Serikat pekerja terbesar di Samsung Electronics menunda rencana mogok kerja setelah tercapainya kesepakatan sementara terkait kenaikan upah dengan raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut.
Kesepakatan di menit-menit terakhir itu untuk sementara meredakan kekhawatiran akan gangguan produksi di perusahaan pembuat chip memori terbesar dunia, di tengah lonjakan pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI).
Serikat pekerja yang mewakili hampir 48.000 karyawan itu mengatakan aksi mogok yang sedianya dimulai Kamis ditangguhkan sementara anggota melakukan pemungutan suara atas kesepakatan tersebut pada 22-27 Mei.
Berikut alasan mengapa aksi mogok ini berpotensi mengganggu industri teknologi global.
Apa inti perselisihannya?
Perselisihan berpusat pada pembagian keuntungan yang dihasilkan dari melonjaknya permintaan chip memori AI.
Masalah utama terletak pada pembagian bonus antara karyawan divisi chip memori dan pekerja di unit bisnis lainnya.
Samsung sebelumnya berencana memberikan bonus besar kepada 27.000 pekerja pembuat chip memori — setidaknya enam kali lebih besar dibanding bonus pekerja yang memproduksi chip lain dan perangkat elektronik.
Serikat pekerja menilai 23.000 pekerja yang memproduksi chip dengan teknologi lebih rendah untuk perusahaan seperti Tesla dan Nvidia tidak seharusnya diabaikan.
Perselisihan ini memicu kekhawatiran atas potensi gangguan produksi chip yang dapat berdampak besar terhadap rantai pasok global dan ekonomi Korea Selatan yang sangat bergantung pada ekspor.
Samsung merupakan produsen chip memori terbesar dunia berdasarkan penjualan dan pemasok utama chip untuk pusat data AI, smartphone, dan laptop.
Secara keseluruhan, Grup Samsung menyumbang sekitar seperlima output ekonomi Korea Selatan.
Konflik ini muncul di saat sensitif bagi Samsung, yang tengah menghadapi persaingan ketat dari rival seperti SK Hynix dan Micron di tengah melonjaknya permintaan chip AI yang sudah membebani pasokan global.
Apa kata Samsung?
Laba operasional Samsung pada kuartal Januari-Maret melonjak sekitar 750% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Ledakan permintaan chip AI juga mendorong valuasi pasar perusahaan melampaui 1 triliun dolar AS pada Mei.
Tahun lalu, pesaingnya, SK Hynix, menghapus batas bonus selama 10 tahun.
Langkah itu membuat bonus pekerja SK Hynix melonjak lebih dari tiga kali lipat dibanding yang diterima pegawai Samsung. Sejumlah pekerja Samsung bahkan pindah ke SK Hynix akibat kebijakan tersebut.
Samsung kemudian mengusulkan bonus sebesar 607% dari gaji tahunan bagi pekerja chip memori — lebih tinggi dari SK Hynix — berdasarkan dokumen negosiasi upah yang dilihat Reuters.
Namun pekerja di divisi bisnis lain hanya akan menerima bonus sebesar 50% hingga 100%, menurut dokumen tersebut.
Serikat pekerja juga menuntut Samsung menghapus batas bonus sebesar 50% dari gaji tahunan dan mengalokasikan 15% laba operasional tahunan ke dalam dana bonus bagi pekerja.
Sebelumnya, manajemen Samsung memperingatkan bahwa mogok kerja dapat berdampak luas terhadap ekonomi Korea Selatan akibat penurunan penjualan, keluarnya investasi, dan berkurangnya penerimaan pajak.
Dalam pernyataan setelah tercapainya kesepakatan sementara, Samsung mengatakan:
“Dengan sikap rendah hati, kami akan membangun hubungan industrial yang lebih matang dan konstruktif agar insiden seperti ini tidak terjadi lagi.”
Pada Kamis, saham Samsung melonjak lebih dari 6% setelah pengumuman tersebut, sementara indeks saham Kospi Korea Selatan naik lebih dari 7%.
Seberapa besar dampak mogok kerja?
Aksi mogok seperti ini diperkirakan dapat memangkas laba operasional Samsung sebesar 21 triliun won hingga 31 triliun won (sekitar 14,08 miliar hingga 20,79 miliar dolar AS), menurut JP Morgan.
Namun aksi penghentian kerja kemungkinan akan terbatas setelah pengadilan Korea Selatan mengabulkan permohonan larangan sementara bagi Samsung Electronics.
Pengadilan menyatakan jumlah pekerja yang dibutuhkan untuk perlindungan keselamatan, pencegahan kerusakan fasilitas, dan menjaga kualitas produk harus tetap berada pada tingkat normal guna mencegah gangguan produksi.
Pengadilan juga melarang serikat pekerja dan pemimpinnya menduduki atau mengunci fasilitas perusahaan serta menghalangi pekerja lain memasuki area kerja. Serikat dapat dikenai denda sebesar 74.000 dolar AS per hari jika melanggar perintah tersebut.
“Dalam ekonomi global yang saling terhubung saat ini, gangguan di industri strategis dapat menciptakan efek berantai yang melampaui satu perusahaan atau satu pasar,” kata American Chamber of Commerce di Korea.
“Pasar manufaktur regional pesaing bisa mendapatkan keuntungan jika kekhawatiran mengenai kepastian dan kesinambungan terus berlanjut.”
