Mantan ketua bersama West Ham United, David Sullivan, pernah menggambarkan dirinya sebagai “kolektor perempuan, seperti sebagian orang mengoleksi perangko”.
“Saya bisa bersama hingga tiga perempuan sehari, tetapi ada hari-hari ketika tidak ada sama sekali. Itu tergantung bagaimana perasaan saya dan apa yang sedang terjadi,” katanya kepada seorang pewawancara surat kabar pada 1989. “Saya memiliki hasrat untuk bercinta dengan sebagian besar perempuan.”
Pengusaha miliarder itu membangun kekayaannya dari industri seks pada era sebelum internet melalui majalah dewasa, film porno, layanan obrolan telepon, serta surat kabar yang menampilkan model glamor bertelanjang dada dan gadis remaja yang baru menginjak usia 16 tahun.
Dikenal oleh sebagian pelaku industri sebagai “raja porno”, pria berusia 77 tahun itu kini termasuk salah satu orang terkaya di Inggris. Ia mengendalikan kerajaan bisnis media, properti, dan penerbitan dari kantornya di sebuah rumah mewah 14 kamar tidur di Essex.
Kini, investigasi yang dilakukan BBC Panorama dan The Times mengungkap berbagai tuduhan perilaku seksual eksploitatif dan predator yang disebut berlangsung selama beberapa dekade.
Sullivan membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyebutnya tidak akurat secara faktual serta sepenuhnya tidak benar. Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu, ia juga mengkritik investigasi yang menurutnya “secara fundamental tidak adil”.
Di tengah tuduhan penyalahgunaan kekuasaan yang kini menghantuinya, bagaimana Sullivan membangun kekayaan dan pengaruh sebesar itu?
Dijuluki “Penjual Sampah Cabul”
Sullivan paling dikenal publik melalui perannya di klub sepak bola West Ham United, yang diambil alih bersama mitra bisnisnya pada 2010.
Ia berada di lapangan saat West Ham mengangkat trofi UEFA Europa Conference League Final 2023 di Praha pada 2023, mengenakan blazer warna khas klub dan dasi resmi tim. Ia juga menjadi sosok yang rutin terlihat di tribun direktur selama pertandingan di London Stadium.
Meski telah mundur dari jabatan ketua bersama, Sullivan masih menjadi pemegang saham individu terbesar klub dengan kepemilikan 38,8%.
Lahir di Cardiff pada 1949 dari seorang perwira Angkatan Udara Kerajaan Inggris dan istrinya, Sullivan pertama kali mencicipi dunia bisnis dengan menjual program pertandingan sepak bola.
Setelah meraih gelar ekonomi di Queen Mary University of London, ia bekerja sebagai eksekutif periklanan yang menjual makanan hewan peliharaan dan tembakau linting.
Namun pada awal 1970-an, merasa tidak puas dengan gaji £30 per minggu, Sullivan bersama seorang teman kuliah mulai menjual foto-foto model perempuan bertelanjang dada dari sebuah gudang di Forest Gate, London Timur.
Bisnis pesanan lewat pos itu berkembang pesat dan kemudian diperluas ke penjualan majalah pornografi serta buku-buku teknik seksual.
Kesuksesan mereka menarik perhatian media. Surat kabar News of the World bahkan menjuluki mereka sebagai “penjual sampah cabul terbaru Inggris”, sebuah label yang menurut Sullivan “membuat ibunya menangis”.
Berhadapan dengan Hukum
Perkembangan bisnis tersebut juga menarik perhatian aparat.
Pada 1973, Sullivan dan mitra bisnisnya yang saat itu masih berusia awal 20-an didakwa atas konspirasi untuk menerbitkan dan mengirimkan materi cabul melalui pos.
Keduanya mengaku bersalah di Pengadilan Old Bailey dan masing-masing didenda £50.
Mitra bisnisnya memutuskan keluar dari industri tersebut, tetapi Sullivan terus melanjutkan usahanya.
Pada tahun-tahun berikutnya, kerajaan pornografinya berkembang pesat seiring keberaniannya mendorong batas-batas konten yang saat itu masih dianggap dapat diterima.
Menjelang akhir 1970-an, ia menjual lebih dari satu juta eksemplar majalah porno setiap bulan. Publikasi tersebut juga digunakan untuk mempromosikan mainan seks dan film porno yang ia jual.
Ia kemudian membuka jaringan toko seks di berbagai wilayah Inggris dan mulai memproduksi film-film dewasa sendiri.
Beberapa film tersebut dibintangi oleh kekasihnya saat itu, Mary Millington, model glamor yang kemudian menjadi aktris porno. Millington, yang saat itu masih menikah dengan pria lain, meninggal karena bunuh diri pada usia 33 tahun.
Sullivan kemudian mengklaim bahwa dirinya “menciptakan citra Mary Millington” dan menyamakan dirinya dengan Simon Cowell di industri seks.
Membangun Surat Kabar Sensasional
Pada awal 1980-an, News of the World melaporkan bahwa kekayaan Sullivan diperkirakan mencapai £10 juta. Ia memiliki lebih dari 100 toko seks, sejumlah kuda pacuan, dan rumah mewah di Chigwell.
Tuduhan penyalahgunaan kekuasaan terhadap dirinya sebenarnya sudah muncul sejak 1981.
Sebuah surat kabar Minggu menerima pengaduan dari seorang perempuan yang mengaku ditolak bekerja setelah menolak berhubungan seks dengan Sullivan.
Salah satu reporter koran tersebut, Tina Dalgleish, kemudian menanggapi iklan lowongan pekerjaan bertajuk “pekerjaan hiburan promosi”.
Dalam laporannya, Dalgleish menulis bahwa Sullivan mengatakan hubungan seksual merupakan bagian dari pekerjaan dan ia perlu “menilai performanya”.
Menurut laporan tersebut, Sullivan meminta dirinya naik ke lantai atas dan melepas pakaian hingga hanya mengenakan pakaian dalam. Dalgleish menulis bahwa ia sempat mengikuti permintaan tersebut sebelum akhirnya mengenakan kembali pakaiannya dan pergi.
Pada 1982, Sullivan dinyatakan bersalah karena memperoleh keuntungan dari panti pijat di London yang digunakan untuk transaksi seksual berbayar.
Ia menjalani hukuman penjara selama 71 hari setelah vonis sembilan bulan penjara yang diterimanya dipangkas melalui proses banding.
Lahirnya Sunday Sport yang Kontroversial
Setelah keluar dari penjara, Sullivan mulai mengalihkan fokusnya ke dunia penerbitan yang lebih arus utama.
Pada 1986 ia meluncurkan Sunday Sport, surat kabar yang dikenal berisi campuran cerita-cerita aneh, sensasional, dan vulgar, serta dipenuhi foto model glamor bertelanjang dada.
Surat kabar itu sukses besar. Beberapa tahun kemudian lahirlah Daily Sport.
Kedua media tersebut pernah menjalankan rubrik kontroversial berjudul “Countdown to 16”, yang menampilkan foto-foto siswi sekolah dengan pakaian minim.
Saat para gadis itu genap berusia 16 tahun, surat kabar tersebut mengumumkannya secara besar-besaran dengan mempublikasikan foto mereka bertelanjang dada.
Pada masa itu, usia 16 tahun merupakan batas minimum legal bagi seseorang untuk tampil bertelanjang dada dalam publikasi semacam itu di Inggris. Batas usia tersebut kemudian dinaikkan menjadi 18 tahun pada 2004.
Tony Livesey, mantan pemimpin redaksi surat kabar Sport yang kini menjadi presenter di BBC Radio 5 Live, pernah menulis dalam bukunya bahwa ia dan Sullivan menciptakan rubrik tersebut.
Namun kini ia membantah klaim tersebut dan mengatakan bahwa ide itu “sama sekali bukan” gagasannya. Ia juga menyatakan sebagian besar isi bukunya telah difiksikan agar terlihat seolah dirinya berada di pusat semua cerita.
Rumah Mewah yang Dibangun dari Bisnis Porno
Pada awal 1990-an, Sullivan pindah ke Birch Hall, sebuah rumah megah yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 12 hektare dekat Theydon Bois.
Pembangunan rumah tersebut menelan biaya sekitar £7,5 juta dan dilengkapi arena bowling pribadi serta dua kolam renang.
Beberapa tahun kemudian, saat usianya mendekati 50 tahun, ia memiliki dua anak, David Junior dan Jack, dari hubungannya dengan Emma Benton-Hughes, seorang aktris dan sutradara film porno.
Dari Industri Seks ke Kepemilikan Klub Sepak Bola
Pada saat itu, Sullivan telah memasuki dunia sepak bola.
Pada 1993, ia membeli klub Birmingham City F.C. bersama David dan Ralph Gold, pemilik jaringan toko mainan seks dan pakaian dalam Ann Summers.
Saat itu, Karren Brady yang baru berusia 23 tahun dan bekerja di bagian pemasaran surat kabar Sport, ditunjuk sebagai direktur pelaksana klub.
Kini Brady menjadi anggota House of Lords sekaligus tokoh televisi yang dikenal melalui acara The Apprentice bersama Alan Sugar.
Brady telah lama bekerja dekat dengan Sullivan dan terakhir menjabat sebagai wakil ketua West Ham setelah klub tersebut diambil alih Sullivan bersama keluarga Gold pada 2010.
Selama bertahun-tahun, mereka menghadapi berbagai protes dari pendukung West Ham terkait minimnya investasi dan performa tim di lapangan.
Pada April lalu, Brady meninggalkan klub dengan mundur dari jabatan wakil ketua ketika musim Liga Primer Inggris masih menyisakan lima pertandingan dan West Ham tengah berjuang menghindari degradasi.
Klub tersebut akhirnya terdegradasi.
Hubungan dengan Tokoh Dunia Kriminal
Sullivan juga pernah dikaitkan dengan seorang pria bernama David Hunt, yang oleh seorang hakim disebut sebagai pemimpin jaringan kejahatan terorganisasi yang terlibat dalam kekerasan ekstrem dan penipuan.
Pada 2014 dilaporkan bahwa Sullivan meminjamkan Hunt dana sebesar £1 juta setelah gugatan pencemaran nama baik yang gagal terhadap Sunday Times membuat tokoh kriminal tersebut harus menanggung biaya hukum sebesar £800.000.
Saat itu, juru bicara Sullivan mengatakan transaksi tersebut merupakan “pinjaman komersial biasa dengan tingkat bunga komersial yang normal”.
