Pemerintah China memerintahkan tindakan tegas terhadap konten mikro drama yang dianggap mengandung unsur materialisme, kekerasan, dan seksualisasi berlebihan.
Melalui arahan terbaru, otoritas penyiaran nasional meminta pemerintah daerah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap karya para pembuat mikro drama dalam kampanye selama dua bulan yang bertujuan menciptakan industri yang “bersih dan sehat”.
Kebijakan tersebut diumumkan oleh National Radio and Television Administration, yang menyebut langkah itu sebagai upaya penting untuk membangun ekosistem konten yang lebih sehat.
Bidik Pornografi Terselubung hingga Pamer Kekayaan
Dalam pernyataannya, regulator menegaskan bahwa kampanye ini akan menargetkan delapan kategori konten yang dianggap bermasalah.
Di antaranya adalah pornografi terselubung (soft pornography), pandangan yang dianggap menyimpang mengenai pernikahan dan hubungan asmara, serta konten yang menampilkan gaya hidup mewah secara berlebihan.
Selain itu, pemerintah juga akan menindak tema-tema yang dinilai feodalistik, adegan balas dendam yang penuh kekerasan, judul-judul vulgar, serta pelanggaran hak cipta.
Otoritas setempat diwajibkan melakukan inspeksi terhadap rumah produksi di wilayah masing-masing. Jika ditemukan pelanggaran, perusahaan harus segera melakukan perbaikan.
Regulator pusat juga akan menjalankan pemeriksaan independen dan menggunakan hasil kampanye tersebut untuk menyempurnakan regulasi di masa mendatang.
Industri yang Meledak Secara Global
Mikro drama merupakan serial video pendek yang dirancang khusus untuk ditonton melalui ponsel. Dalam beberapa tahun terakhir, format ini berkembang sangat pesat dan menjadi fenomena global.
Cerita-cerita yang ditawarkan umumnya memiliki alur cepat, penuh kejutan, dan dirancang untuk membuat penonton terus mengikuti setiap episode.
Tema yang sering muncul meliputi kisah suami miliarder yang menyembunyikan identitasnya, hubungan cinta terlarang, konflik keluarga ekstrem, hingga kisah balas dendam yang dramatis.
Namun, popularitas tersebut juga memicu kritik karena banyak produksi dianggap terlalu sensasional, termasuk menampilkan kekerasan berlebihan dan karakter yang dieksploitasi secara seksual.
Kini, industri mikro drama telah berkembang menjadi bisnis bernilai miliaran dolar bagi China dan berhasil menarik penonton di berbagai wilayah dunia, termasuk Asia dan Afrika.
Kesuksesan tersebut bahkan mendorong produser di negara lain seperti Korea Selatan dan Amerika Serikat untuk berinvestasi dalam studio khusus mikro drama guna memanfaatkan pertumbuhan pasar yang sangat cepat.
Bagian dari Pengawasan Dunia Digital yang Lebih Luas
Langkah terbaru ini bukan kali pertama pemerintah China memperketat pengawasan terhadap konten digital.
Pada 2025, pemerintah melalui Cyberspace Administration of China meluncurkan kampanye terpisah selama dua bulan untuk memberantas konten daring yang dianggap terlalu menonjolkan pesimisme.
Saat itu, sasaran utama adalah narasi yang menyatakan bahwa belajar dan bekerja keras tidak lagi berguna, serta konten yang mempromosikan sikap putus asa terhadap kehidupan.
Menurut regulator internet China, tujuan kampanye tersebut adalah mengurangi penyebaran sentimen negatif dan menciptakan lingkungan daring yang lebih rasional serta beradab.
Kebijakan-kebijakan ini muncul ketika China masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi, termasuk tingginya tingkat pengangguran dan persaingan kerja yang semakin ketat.
Kondisi tersebut telah memicu kecemasan di kalangan sebagian generasi muda, sehingga pemerintah semakin aktif mengawasi konten digital yang dianggap dapat memengaruhi pandangan sosial maupun psikologis masyarakat.
Dengan industri mikro drama yang terus berkembang pesat dan menjangkau pasar internasional, kampanye terbaru ini menandai upaya Beijing untuk memastikan pertumbuhan sektor tersebut tetap berada dalam batas-batas yang sesuai dengan standar budaya dan sosial yang ditetapkan pemerintah.
