakan makanan gratis bagi sekitar 80 juta anak sekolah di seluruh Indonesia.
Namun sejak diluncurkan pada Januari tahun lalu, puluhan ribu anak dilaporkan mengalami keracunan makanan, memicu desakan agar program tersebut dihentikan sementara.
Pencopotan Dadan Hindayana, seorang ahli entomologi yang memimpin Badan Gizi Nasional, terjadi sepekan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima laporan yang menyoroti dugaan ketidaksesuaian anggaran di berbagai dapur penyedia makanan program tersebut.
Program Unggulan Prabowo di Bawah Sorotan
Prabowo sendiri menghadapi kritik terkait program tersebut, terutama karena besarnya biaya yang harus ditanggung negara di tengah kondisi ekonomi yang menghadapi penurunan surplus perdagangan dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Baru-baru ini, pemerintah juga mengurangi frekuensi pelaksanaan program dari enam hari menjadi lima hari per minggu sebagai upaya menekan dampak fiskal yang dipicu oleh perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Sejumlah kalangan bahkan menilai program tersebut seharusnya dihentikan sepenuhnya.
Pada Rabu pagi, aparat Kejaksaan Agung menggeledah kantor Badan Gizi Nasional yang mengelola program makan gratis. Sejumlah pegawai dilaporkan tidak diizinkan memasuki gedung selama proses berlangsung.
Dadan kemudian digantikan oleh wakilnya, Nanik Sudaryati Deyang, mantan jurnalis yang juga merupakan anggota tim kampanye Prabowo pada Pemilu 2024.
Publik Terbelah soal Pergantian Pimpinan
Sebagian masyarakat menyambut positif pergantian kepemimpinan tersebut. Namun, tidak sedikit yang menilai langkah itu hanya bersifat simbolis dan tidak akan menyelesaikan persoalan mendasar.
“Apa yang dibutuhkan program ini sekarang bukan sekadar mengganti orang, melainkan perombakan total konsep dan sistemnya. Tanpa itu, program ini akan terus menjadi sumber masalah,” tulis pengguna X bernama Ahmad Arif.
Kritik lain menyoroti latar belakang Nanik yang dinilai tidak memiliki pengalaman di bidang gizi maupun keamanan pangan.
Menurut data organisasi masyarakat sipil Network for Education Watch, program makan gratis telah dikaitkan dengan sedikitnya 33.000 kasus keracunan makanan hingga April tahun ini.
Selain rentetan kasus keracunan, Dadan juga sempat menuai kontroversi akibat sejumlah pernyataannya.
Ia pernah menyarankan setiap orang mengonsumsi dua liter susu per hari serta mengusulkan penggunaan serangga dan ulat sagu sebagai bagian dari menu dalam program makan gratis.
Prabowo Akui Banyak Masalah
Prabowo sebelumnya mengakui bahwa program tersebut menghadapi berbagai persoalan.
Dalam pidatonya bulan lalu, ia berjanji akan mengambil tindakan terhadap siapa pun yang “melanggar aturan” atau “menyalahgunakan kewenangan” dalam pelaksanaan program.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa program makan bergizi gratis masih mendapat dukungan luas dari masyarakat.
“Makan bergizi gratis sangat penting bagi bangsa kita,” kata Prabowo.
“Ke mana pun saya pergi, saya bertemu rakyat biasa, para petani, yang mengatakan, ‘Pak, tolong jangan hentikan program makan bergizi gratis ini. Program ini benar-benar membantu cucu-cucu kami agar bisa makan.’”
